Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jangan Dibiarkan! 3 Hal Sepele Saat Isi Bensin yang Bikin Mobil Mogok dan Pompa Rusak

Yosep Awaludin • Jumat, 17 Juli 2026 | 09:40 WIB
Ilustrasi dikala membiarkan hal sepele pompa bensin mobil rusak. (Foto: Kanal Youtube @tipsotomotifchannel)
Ilustrasi dikala membiarkan hal sepele pompa bensin mobil rusak. (Foto: Kanal Youtube @tipsotomotifchannel)

RADAR BOGOR – Mobil seringkali mogok tiba-tiba? Tapi bukan karena kehabisan bensin.

Penyebabnya, pengemudi mobil kerap mengabaikan hal yang seharusnya diperhatikan justru berakhir dibiarkan. Terlebih lagi saat melakukan pengisian bahan bakar.

Tanpa disadari, kebiasaan sepele yang dilakukan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun itu, dapat merusak salah satu komponen vital dan paling mahal di dalam mobil secara perlahan, yaitu pompa bahan bakar (fuel pump).

Kerusakan pada komponen ini sering kali terjadi "diam-diam" tanpa adanya bunyi bising ataupun peringatan dini, hingga akhirnya membuat mobil tiba-tiba mati total atau mogok di tengah jalan.

Dirangkum dari ulasan Tips Otomotif Channel, berikut adalah 3 kesalahan fatal dan kebiasaan sepele pengemudi saat mengisi BBM yang dapat mempercepat kerusakan pompa bensin:

1. Rutin Membiarkan Tangki BBM di Bawah Seperempat

Banyak pengendara menganggap remeh kondisi tangki yang hampir kosong asalkan mobil masih bisa melaju. Logika "nanti saja isinya" ini rupanya sangat keliru.

Baca Juga: Jangan Terlewat! Jadwal Konser Musik Artis Internasional di Jakarta Paruh Kedua 2026

Pada mayoritas kendaraan modern, pompa bahan bakar diletakkan langsung di dalam tangki (in-tank fuel pump).

Desain ini sengaja dibuat agar BBM di dalam tangki berfungsi sebagai pendingin alami bagi pompa yang bekerja terus-menerus selama mesin hidup.

Ketika tangki dibiarkan kosong atau berada di bawah seperempat, pompa mulai menghisap udara bersama bahan bakar.

Minimnya cairan pendingin ini membuat pompa cepat panas, mengalami keausan dini, hingga akhirnya mati total.

2. Baru Mengisi BBM Saat Lampu Indikator Menyala

Banyak yang salah kaprah menganggap lampu indikator BBM menyala sebagai peringatan dini untuk bersiap-siap mengisi bahan bakar.

Faktanya, ketika lampu indikator tersebut aktif, tangki kendaraan sudah berada pada titik kritis.

Artinya, pompa bensin telah berulang kali bekerja dalam kondisi nyaris kering dan kerusakannya sudah mulai berjalan.

Selain itu, membiarkan tangki menyentuh batas kritis akan membuat endapan kotoran, sedimen, dan air di dasar tangki ikut tersedot oleh pompa.

Hal ini dapat menyumbat filter bahan bakar lebih cepat, merusak injektor, hingga menurunkan performa mesin kendaraan.

3. Mengisi BBM Sembarangan Tanpa Memperhatikan Kualitas

Kesalahan ketiga yang paling sering diabaikan adalah kebiasaan mengisi bahan bakar dari berbagai sumber tanpa memedulikan kualitasnya.

Baca Juga: Resep Spaghetti Bolognese, Saus Daging Klasik ala Italia dengan Rasa Kompleks tapi Cepat Dimasak

Kualitas bahan bakar yang tidak konsisten dapat mempercepat penumpukan kotoran di dalam tangki.

Mulai dari kondensasi air, kotoran dari selang SPBU yang jarang dirawat, hingga BBM yang terlalu lama mengendap.

Ketika tangki mobil sering kosong, tidak ada volume bahan bakar yang cukup untuk mengencerkan kontaminan-kontaminan tersebut.

Akibatnya, deposit kotoran menyumbat injektor dan karburator, membuat konsumsi BBM boros, tarikan mesin terasa berat, dan mesin menjadi brebet atau tidak stabil.

Ancaman Kondensasi Air di Tangki Kosong

Selain masalah panas dan kotoran, membiarkan tangki sering kosong juga memicu terjadinya kondensasi udara.

Ruang kosong yang luas di dalam tangki berisi udara yang mengandung uap air. Saat terjadi perubahan suhu, uap air tersebut akan mengembun dan jatuh ke dasar tangki. 

Karena air dan bensin tidak dapat menyatu, air yang mengendap di dasar inilah yang nantinya pertama kali akan terhisap ke dalam pompa bensin dan merusak sistem pembakaran.

Solusi Murah dan Mudah Mencegah Kerusakan

Kabar baiknya, pemilik kendaraan tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam atau membeli produk perawatan khusus untuk menghindari kerusakan ini.

Anda hanya perlu mengubah kebiasaan berkendara melalui tiga langkah sederhana berikut:

1. Segera isi BBM sebelum jarum indikator menyentuh batas seperempat (1/4) tangki.

Baca Juga: Mobil Diduga Hasil Curian Ditemukan di Rumpin Bogor, Pemilik Masih Dicari

2. Pilihlah SPBU yang ramai untuk menjamin kualitas dan perputaran bahan bakar yang lebih segar.

3. Sesekali isi penuh (full tank) tangki kendaraan Anda guna mengurangi ruang kosong yang bisa memicu kondensasi uap air.

Mengingat biaya penggantian pompa bahan bakar (fuel pump) yang rusak tidaklah murah, mengubah kebiasaan sepele ini tentu jauh lebih bijak daripada harus menanggung kerugian waktu, serta materi akibat mobil mogok di saat-saat mendesak. (Irsyad/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
pompa mobil bahan bakar