RADAR BOGOR - Lonjakan harga BBM yang kerap terjadi belakangan ini tampaknya tidak akan menjadi masalah besar bagi pemilik Daihatsu Rocky Hybrid.
Melalui ulasan mendalam di kanal YouTube GridOto, Daihatsu Rocky Hybrid dinilai sebagai salah satu mobil strong hybrid full yang paling worth it dan memiliki value for money sangat tinggi di pasar otomotif Indonesia saat ini.
Dijual dengan harga Rp299,85 juta (OTR Jakarta), Daihatsu Rocky Hybrid sukses mendobrak pasar karena menjadi satu-satunya mobil full hybrid yang dibanderol di bawah angka Rp300 juta.
Mengusung Teknologi Serial Hybrid
Kanal YouTube GridOto menjelaskan bahwa keistimewaan utama dari Daihatsu Rocky Hybrid terletak pada sistem penggeraknya yang menggunakan skema serial hybrid.
Mengusung prinsip kerja yang mirip dengan teknologi e-Power milik Nissan, roda pada Rocky Hybrid digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik secara instan dan responsif.
Sementara itu, keberadaan mesin bakar di dalam kap mobil hanya bertugas sebagai generator atau pembuat daya untuk mengisi ulang daya baterai.
Baca Juga: Kedatangan Tamu dari Ogan Ilir, SSB Mutiara 97 Kota Bogor Adakan Turnamen Trofeo
Alhasil, pengemudi akan merasakan sensasi berkendara yang effortless dan sangat cekatan layaknya membawa mobil listrik murni (BEV).
Kemampuan akselerasi SUV kompak ini pun terbilang mengesankan di kelasnya, di mana performa 0 hingga 100 km/jam dapat dituntaskan hanya dalam waktu 10 detik saja.
Saat pengemudi menginjak pedal gas secara mendalam untuk menyalip atau menanjak.
Sistem komputer mobil akan mendeteksi kebutuhan daya yang besar dan secara otomatis memutar mesin bakar lebih tinggi untuk mengisi baterai dengan cepat.
Meski suara raungan dan getaran mesin terkadang masih terasa saat proses pengisian baterai yang intens, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi kenyamanan berkendara yang responsif.
Rekor Efisiensi Bahan Bakar yang Sulit Ditandingi
Kelebihan utama yang paling disorot oleh GridOto dalam uji coba mereka adalah konsumsi bahan bakarnya yang luar biasa irit.
Pada pengujian rute dalam kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam, Daihatsu Rocky Hybrid mampu mencatatkan angka efisiensi sebesar 28,8 km/liter.
Sementara untuk rute tol dengan kecepatan tinggi yang konstan (rata-rata 90 km/jam), mobil ini menembus angka 21 km/liter.
Kejutan terbesar justru hadir pada rute kombinasi atau simulasi perjalanan luar kota, di mana Rocky Hybrid berhasil meraih angka konsumsi BBM yang sangat fantastis, yakni mencapai 35,3 km/liter.
Baca Juga: Taman Love Soreang , Wisata Romantis dengan City Light, Harga Tiket Mulai Rp25 Ribu
Fitur Modern yang Melimpah di Balik Tampang Bersahaja
Tidak hanya unggul dalam hal efisiensi dan performa teknis, mobil rakitan utuh atau CBU dari Jepang ini juga dibekali dengan fitur modern yang melimpah dan relevan dengan kebutuhan zaman sekarang.
Sisi keselamatan berkendara dijamin lewat kehadiran 6 titik SRS Airbag serta teknologi keselamatan aktif Advanced Safety Assist (ASA) khas Daihatsu yang mencakup fitur pedal misoperation control, lane departure prevention control, hingga kemampuan mengerem otomatis.
Kenyamanan di dalam kabin pun semakin ditunjang dengan rem parkir elektrik (EPB) dengan auto hold, konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, fitur S-Pedal (single pedal operation), serta kualitas pengerjaan bodi dan pintu bagasi yang terasa sangat solid.
Kendati menawarkan paket performa, efisiensi, dan fitur keselamatan yang hampir sempurna untuk sebuah mobil harian, GridOto memberikan satu catatan kritis mengenai tampilan eksteriornya.
Daihatsu Rocky Hybrid dinilai memiliki tampang luar yang terlalu bersahaja dan cenderung terlihat seperti varian basic (kosongan).
Berbeda dengan varian mesin konvensional (ICE) yang memiliki opsi atap dual tone atau pelek gelap yang garang, Daihatsu Rocky Hybrid hanya dibekali pelek single tone berwarna silver standar.
Serta bodi monotone tanpa banyak penanda ekstra selain emblem Smart Hybrid dan aksen latar biru pada logo depan maupun belakang.
Namun bagi konsumen yang lebih memprioritaskan fungsi teknikal dan kebebasan dari tingginya biaya BBM, catatan eksterior ini tentu bukan masalah besar.
(Angga/Unpak)