Sering Angkut Muatan Berlebih? Bearing Roda Bisa Cepat Rusak, Ini Dampaknya pada Kendaraan

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:20 WIB
Bearing Roda yang rentan dan perlu diperhatikan ketika membawa bobot yang berat dan banyak. (Foto: tangkapan layar dari web resmi carmudi.co.id)
Bearing Roda yang rentan dan perlu diperhatikan ketika membawa bobot yang berat dan banyak. (Foto: tangkapan layar dari web resmi carmudi.co.id)

RADAR BOGOR – Membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan masih menjadi kebiasaan yang kerap dilakukan pada armada niaga maupun kendaraan logistik.

Meski kendaraan tetap dapat melaju seperti biasa, kebiasaan ini menyimpan risiko kerusakan komponen yang dapat berujung pada biaya perbaikan tinggi hingga mengancam keselamatan berkendara.

Banyak pengemudi beranggapan selama kendaraan masih bisa berjalan normal, kondisi armada dianggap aman.

 Padahal, beban berlebih atau overload dapat mempercepat keausan berbagai komponen penting yang tidak langsung terlihat dari luar.

Berdasarkan ulasan dari kanal YouTube @kpkamotoparts, salah satu bagian yang paling pertama menerima dampak akibat muatan berlebih adalah bearing roda atau laher.

Komponen ini memiliki fungsi penting untuk mengurangi gesekan sekaligus menopang beban putaran roda saat kendaraan melaju.

Baca Juga: Inspiratif! Lansia Usia 50–70 Tahun Belajar Parkour, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

Ketika kendaraan terus dipaksa membawa beban melampaui kapasitas yang dianjurkan, bearing roda akan bekerja lebih berat dari semestinya.

Kondisi tersebut menyebabkan komponen mengalami keausan lebih cepat dibanding usia pakainya.

Gejala awal kerusakan bearing umumnya ditandai dengan munculnya getaran halus pada roda.

Sayangnya, tanda tersebut sering kali luput dari perhatian pengemudi karena masih dianggap tidak mengganggu performa kendaraan.

Padahal, kerusakan pada bearing roda tidak hanya berdampak pada komponen itu sendiri.

Getaran yang muncul secara terus-menerus dapat memicu efek berantai (domino effect) yang merusak berbagai bagian penting kendaraan.

Seiring waktu, getaran akibat bearing yang aus berpotensi menyebabkan kerusakan pada sejumlah komponen, di antaranya:

Kerusakan tersebut umumnya baru disadari ketika kendaraan mengalami gangguan serius di tengah perjalanan atau saat dilakukan pemeriksaan di bengkel.

Pada tahap itu, biaya perbaikan biasanya jauh lebih besar karena kerusakan telah merembet ke beberapa komponen sekaligus.

Baca Juga: Epson Kenalkan Smart Classroom Berbasis AI, Hadirkan Solusi Pembelajaran Interaktif untuk Sekolah

Karena itu, pemeriksaan rutin pada sistem kaki-kaki kendaraan menjadi langkah penting untuk mendeteksi keausan bearing sejak dini.

Mengganti satu komponen yang mulai mengalami kerusakan jauh lebih hemat dibanding harus memperbaiki sejumlah bagian akibat efek berantai yang ditimbulkan.

Selain perawatan berkala, kepatuhan terhadap batas maksimal muatan juga menjadi faktor utama dalam menjaga usia pakai kendaraan.

Menghindari praktik overload bukan hanya membantu menekan biaya operasional, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya.

Bagi pemilik armada maupun pengemudi kendaraan niaga, memastikan kondisi bearing roda, suspensi, ban, hingga gardan tetap prima merupakan investasi penting agar kendaraan tetap aman, andal, dan terhindar dari kerusakan besar akibat membawa muatan berlebihan. (Rana/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
muatan logistik kendaraan