RADAR BOGOR – Di tengah tren SUV dan mobil listrik, Peugeot 406 masih menjadi salah satu sedan Eropa bekas yang banyak diburu pecinta otomotif.
Selain memiliki desain klasik yang elegan, Peugeot 406 dikenal menawarkan kenyamanan berkendara premium dengan harga bekas yang kini mulai dari Rp25 jutaan.
Nama Peugeot 406 semakin dikenal luas setelah tampil sebagai mobil utama dalam film aksi Taxi, yang membuat citranya melekat sebagai sedan berperforma tinggi dengan karakter berkendara yang menyenangkan.
Melalui ulasan di kanal YouTube Wahyu Ekoo, model ini dinilai masih layak dipertimbangkan bagi pencari sedan Eropa dengan anggaran terbatas.
Salah satu keunggulan terbesar sedan Eropa Peugeot 406 terletak pada sektor suspensinya.
Mobil ini mengusung sistem suspensi independen di bagian depan maupun belakang yang mampu menghadirkan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan.
Baca Juga: Jadi Pengingat Demokrasi, PDIP Kabupaten Bogor Peringati 30 Tahun Peristiwa Kudatuli
Dalam ulasannya, Wahyu Ekoo menyebut kenyamanan Peugeot 406 mampu disejajarkan dengan Mercedes-Benz S-Class, sementara karakter pengendaliannya tetap terasa presisi layaknya sedan-sedan BMW.
Kombinasi tersebut didukung teknologi passive rear-wheel steering yang memungkinkan roda belakang menyesuaikan sudut secara alami ketika mobil bermanuver di tikungan, sehingga handling terasa lebih stabil dan lincah.
Di pasar Indonesia, Peugeot 406 dipasarkan dalam dua varian utama, yakni D8 sebagai model pra-facelift dan D9 yang merupakan versi facelift.
Keduanya sama-sama menggunakan mesin bensin 2.000 cc DOHC empat silinder yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 135 horsepower.
Perbedaan keduanya terletak pada konstruksi mesin dan sistem elektronik. Varian D8 masih menggunakan blok mesin berbahan cast iron dengan sistem kelistrikan yang lebih sederhana.
Sedangkan D9 telah memakai blok mesin berbahan alloy aluminium serta mengusung teknologi Built-in System Interface (BSI) yang lebih modern.
Mengenai anggapan bahwa Peugeot 406 memiliki biaya perawatan tinggi dan sulit dirawat, Wahyu Ekoo menilai hal tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurutnya, berbagai kendala pada tipe D9 justru sering muncul akibat modifikasi kelistrikan yang tidak sesuai standar pabrikan.
Sistem BSI memiliki tingkat sensitivitas tinggi sehingga berpotensi mengalami gangguan apabila instalasi kabel diubah sembarangan, misalnya saat pemasangan aksesori tambahan.
Selain itu, calon pembeli juga disarankan memeriksa kondisi selang radiator karena komponen tersebut berpotensi mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia yang dapat memicu overheat.
Baca Juga: Resep Ayam Goreng Bumbu Kuning Tanpa Ungkep, Wangi Rempah Maksimal Tanpa Bau Langu
Masuk ke dalam kabin, Peugeot 406 tetap menawarkan nuansa premium khas sedan Eropa.
Interiornya didominasi material soft touch dengan sentuhan panel kayu yang memberikan kesan elegan.
Baris kedua juga menghadirkan ruang kaki yang lega serta jok empuk lengkap dengan arm rest, sehingga kenyamanan penumpang tetap terjaga saat melakukan perjalanan jauh.
Meski demikian, fasilitas penyimpanan seperti cup holder masih tergolong terbatas, sesuatu yang lazim ditemui pada mobil keluaran awal tahun 2000-an.
Dari sisi biaya kepemilikan, Peugeot 406 juga masih cukup bersahabat. Pajak kendaraan tahunannya berada di kisaran Rp1 jutaan, sehingga relatif terjangkau bagi pemilik sedan Eropa.
Secara keseluruhan, Peugeot 406 masih menjadi pilihan menarik di pasar mobil bekas bagi pecinta sedan yang mengutamakan kenyamanan, karakter berkendara khas Eropa, serta tampilan elegan dengan harga yang terjangkau.
Sebelum meminang unit bekasnya, calon pembeli disarankan memastikan kondisi kaki-kaki, sistem pendingin mesin, dan kelistrikan tetap prima.
Memiliki bengkel spesialis Peugeot yang berpengalaman juga menjadi salah satu kunci agar performa sedan legendaris ini tetap optimal untuk penggunaan jangka panjang. (Angga/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin