RADAR BOGOR - Mercedes Benz V350 (seri bodi W639), yang juga dikenal sebagai Mercedes Benz Vito atau Viano, adalah MPV mewah yang terkenal dengan kabin luas dan kenyamanan premium.
Dalam kanal YouTube Motomobi, yang membahas seputar otomotif, ia memberikan ulasan pada Mercedes Benz Viano V350 dengan kode bodi W639.
Dalam video ulasannya, Motomobi mengupas tuntas MPV mewah lansiran tahun 2010 dengan tipe Ambiente, yang merupakan kasta tertinggi dari keluarga Viano pada masanya.
Mobil bertubuh bongsor berstatus Completely Built Up (CBU) ini dipinjam dari salah satu kolektor bernama Om Jak.
Meskipun usianya sudah menginjak kepala satu, pesona MPV Eropa berlogo three-pointed star ini dinilai masih sangat kuat dan mampu memancarkan wibawa tingkat tinggi bagi siapa pun yang berada di dalamnya.
Jantung Pacu V6 yang Bertenaga Besar
Di pasar otomotif Indonesia, masyarakat kerap kali keliru dalam membedakan antara Mercedes Benz Vito dan Viano.
Baca Juga: Healing Seru di Wisata Kampoeng Kita, Surganya Piknik Keluarga di Bekasi
Dalam ulasan tersebut, ia menjelaskan cara mudah untuk membedakannya: tipe Vito sejatinya dikembangkan sebagai basis mobil kargo atau barang (fleet).
Sedangkan Viano sejak awal dirancang secara proper sebagai kendaraan tangguh pengangkut penumpang kelas premium.
Sisi eksterior varian V350 ini menampilkan lampu utama bermodel tear drop yang khas, pintu geser elektrik (sliding door) di kedua sisi dengan rel yang terekspos.
Serta sektor kaki-kaki kokoh yang ditopang oleh pelek orisinal berukuran 18 inci dengan profil ban 235/55.
Hal paling spesial yang tertanam di balik kap mesin Mercedes Benz Viano varian ini adalah mesin bensin legendaris berkonfigurasi V6 dengan kapasitas 3.500 cc (kode mesin M272).
Mesin bertenaga badak ini juga digunakan pada lini Mercedes-Benz lainnya seperti GLK-Class, E350, hingga S-Class W221.
Di atas kertas, jantung pacu ini mampu memuntahkan tenaga impresif sebesar 258 PS serta torsi puncak 340 Nm yang disalurkan langsung ke roda belakang melalui transmisi otomatis 5-percepatan.
Dengan performa tersebut, MPV berbobot berat ini diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 9,3 detik.
Fleksibilitas Ruang dan Desain Dashboard Klasik
Keistimewaan utama yang dirasakan saat memasuki area kabin baris kedua dan ketiga dari Viano Ambiente ini adalah kesetaraan kasta kenyamanan yang merata dan sangat lega.
Berbeda dengan MPV buatan Jepang yang cenderung menganaktirikan kenyamanan penumpang di baris paling belakang, Viano menawarkan ruang yang seimbang layaknya sofa rumah berjalan.
Baca Juga: Trekking ke Curug Puncak Pelangi, Wisata Tersembunyi di Wangun Sentul Bogor
Konfigurasi jok kulitnya sangat fleksibel dan dapat dilepas-pasang dari relnya untuk diubah posisinya saling berhadapan.
Kenyamanan tersebut kian paripurna berkat hadirnya fitur double sunroof yang membentang hingga ke belakang, ventilasi AC individual di langit-langit, serta kaca jendela baris ketiga yang dapat membuka-tutup secara elektrik.
Beralih ke area kemudi di baris depan, posisi berkendara (driving position) Mercedes Benz Viano W639 ini terasa sangat tinggi dengan posisi dasbor yang rendah, menyajikan visibilitas berkendara yang sangat luas ke segala arah.
Desain dasbornya memang mempertahankan nuansa klasik khas Mercedes-Benz era 2010-an dengan sentuhan panel kayu yang elegan.
Meskipun fiturnya tergolong simpel tanpa sentuhan teknologi layar digital modern, area depan tetap dilengkapi dengan tombol pengaturan AC digital.
Sistem audio bawaan pabrik dengan kualitas suara jernih, serta tuas transmisi yang diletakkan menggantung di dasbor tengah.
Impresi Berkendara Jarak Jauh dan Tantangan Perawatan
Saat diuji di lintasan jalan tol, sang konten kreator mengungkapkan bahwa Mercedes-Benz Viano V350 menyajikan kenyamanan berkendara yang luar biasa senyap dan stabil.
Salah satu rahasianya terletak pada penggunaan suspensi udara (air suspension) di sektor roda belakang yang berfungsi sebagai fitur self-leveling otomatis untuk menjaga ketinggian bodi mobil tetap seimbang saat dimuati penumpang.
Karakter ayunan suspensinya terasa sangat lembut dan membuat mobil seolah melayang di kecepatan tinggi, mengaburkan fakta bahwa dimensi panjang mobil ini sebenarnya mencapai 5 meter lebih.
Kendati demikian, calon konsumen yang berminat meminang MPV langka ini wajib mempertimbangkan beberapa hal penting terkait biaya operasional dan perawatan berkala.
Baca Juga: Kagura Cafe and Resto, Kafe Baru di Puncak Bogor dengan View Pegunungan dan Nuansa Pedesaan
Mengingat mesinnya yang berkapasitas 3.500 cc V6, konsumsi bahan bakar Viano V350 tergolong cukup boros, ditambah dengan biaya pajak tahunan yang berkisar di angka Rp7 hingga Rp8 jutaan.
Karakter pengeremannya pun khas Mercedes-Benz era lawas yang terasa kurang menggigit di awal injakan pedal.
Selain itu, karena populasinya tergolong jarang di jalanan Indonesia, proses pencarian beberapa suku cadang komponen tertentu terkadang memerlukan sistem inden khusus yang tricky dan menguras kantong.
Secara keseluruhan, kanal Motomobi menyimpulkan bahwa Mercedes Benz Viano V350 generasi kedua ini merupakan opsi kendaraan keluarga yang sangat ideal bagi konsumen yang ingin tampil beda dan anti-mainstream.
Mobil ini menawarkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi saat dibawa menghadiri acara formal. (Angga/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin