RADAR BOGOR - Tren membangun motor custom di Indonesia masih terus digandrungi.
Namun, bagi para pemula, dunia motor custom tidak selalu seindah yang terlihat di media sosial.
Tidak sedikit orang yang baru mencoba motor custom justru kapok dan menyerah di tengah jalan, karena urusan mesin atau sasis yang penuh "drama" dan sering mogok di bengkel.
Builder dari Katros Garage, Andi Akbar alias Atenx Katros, membagikan tips penting bagi para pemula.
Melalui kanal YouTube resminya, Atenx menyarankan agar mereka yang baru ingin terjun ke dunia custom memulai dari motor berkapasitas mesin kecil (small engine).
"Mulailah dari motor kecil. Kenapa? Karena kalau di tengah jalan lu merasa enggak cocok dan mau udahan, paling enggak lu belum terlalu banyak buang uang. Tapi kalau sudah merasa klop dan nyaman, baru deh naik kelas ke 400 cc, 600 cc, bahkan 1000 cc," ujar Atenx.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan 1.300 Hektare Hutan Bersejarah di Prancis, Dua Orang Ditangkap
Untuk mempermudah langkah awal tersebut, berikut adalah 3 rekomendasi motor bahan custom di bawah Rp10 juta yang ramah di kantong dan relatif mudah dibangun:
1. Suzuki Thunder 125 (Kisaran Harga: Rp 5 Juta – Rp 7 Juta)
Suzuki Thunder 125 keluaran sekitar tahun 2006 menjadi salah satu bahan yang sangat direkomendasikan Atenx.
Motor sport legendaris ini tergolong murah dan sangat fleksibel untuk diubah ke berbagai aliran.
• Gaya yang Cocok: Cafe Racer, Tracker, Flat Tracker, hingga Bobber.
• Kelebihan
- Sasis Kokoh: Memiliki desain sasis model "ngejepit mesin" khas motor Jepang berkapasitas di atas 250 cc, memberikan kesan kekar yang jarang ditemukan pada motor di bawah 250 cc.
- Kaki-Kaki Fleksibel: Sok depan dan swing arm bawaannya cukup lebar. Anda bisa langsung memasang ban ukuran 4.00 ring 17 atau 18, bahkan hingga ukuran 5.00 ring 16, tanpa perlu mengganti segitiga depan atau swing arm.
• Kekurangan
- Mesin Lemot: Dengan kapasitas hanya 125 cc dan karburator vakum bawaan, akselerasinya terbilang lamban untuk ukuran motor batangan.
- Pelek Palang: Pelek bawaannya berupa pelek palang bergaya classic vintage. Jika ingin menggantinya dengan pelek jari-jari agar terlihat lebih klasik,
Baca Juga: Resep Tamagoyaki, Telur Gulung Jepang Tebal dan Juicy untuk Bekal Praktis
Anda harus menyiapkan biaya ekstra untuk membeli tromol, jari-jari, pelek baru, serta ongkos setel pelek.
2. Honda Verza 150 (Kisaran Harga: Rp 6 Juta – Rp 8 Juta)
Bagi yang mencari motor dengan teknologi yang lebih modern namun tetap murah, Honda Verza lansiran tahun 2013 ke atas bisa menjadi pilihan tepat.
• Gaya yang Cocok: Tracker, Flat Track, dan Cafe Racer. (Kurang cocok untuk Bobber karena sasisnya yang terbilang ramping).
• Kelebihan
- Mesin Injeksi: Menjadi salah satu motor bahan di bawah Rp 10 juta yang sudah dibekali sistem injeksi, sehingga mesinnya lebih modern dan minim perawatan dibanding sistem karburator.
- Spare Part Melimpah: Suku cadang orisinal maupun third party sangat mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang sangat terjangkau.
• Kekurangan
- Sasis Kurang Kekar: Desain sasisnya mirip dengan keluarga Honda Tiger atau CB lawas yang tergolong ramping, sehingga butuh trik khusus saat custom agar motor tidak terlihat kekecilan.
- Sok Depan Sempit: Ukuran shock breaker depan sangat ramping. Ban ukuran 4.00 ring 17 dipastikan tidak akan muat karena akan bergesekan dengan tabung sok, sehingga membutuhkan penggantian segitiga jika ingin memakai ban lebar.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Bogor Antar Putrinya ke Sekolah, Jenal Mutaqin Naik Motor Klasik
3. Yamaha Byson (Kisaran Harga: Rp 6 Juta – Rp 7 Juta)
Yamaha Byson keluaran tahun 2013 sering disebut sebagai motor bahan sejuta umat.
Harganya yang sangat terjangkau berbanding lurus dengan potensi estetika yang ditawarkannya.
• Gaya yang Cocok: Cafe Racer, Tracker, Flat Tracker, dan Bobber.
• Kelebihan
- Kaki-Kaki Kekar Bawaan Pabrik: Jarak shock breaker depan sangat lebar dan memiliki diameter as yang besar (41 mm)—seukuran dengan Honda CB400.
Bagian belakang juga sanggup menampung ban lebar ukuran 130 hingga 140 tanpa perlu merombak lengan ayun (swing arm).
- Spare Part Murah: Suku cadang melimpah dan harganya ramah di kantong, misalnya karburator bawaan yang bisa didapatkan di kisaran Rp 100 ribuan saja.
• Kekurangan
- Sasis Tengah Lebar: Sasisnya mirip dengan keluarga Honda CB namun sedikit lebih lebar, sehingga perlu penyesuaian khusus jika ingin membangun aliran Bobber yang mengekspos sasis secara minimalis.
- Pelek Palang: Menggunakan pelek palang bawaan pabrik. Jika ingin beralih ke pelek jari-jari demi mengejar estetika klasik, builder harus siap merogoh kocek lebih dalam untuk membeli tromol dan komponen jari-jari.
Baca Juga: Prancis Gagal ke Final untuk Ketiga Kalinya, Deschamps Pertanyakan Kinerja Wasit
Tips Tambahan dari Builder
Atenx mengingatkan kembali agar para pemula tidak langsung tergiur membeli motor besar (seperti CB400, XS650, atau SR400) hanya karena gengsi atau teracuni tren.
"Mulai dari yang simpel dulu. Kalau dirasa hobi ini sudah menyatu dengan lifestyle kalian, baru silakan naik kelas dan gas sekalian sampai motor 1000 cc," pungkasnya.
Kunci utama dalam bermain motor custom adalah kesabaran dan riset yang matang agar proses membangun motor impian tidak berakhir menjadi drama yang menguras kantong dan pikiran.
Dengan mempertimbangkan pilihan bahan motor yang akan dibangun menjadi motor custom, tentu akan menjadi motor Impian yang siap menerobos lintasan aspal jalanan. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin