RADAR BOGOR – Pengguna motor matic perlu lebih memperhatikan kondisi Continuously Variable Transmission (CVT).
Komponen yang berperan penting dalam sistem penggerak di motor matic ini sering kali luput dari perawatan.
Padahal kerusakan pada CVT dapat membuat tarikan motor matic terasa berat, boros bahan bakar, hingga berisiko mogok di tengah perjalanan.
CVT merupakan sistem transmisi otomatis pada motor matic yang bertugas mengatur perubahan rasio percepatan sesuai putaran mesin.
Berkat komponen ini, pengendara dapat merasakan perpindahan tenaga yang halus tanpa perlu mengoperasikan gigi secara manual.
Di dalam sistem CVT terdapat beberapa komponen utama yang bekerja saling mendukung, di antaranya roller, kampas ganda, dan V belt.
Baca Juga: Uruguay Ditahan Arab Saudi 1-1, Maxi Araujo Selamatkan Muka La Celeste
Ketiganya memiliki masa pakai tertentu dan perlu diperiksa secara berkala agar performa motor tetap optimal.
Dilansir dari kanal YouTube Otogrid, berikut tanda-tanda yang perlu dikenali serta perkiraan waktu penggantian komponen CVT pada motor matic.
1. Roller Aus, Tarikan Motor Mulai Tidak Responsif
Roller berfungsi mengatur pergerakan puli untuk menghasilkan rasio transmisi yang sesuai dengan kebutuhan mesin.
Pabrikan umumnya menyarankan penggantian roller setelah menempuh jarak sekitar 24.000 kilometer, meski usia pakainya dapat berbeda tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.
Salah satu tanda roller mulai mengalami keausan adalah permukaannya yang sudah tidak rata atau berubah bentuk.
Pemeriksaan kondisi roller sebaiknya mulai dilakukan sejak motor mencapai jarak tempuh 10.000 kilometer agar kerusakan dapat dideteksi lebih awal.
Roller yang aus dapat menyebabkan akselerasi motor terasa kurang bertenaga dan tidak senyaman biasanya.
2. Kampas Ganda Menipis, Motor Terasa Lemot dan Lebih Boros
Komponen berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kampas ganda. Bagian ini berperan menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang saat putaran mesin meningkat.
Berdasarkan anjuran pabrikan, kampas ganda umumnya memiliki usia pakai sekitar 25.000 kilometer. Namun, pemeriksaan fisik tetap diperlukan untuk memastikan kondisinya.
Ciri-ciri kampas ganda yang mulai aus antara lain permukaan kampas menjadi lebih tipis dan terasa lebih keras.
Baca Juga: Main ke Cianjur dari Bogor, Ini 7 Kuliner Enak dan Unik yang Wajib Dicoba
Kondisi tersebut dapat memengaruhi performa motor, seperti tarikan yang melambat serta konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros.
3. V Belt Retak, Jangan Tunggu Sampai Putus di Jalan
V belt menjadi salah satu komponen vital pada sistem CVT karena berfungsi meneruskan putaran mesin ke roda belakang.
Pabrikan biasanya merekomendasikan penggantian V belt pada kisaran 20.000 hingga 30.000 kilometer. Namun, pemilik motor tetap harus melakukan inspeksi rutin terhadap kondisi fisiknya.
Apabila terlihat adanya retakan pada permukaan karet V belt, komponen tersebut sebaiknya segera diganti.
Retakan yang dibiarkan berpotensi menyebabkan V belt putus saat motor digunakan, sehingga dapat mengganggu perjalanan bahkan membahayakan pengendara.
Lakukan Pemeriksaan Berkala Sebelum Melewati Batas Anjuran
Meski pabrikan telah memberikan panduan mengenai masa pakai setiap komponen CVT, pemeriksaan berkala tetap menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Pemilik motor disarankan mulai mengecek kondisi komponen CVT sebelum mencapai batas kilometer yang direkomendasikan.
Dengan begitu, gejala kerusakan dapat diketahui lebih dini dan tindakan pencegahan bisa dilakukan sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih serius.
Perawatan sederhana dan konsisten tidak hanya menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga membantu memperpanjang usia pakai motor matic serta menghemat biaya perbaikan di kemudian hari. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin