RADAR BOGOR – Keberhasilan Marc Marquez mencetak sejarah dengan meraih kemenangan Grand Prix ke-100 di kelas MotoGP masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta balap motor dunia.
Tak hanya aksi brilian sang pembalap saat menaklukkan Sirkuit Balaton Park, Hungaria, Motor Ducati yang dikendarai Marc Marquez juga mencuri perhatian berkat teknologi canggih yang menopang performanya di lintasan.
Ducati selama ini dikenal sebagai salah satu pabrikan paling inovatif di MotoGP. Selain mengandalkan mesin bertenaga besar, motor Desmosedici GP juga dibekali berbagai perangkat elektronik dan sistem kendali kompleks yang membantu pembalap memaksimalkan performa di setiap tikungan.
Pada ajang MotoGP, motor yang digunakan memiliki spesifikasi jauh berbeda dibanding motor produksi massal.
Dengan mesin konfigurasi V4 bertenaga sekitar 250 horsepower (HP), motor Ducati mampu melesat hingga kecepatan sekitar 350 kilometer per jam.
Desain aerodinamis lengkap dengan winglet, serta deretan tuas dan tombol di setang motor yang sekilas menyerupai panel pesawat tempur, menjadi bagian penting dalam menunjang performa para pembalap.
Baca Juga: Sering Habis dalam Sekejap, Cek 5 Lapak Gorengan Legendaris di Bogor yang Wajib Kamu Buru
Dilansir dari kanal YouTube @StartingGrid, terdapat sedikitnya 11 tombol dan tuas penting pada motor Ducati MotoGP yang digunakan pembalap. Masing-masing memiliki fungsi vital selama balapan berlangsung.
1. Tuas Holeshot
Tuas ini berfungsi mengaktifkan perangkat holeshot yang bekerja menekan suspensi belakang sekaligus mengunci garpu depan pada posisi terkompresi penuh saat start.
Sistem tersebut membantu motor mendapatkan traksi maksimal sehingga mampu melesat lebih cepat ketika lampu start padam.
2. Tuas Kopling
Kopling pada motor MotoGP umumnya digunakan saat proses start dan ketika motor akan berhenti.
Setelah motor melaju, perpindahan gigi dilakukan tanpa perlu mengoperasikan kopling seperti pada motor konvensional.
3. Holeshot Control
Perangkat ini digunakan sebelum balapan dimulai, setelah bagian belakang motor diturunkan dan suspensi depan dikunci.
Baca Juga: Cuma 1 Jam dari Jakarta! Ini 3 Coffee Shop di Bogor dengan View Alam Memukau
Sistem tersebut terhubung dengan mekanisme kopling sehingga ketika kopling dilepas, perangkat holeshot akan otomatis nonaktif.
4. Knop Pengatur Tuas Rem Depan
Fungsi knop ini adalah menyesuaikan jarak tuas rem depan selama balapan berlangsung.
Pengaturan dilakukan untuk mengompensasi perubahan suhu rem atau karakter pengereman agar tetap nyaman digunakan pembalap.
5. Saklar ON Ride-Height Adjuster
Tombol ini dipakai untuk menurunkan bagian belakang motor secara manual. Tujuannya adalah merendahkan pusat gravitasi sehingga motor lebih stabil saat berakselerasi keluar dari tikungan.
6. Saklar OFF Ride-Height Adjuster
Jika tombol sebelumnya berfungsi mengaktifkan sistem, saklar ini digunakan untuk mengembalikan posisi belakang motor ke kondisi normal. Proses pelepasan dilakukan melalui mekanisme kabel dan hidrolik.
7. Tombol Kontrol Pembalap
Pada bagian ini terdapat tiga tombol dengan warna berbeda yang digunakan untuk mengatur berbagai karakter motor sesuai kebutuhan lintasan.
Ketiganya terdiri atas:
- Merah untuk kontrol traksi.
- Kuning untuk penyaluran tenaga mesin.
- Hijau untuk pengaturan engine brake.
8. Tombol Merah
Tombol merah berfungsi mengatur tingkat sensitivitas traction control. Pembalap dapat menyesuaikannya berdasarkan tingkat grip ban dan kondisi permukaan lintasan.
9. Tombol Kuning
Fungsinya adalah mengubah karakter tenaga mesin. Misalnya, tenaga dibuat lebih halus saat lintasan basah atau lebih agresif ketika kondisi trek kering dan ideal.
10. Tombol Hijau
Tombol ini mengatur seberapa besar efek engine brake bekerja saat deselerasi. Pengaturan yang tepat dapat membantu pembalap memasuki tikungan dengan lebih stabil.
11. Tuas Rem Belakang untuk Ibu Jari
Berbeda dengan motor biasa yang menggunakan pedal kaki kanan, rem belakang pada motor Ducati MotoGP dioperasikan menggunakan ibu jari tangan kiri.
Sistem ini dipilih karena saat motor menikung dalam sudut ekstrem, pembalap tidak memiliki ruang yang cukup untuk menginjak pedal rem konvensional.
Baca Juga: Meksiko vs Korea Selatan Grup A Piala Dunia 2026 : Duel Penentu Tiket ke Babak Gugur
Selain membantu memperlambat laju motor, rem belakang ibu jari juga berguna untuk memudahkan proses menikung dan mengurangi risiko roda belakang kehilangan traksi.
Teknologi Canggih yang Menuntut Refleks Tinggi
Di balik kecepatan lebih dari 300 km/jam, para pembalap MotoGP dituntut memiliki konsentrasi dan refleks luar biasa.
Kesalahan menekan satu tombol saja dapat memengaruhi performa motor, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan pembalap di lintasan.
Namun, melalui latihan intensif dan pengalaman bertahun-tahun, para rider mampu menghafal posisi serta fungsi seluruh tombol tersebut tanpa perlu melihatnya.
Mereka melatih otot, koordinasi, dan insting agar dapat mengoperasikan berbagai perangkat elektronik secara otomatis sambil tetap fokus mencari racing line terbaik.
Tak heran jika kemampuan mengendalikan motor MotoGP bukan hanya soal keberanian memacu kecepatan, tetapi juga tentang kecerdasan membaca situasi dan menguasai teknologi balap paling mutakhir di dunia. (Irsyad/Unpak)