Jangan Korbankan Mesin! Ini Strategi Jitu Hemat BBM Tanpa Harus Turun Kelas ke Pertalite
Yosep Awaludin• Jumat, 19 Juni 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi perawatan yang bisa dilakukan sebelum merubah bahan bakar Pertamax ke pertalite di tengah kenaikan BBM. (Foto: YouTube @Dokter Mobil Indonesia)
RADAR BOGOR - Kenaikan harga BBM jenis Pertamax belakangan ini sukses bikin banyak pemilik mobil mengelus dada.
Bayangkan saja, harganya mendadak melonjak sampai Rp4.000 per liter, alias naik sekitar 30 persen dari harga sebelumnya.
Buat yang setiap harinya mobilitas tinggi, kenaikan ini jelas sangat berasa di dompet. Setiap isi 10 liter saja, kita harus merogoh kocek ekstra Rp40.000.
Melihat fenomena ini, gak sedikit pengendara yang mulai melirik opsi "turun kelas" ke Pertalite atau Premium demi mengamankan anggaran bulanan.
Sebelum Anda tergiur beralih ke Research Octane Number (RON) yang lebih rendah, ada baiknya simak dulu risiko besar yang mengintai mesin mobil kesayangan Anda.
Menurut penjelasan dari kanal YouTube @DokterMobilIndonesia, memaksakan mobil yang terbiasa mengonsumsi Pertamax untuk turun ke BBM beroktan rendah justru bisa memicu banyak masalah baru.
Efek yang paling instan terasa saat beralih BBM adalah performa mesin yang mendadak ngempos.
Bukan cuma soal performa, BBM beroktan lebih rendah atau yang kualitas filtrasinya kurang bersih cenderung meninggalkan residu yang berminyak dan berlendir di sistem pembakaran.
Alih-alih hemat, ujung-ujungnya mobil Anda malah berisiko bolak-balik masuk bengkel.
Bahkan kalau dihitung secara jeli, konsumsi bahan bakar per kilometernya justru bisa jadi lebih boros karena mesin harus bekerja ekstra keras.
Lalu, bagaimana solusinya agar tetap bisa hemat tanpa harus merusak mesin? Berikut solusinya.
1. Weight Reduction
Kalau Anda punya mobil tiga baris tapi sehari-hari cuma dipakai sendirian atau berdua, coba deh lepas kursi baris ketiga. Mengurangi beban kosong mobil terbukti ampuh bikin konsumsi BBM jadi lebih irit.
Kunci utama keiritan ada pada pembakaran yang efisien. Pastikan ruang bakar mesin selalu bersih agar setiap tetes Pertamax yang dibeli tidak terbuang sia-sia menjadi polusi.
3. Cek Tekanan Angin Ban
Jangan remehkan ban yang kurang angin. Ban yang kempis bikin hambatan gulir makin berat, otomatis mesin butuh tenaga lebih dan bensin pun cepat tersedot.
4. Rawat Sektor Transmisi
Buat pengguna mobil manual, pastikan kampas kopling tidak selip. Sementara bagi pemilik mobil matic, jangan abai untuk rutin mengganti oli transmisi beserta filternya.
Di tengah situasi serba mahal seperti sekarang, menjaga mobil tetap berada pada kondisi paling efisien adalah jalan ninja terbaik yang bisa kita ambil.
Menurunkan kualitas BBM demi menekan pengeluaran harian mungkin terasa seperti solusi instan yang manis di awal.
Memaksimalkan perawatan kendaraan jauh lebih masuk akal untuk menyelamatkan dompet Anda secara jangka panjang.
Mengapa? Karena mobil yang sehat dan terawat adalah mobil yang tahu diri dalam mengonsumsi bahan bakar.
Ketika sistem pembakaran bersih, transmisi lancar, dan bobot mobil ideal, setiap tetes bahan bakar beroktan tinggi yang Anda beli akan diubah menjadi daya dorong yang maksimal tanpa ada yang terbuang sia-sia.
Jadi, daripada berspekulasi dengan kesehatan mesin yang risikonya terlalu besar, mengubah kebiasaan berkendara dan lebih disiplin menjadwalkan check-up ke bengkel adalah investasi cerdas.
Merawat mobil dengan benar bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan strategi bertahan paling jitu agar isi dompet tidak terkuras habis di jalanan. (Irsyad/Unpak)