RADAR BOGOR – Touring menggunakan sepeda motor, baik unit modern maupun motor bebek klasik memerlukan persiapan yang matang.
Tanpa pengecekan yang detail, niat hati ingin menikmati aspal antar-kota saat touring justru bisa berujung petaka atau moge (pemogokan) di tempat sepi.
Merangkum panduan berkendara aman dari kanal YouTube Rafi finielsen, berikut aspek krusial seputar teknis mesin motor serta kelengkapan outfit pelindung yang wajib Anda siapkan sebelum touring:
5 Poin Wajib Cek pada Sektor Mesin dan Fisik Motor
Sebelum memutar selongsong gas, pastikan kondisi motor dalam keadaan prima melalui pemeriksaan lima komponen utama berikut:
1. Dapur Pacu dan Pengapian
Lakukan servis berkala pada sistem pengabutan bahan bakar. Selain itu, periksa kondisi busi secara mandiri.
Jika ujung busi sudah berwarna hitam pekat atau tampak gosong, segera ganti dengan yang baru agar motor tidak mati mendadak di tengah jalan.
Baca Juga: Jelang Babak Gugur Piala Dunia 2026, FIFA Pertimbangkan Ubah Aturan Adu Penalti
2. Pelumas Mesin (Oli)
Jangan menunda penggantian oli jika sudah memasuki usia pakai 3 hingga 4 bulan.
Oli segar sangat krusial untuk menjaga suhu mesin tetap stabil dan performa tenaga motor tetap optimal selama berjam-jam.
3. Kondisi Ban
Periksa ketebalan tapak ban depan maupun belakang. Hindari memaksakan ban yang sudah botak atau memiliki gejala retak/gundul, karena sangat rawan bocor atau selip saat menghadapi medan jalan tidak rata.
4. Sistem Pengereman
Rem adalah nyawa saat berkendara. Pastikan ketebalan kampas rem masih mumpuni untuk mengantisipasi jalur turunan curam atau tindakan pengereman mendadak.
5. Kelistrikan dan Aki
Pastikan kondisi aki tidak tekor atau soak. Aki yang sehat memastikan sistem pencahayaan (lampu utama, lampu rem, dan lampu sein) bekerja dengan terang benderang.
Sangat krusial untuk menjaga visibilitas saat membelah jalur pegunungan yang minim penerangan jalan.
Perlindungan Maksimal Lewat Kelengkapan Outfit Riding
Selain kesehatan motor, keamanan fisik pengendara dari terpaan angin malam, sengatan matahari, dan polusi udara juga wajib diperhatikan:
Jaket Windproof atau Parasut
Gunakan jaket berbahan tebal atau material parasut yang mampu menahan angin (windproof) serta percikan air, agar suhu tubuh tetap hangat sepanjang perjalanan.
Baca Juga: Keunikan Wisata Situ Cangkuang di Garut: Punya Candi hingga Artefak Bersejarah
Sarung Tangan dan Celana Panjang
Lindungi kulit tangan dari sengatan matahari langsung dengan sarung tangan riding khusus.
Hindari penggunaan celana pendek, pakailah celana panjang berbahan tebal agar meminimalisir risiko luka gesek dan menjaga kenyamanan suhu kaki.
Alas Kaki dan Kaos Kaki
Gunakan sepatu berbahan tebal/sepatu riding (bukan sepatu kasual tipis yang mudah pudar warnanya) dan lengkapi dengan kaos kaki hangat.
Pastikan juga selalu membawa sandal cadangan di dalam jok untuk antisipasi cuaca hujan.
Masker dan Kacamata
Masker sangat vital untuk menyaring debu jalanan dan asap knalpot beracun.
Sementara kacamata hitam sangat fungsional dipakai pada siang hari untuk menghalau silau matahari agar mata tidak cepat lelah.
Helm Full Face Premium
Disarankan kuat menggunakan helm tipe full face yang menutup rapat seluruh area wajah.
Menggunakan helm open face biasa saat perjalanan jauh berisiko membuat wajah kotor terkena partikel asap dan polusi, sekaligus kurang maksimal dalam memberikan proteksi benturan. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin