RADAR BOGOR - Tren memelihara mobil tua di Indonesia kian digemari, terutama bagi mereka yang mencari kenyamanan berkendara dengan nilai historis tersendiri tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Fenomena mobil tua ini tidak hanya berpusat pada mobil klasik era 80-an atau 90-an saja, melainkan mulai bergeser ke unit-unit produksi pertengahan tahun 2000-an.
Kendaraan di era transisi ini menawarkan kombinasi menarik antara teknologi yang cukup modern dengan harga unit bekas yang semakin bersahabat di kantong.
Ulasan mengenai suka duka merawat mobil di kategori ini dibahas secara menarik oleh kreator konten otomotif melalui akun Instagram @hellmahardik.
Ia memperkenalkan istilah unik bernama Motuna, yang merupakan akronim dari Mobil Tua Nanggung.
Istilah ini disematkan pada mobil lansiran tahun 2005 miliknya yang telah menemani mobilitas harian selama kurang lebih empat tahun terakhir.
Baca Juga: Persib Datangkan Gabriel Mutombo Demi Tambal Lini Belakang, Selanjtunya Sandy Walsh?
Menurutnya, sebutan ini lebih aman digunakan agar tidak memicu perdebatan di kalangan netizen jika langsung dikategorikan sebagai mobil tua.
Perawatan yang Wajib Diperhatikan
Bagi para pemilik Motuna, terdapat daftar komponen esensial yang sudah sewajarnya mendapatkan peremajaan mengingat usia pakai kendaraan yang rata-rata telah menginjak 15 hingga 20 tahun.
Akun @hellmahardika menekankan bahwa bagian pertama yang paling krusial untuk diperiksa adalah sektor penyalur tenaga, yaitu kampas kopling.
Sektor ini menjadi menu wajib karena langsung memengaruhi performa akselerasi serta efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan saat digunakan sehari-hari.
Tidak berhenti di sektor kopling saja, menu perbaikan berikutnya yang tidak kalah penting adalah area kaki-kaki kendaraan.
Seiring berjalannya waktu, komponen peredam dan penyangga mobil dipastikan memerlukan perhatian ekstra.
Beberapa komponen spesifik pada bagian ini meliputi bushing arm, karet support shock, bushing stabilizer, karet tie rod, hingga ball joint yang biasanya sudah mulai aus atau getas karena faktor usia dan pemakaian di berbagai kondisi jalan.
Untuk melakukan pengecekan berkala demi menjaga reliabilitas mobil. Pada bagian mesin Motuna, fokus perhatian harus ditujukan pada berbagai komponen yang berbahan dasar karet.
Komponen-komponen ini memiliki peran vital dalam menyelaraskan kinerja mekanis jantung pacu agar terhindar dari kendala teknis yang fatal di tengah jalan.
Ia secara detail menjabarkan bagian permesinan yang harus diwaspadai, seperti fan belt, timing belt, seal dek klep, hingga selang bypass.
Baca Juga: 4 Kategori KPM Ini Dijamin Cair Bansos Tahap 3 Juni-September 2026, Siapa Saja?
Pemilik mobil diingatkan untuk tidak terkecoh dengan tampilan fisik luar komponen karet yang tampak masih mulus.
Pasalnya, karet memiliki masa kedaluwarsa alami di mana materialnya bisa berubah menjadi keras, getas, dan rawan getas atau putus sewaktu-waktu akibat paparan suhu panas mesin yang konstan.
Meskipun membutuhkan kesabaran dan alokasi dana perbaikan di awal, @hellmahardika menyatakan bahwa memelihara mobil tua nanggung ini pada dasarnya masih sangat berharga atau worth it.
Keuntungan utamanya terletak pada siklus masa pakai suku cadang. Begitu semua komponen krusial tersebut diganti dengan yang baru, maka masa pakai (lifetime) mobil seolah diatur ulang kembali ke titik awal.
Dengan demikian, pemilik kendaraan akan mendapatkan ketenangan pikiran serta kenyamanan berkendara yang optimal tanpa perlu mengkhawatirkan kerusakan komponen yang sama selama kurun waktu 5, 7, bahkan hingga 10 tahun ke depan.
Pada akhirnya, merawat mobil tua bukan sekadar rutinitas perbaikan biasa, melainkan sebuah seni investasi jangka panjang yang menawarkan kepuasan tersendiri bagi para pencinta otomotif tanah air. (Angga/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin