RADAR BOGOR – Bagi wisatawan yang berkunjung ke Thailand, pemandangan mobil double cabin melintas di jalan raya hampir dapat ditemui di berbagai daerah.
Mobil double cabin tidak hanya dimanfaatkan sebagai kendaraan operasional usaha atau pengangkut barang, tetapi juga menjadi mobil keluarga hingga kendaraan pribadi yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Tingginya penggunaan mobil double cabin di Negeri Gajah Putih bukan terjadi begitu saja.
Berbagai kebijakan pemerintah dinilai menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat memilih kendaraan tersebut sebagai moda transportasi harian.
Mengutip ulasan dari kanal otomotif 4wheelsdailyid, regulasi yang mendukung serta pemberian berbagai insentif membuat harga dan kepemilikan mobil double cabin di Thailand jauh lebih menarik dibandingkan negara lain, termasuk Indonesia.
Insentif Pajak Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu alasan utama populernya mobil double cabin di Thailand adalah kebijakan pemerintah yang memberikan insentif pajak bagi kendaraan pada kategori tersebut.
Baca Juga: Ukraina Bergejolak, Zelensky Gelar Pertemuan Darurat dengan Para Jenderal
Dalam sejumlah skema, pemerintah memberikan subsidi hingga membuat beban pajak kendaraan bisa mencapai 0 persen, sehingga harga jual mobil menjadi lebih kompetitif dan mudah dijangkau masyarakat.
Kebijakan ini membuat banyak konsumen lebih memilih membeli double cabin dibandingkan jenis kendaraan lainnya.
Proses Administrasi Lebih Mudah
Selain mendapatkan keuntungan dari sisi harga, pemilik double cabin di Thailand juga menikmati proses administrasi yang relatif sederhana.
Pengurusan dokumen dan perizinan kendaraan dinilai lebih praktis. Tidak hanya itu, kendaraan jenis ini juga tidak dibebani kewajiban melakukan uji berkala sebagaimana kendaraan angkutan barang pada umumnya.
Kemudahan tersebut semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan double cabin sebagai kendaraan sehari-hari.
Mendukung Sektor Pertanian dan Perkebunan
Pemerintah Thailand menerapkan kebijakan tersebut sebagai bagian dari strategi mendukung sektor ekonomi utama negara, yakni pertanian dan perkebunan.
Mobil double cabin dianggap sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena mampu melintasi berbagai kondisi medan, termasuk area perkebunan dan pedesaan.
Di sisi lain, bak belakang yang dimiliki kendaraan ini memudahkan proses pengangkutan hasil panen maupun perlengkapan kerja, sementara kabinnya tetap memberikan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang saat digunakan untuk mobilitas harian.
Fleksibilitas inilah yang membuat double cabin menjadi pilihan kendaraan serbaguna bagi banyak keluarga di Thailand.
Berbeda dengan Kondisi di Indonesia
Situasi tersebut berbeda dengan pasar otomotif di Indonesia. Di Tanah Air, mobil double cabin terutama yang menggunakan sistem penggerak empat roda (4WD)umumnya dikategorikan sebagai kendaraan komersial atau kendaraan pada segmen tertentu yang dikenai beban pajak lebih tinggi.
Baca Juga: Honda Super-ONE Ramaikan Pasar Mobil Listrik, Bergaya Klasik dengan Fitur Boost 95 PS
Selain itu, pemilik kendaraan juga diwajibkan melakukan uji KIR atau uji berkala setiap enam bulan sekali, sehingga biaya operasional dan administrasi menjadi lebih besar.
Kombinasi antara tingginya pajak serta kewajiban uji berkala membuat penggunaan mobil double cabin di Indonesia relatif lebih terbatas.
Hingga kini, kendaraan jenis tersebut lebih banyak dimanfaatkan oleh perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan skala besar, maupun kegiatan operasional di medan berat, dibandingkan sebagai kendaraan pribadi untuk penggunaan sehari-hari. (Rana/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin