RADAR BOGOR – Menghadapi situasi mobil yang tiba-tiba mati total atau mogok di tengah jalan pasti membuat panik siapapun pemiliknya.
Pikiran pertama yang terlintas biasanya adalah langsung menghubungi jasa towing atau mobil derek untuk membawanya ke bengkel terdekat.
Padahal, menurut Ko Lung-lung dari kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia, ada lima langkah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan sebelum buru-buru memutuskan ke bengkel.
1. Cek Indikator Bensin (Jangan-Jangan Cuma Habis)
Siapa sangka, hampir 50% kasus mobil mogok yang ditangani oleh Dokter Mobil ternyata disebabkan oleh hal yang sangat sepele: pengendara lupa atau tidak sadar bahwa bensinnya sudah habis total.
Perlu dipahami bahwa pada mayoritas mobil pabrikan Jepang, tidak ada sistem bunyi peringatan (alarm) saat volume bahan bakar menipis.
Kondisi ini berbeda dengan mobil pabrikan Eropa yang umumnya dilengkapi alarm peringatan reserve fuel.
Baca Juga: Brasil Hajar Skotlandia 3-0, Brace Vinicius Junior Bawa Selecao Juara Grup C
Oleh karena itu, biasakan untuk selalu mengecek level bensin dan indikator temperatur secara berkala saat berkendara.
2. Coba Bunyikan Klakson untuk Cek Daya Aki
Ketika mobil mendadak mati total dan sama sekali tidak bisa dinyalakan, jangan langsung panik membongkar mesin. Cobalah untuk menekan tombol klakson terlebih dahulu.
Pengecekan sederhana ini berfungsi sebagai indikator instan untuk memastikan apakah sistem kelistrikan utama (daya aki) di dalam mobil Anda masih mengalir atau sudah putus total.
3. Perhatikan Bunyi saat Mesin di Starter
Saat Anda memutar kunci kontak atau menekan tombol start, dengarkan baik-baik suara yang keluar dari balik kap mesin:
Jika tidak terdengar bunyi apa-apa: Kemungkinan besar daya aki Anda sudah tekor atau habis, atau mesin dalam kondisi mengunci (jammed/nyangkut) sehingga dinamo starter tidak kuat memutar komponen mesin.
Jika ada bunyi starter tetapi mesin tidak mau hidup, ini menandakan aliran listrik dari aki sebenarnya aman, namun ada masalah mekanis lain.
Ko Lung-lung mencontohkan kasus penggunaan oli palsu yang dapat membuat ring piston mengkerut, akibatnya mobil kehilangan kompresi dan gagal menyala.
4. Waspadai Indikator Suhu atau Overheat
Selalu perhatikan jarum temperatur atau lampu indikator mesin panas pada panel instrumen dasbor Anda.
Jika mobil mogok akibat mengalami panas berlebih (overheat), komponen logam di dalam mesin bisa memuai secara ekstrem dan saling mengunci (nge-jam).
Jika kondisi ini sudah terjadi, biasanya tidak ada cara lain selain melakukan perbaikan besar berupa bongkar atau turun mesin.
Baca Juga: BLT Dana Desa Tahap 2 Mulai Cair Lagi, Ini Daerah yang Sudah Cair
5. Lakukan Reset Sistem (Khusus Pengguna Mobil Eropa)
Mobil-mobil keluaran Eropa dikenal memiliki sistem keamanan komputer yang sangat sensitif.
Jika komputer mobil mendeteksi adanya kejanggalan kecil seperti masalah pada alternator atau adanya penurunan (drop) tegangan aki sistem, akan secara otomatis melakukan shutdown total demi memproteksi kendaraan.
Untuk mengatasi mogok jenis ini, mobil tidak bisa diperbaiki sembarangan dan memerlukan alat pemindai khusus (scanner) di bengkel untuk mendiagnosis titik masalah sekaligus melakukan reset agar sistem komputer kembali normal. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin