RADAR BOGOR – Banyak pemilik mobil beranggapan kendaraan yang lebih sering disimpan di garasi akan tetap terjaga kondisinya. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Mobil yang terlalu lama tidak digunakan justru berpotensi mengalami berbagai kerusakan pada mesin maupun komponen penting lainnya yang dapat memicu biaya perbaikan cukup besar.
Meski kendaraan modern telah dibekali teknologi canggih seperti Electronic Control Unit (ECU), beragam sensor elektronik, hingga sistem keamanan yang semakin kompleks, seluruh komponen mekanis tetap membutuhkan pergerakan secara berkala agar dapat bekerja secara optimal.
Berdasarkan edukasi yang disampaikan melalui salah satu kanal YouTube otomotif, terdapat sedikitnya 5 risiko utama yang dapat muncul apabila mobil dibiarkan terlalu lama terparkir tanpa dijalankan.
1. Oli Mesin Menurun Kualitasnya dan Memicu Korosi
Oli mesin dirancang bekerja maksimal ketika terus bersirkulasi di dalam mesin. Kandungan aditif seperti detergen, dispersan, dan antioksidan hanya akan berfungsi optimal saat kendaraan dioperasikan.
Apabila mobil terlalu lama tidak digunakan, lapisan pelindung pada komponen logam perlahan menghilang sehingga meningkatkan risiko oksidasi.
Baca Juga: Heboh! Tiket Avengers : Doomdsday Dijual 5 Bulan Lebih Awal, Jadwal Trailer Terungkap
Selain itu, uap air yang masuk ke dalam mesin dapat bercampur dengan oli karena tidak ada panas yang cukup untuk menguapkannya.
Kondisi tersebut berpotensi membentuk endapan lumpur (sludge) serta zat asam yang dapat menyumbat saluran pelumasan mesin.
2. Bahan Bakar Mengalami Penurunan Kualitas
Sebagian besar bensin modern mengandung etanol yang memiliki sifat mudah menyerap air dari udara.
Ketika mobil didiamkan terlalu lama, bahan bakar akan mengalami proses oksidasi sekaligus penumpukan kadar air. Akibatnya dapat terjadi phase separation atau pemisahan kandungan bahan bakar.
Dampaknya antara lain mesin sulit dinyalakan, injektor tersumbat, hingga muncul karat pada bagian dalam tangki bahan bakar.
3. Seal dan Gasket Berisiko Mengering
Komponen berbahan karet seperti gasket, seal, dan O-ring memerlukan sirkulasi cairan agar tetap lentur dan elastis.
Jika kendaraan jarang digunakan, bagian-bagian tersebut berpotensi mengering, menyusut, bahkan retak. Kondisi ini dapat menyebabkan kebocoran oli pada sejumlah bagian mesin.
4. Ban dan Suspensi Mengalami Flat Spot
Mobil yang terlalu lama berada dalam posisi diam membuat beban kendaraan terus bertumpu pada titik yang sama di permukaan ban.
Hal tersebut dapat memicu flat spot, yaitu perubahan bentuk pada ban yang menyebabkan getaran ketika mobil kembali digunakan.
Tak hanya ban, komponen suspensi juga dapat kehilangan elastisitas karena bushing berbahan karet menjadi lebih keras akibat minim pergerakan.
Baca Juga: Resep Saus Barbecue Homemade, Bumbu Dasar Serbaguna untuk Berbagai Olahan Daging dan Seafood
5. Aki Cepat Tekor karena Parasitic Draw
Walaupun mesin dimatikan, mobil modern tetap membutuhkan pasokan listrik untuk berbagai sistem seperti alarm, keyless entry, hingga modul pelacak kendaraan.
Konsumsi daya yang berlangsung terus-menerus atau dikenal sebagai parasitic draw akan menguras kapasitas aki secara perlahan.
Apabila tegangan aki turun di bawah batas ideal, dapat terjadi proses sulfation atau pembentukan kristal pada pelat aki yang menyebabkan kemampuan menyimpan daya menurun secara permanen.
Cara Mencegah Mobil Rusak Meski Jarang Digunakan
Para praktisi otomotif menyarankan beberapa langkah sederhana agar kondisi kendaraan tetap prima meski tidak digunakan setiap hari, di antaranya:
- Jalankan mobil minimal satu kali dalam seminggu selama sekitar 15–30 menit hingga mesin mencapai suhu kerja ideal.
- Isi bahan bakar setidaknya hingga 80 persen agar mengurangi ruang kosong yang dapat memicu kondensasi air di dalam tangki.
- Gunakan aki maintenance-free atau pasang battery charger/battery tender apabila mobil akan ditinggalkan dalam waktu lama.
- Periksa tekanan angin ban setiap dua minggu sekali guna mencegah perubahan bentuk permanen.
- Tetap lakukan penggantian oli berdasarkan interval waktu, minimal setiap enam bulan, meskipun jarak tempuh kendaraan masih rendah.
- Nyalakan sistem pendingin udara (AC) saat mesin dipanaskan agar pelumas pada seal kompresor tetap bersirkulasi.
Kesalahan yang masih sering dilakukan pemilik kendaraan adalah hanya menyalakan mesin selama lima hingga sepuluh menit tanpa menggerakkan mobil.
Baca Juga: FIFA Selidiki Spanduk Kontroversial Argentina, Ada Pemain yang Diskors?
Cara tersebut dinilai belum efektif karena suhu mesin belum mencapai kondisi optimal untuk menghilangkan uap air yang berada di dalam sistem pelumasan.
Karena itu, merawat mobil tidak cukup hanya dengan menyimpannya di garasi. Mengoperasikan kendaraan secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga performa mesin.
Sekaligus mencegah munculnya kerusakan tersembunyi yang dapat menguras biaya perbaikan di kemudian hari. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin