RADAR BOGOR – Kondisi piringan cakram motor tidak boleh luput dari perhatian karena komponen ini memiliki peran penting dalam memastikan sistem pengereman bekerja optimal.
Seiring pemakaian, permukaan cakram motor dapat terkikis dan ketebalannya berkurang.
Jika dibiarkan terlalu lama, piringan cakram motor yang sudah aus bukan hanya membuat pengereman kurang maksimal, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kerusakan komponen rem dan membahayakan keselamatan pengendara.
Melalui kanal YouTube Kemod Motovlog, dibagikan sejumlah panduan mengenai ciri piringan cakram motor yang sudah waktunya diganti serta risiko yang dapat muncul apabila komponen tersebut tetap digunakan dalam kondisi aus.
3 Tanda Piringan Cakram Motor Harus Diganti
Pengendara sebenarnya dapat melakukan pemeriksaan awal dengan memperhatikan kondisi fisik cakram maupun merasakan perubahan kinerja rem ketika motor digunakan. Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
1. Permukaan Cakram Mulai Cekung
Salah satu indikasi yang paling mudah terlihat adalah munculnya bagian cekung pada area yang menjadi jalur gesekan kampas rem.
Baca Juga: Sate Ayam Kak Nabi Bertahan 40 Tahun, Harga Mulai Rp13 Ribu
Bagian tengah cakram yang terus bergesekan dengan kampas biasanya akan lebih terkikis dibandingkan sisi lainnya.
Akibatnya, bagian lintasan rem terasa lebih dalam, sementara tepian piringan masih relatif tebal.
Perbedaan ketebalan tersebut menunjukkan bahwa material piringan telah mengalami pengikisan yang cukup signifikan.
2. Daya Pengereman Menurun
Cakram yang mulai menipis juga dapat ditandai dengan perubahan respons rem. Ketika motor digunakan di jalan menurun atau pengendara membutuhkan pengereman lebih kuat, rem terasa tidak lagi menggigit seperti sebelumnya.
Pengendara bahkan harus memberikan tekanan lebih besar untuk mendapatkan efek pengereman yang sama. Jika kondisi tersebut mulai terasa, sistem pengereman sebaiknya segera diperiksa.
3. Piringan Lebih Cepat Panas
Ketebalan cakram yang berkurang dapat memengaruhi kemampuan komponen dalam menerima dan melepaskan panas.
Akibatnya, piringan dapat mengalami peningkatan suhu lebih cepat meskipun motor hanya digunakan melakukan pengereman ringan.
Baca Juga: Cek Saldo Bansos PKH dan BPNT KKS Bank Mandiri 8 Agustus 2026 di Ciamis
Kondisi cakram yang terlalu panas secara berulang tentu perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kinerja sistem pengereman.
Bahaya Menggunakan Cakram Motor yang Sudah Aus
Menunda penggantian piringan cakram yang sudah melewati batas pemakaian dapat menimbulkan risiko serius.
Piringan Berisiko Retak atau Pecah
Cakram yang terus digunakan dalam kondisi sangat tipis akan lebih rentan mengalami peningkatan suhu akibat gesekan. Panas berlebih atau overheating dapat memberikan tekanan pada struktur logam.
Dalam kondisi ekstrem, material cakram yang sudah lemah dapat mengalami retak hingga berpotensi pecah ketika sistem rem digunakan.
Baut Cakram Bisa Kendur dan Roda Berisiko Terkunci
Keausan yang membuat cakram bekerja tidak stabil juga dapat memunculkan getaran. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan baut pengikat cakram menjadi kendur.
Apabila baut sampai terlepas ketika sepeda motor sedang melaju, komponen tersebut dapat tersangkut pada kaliper rem.
Situasi ini berisiko membuat roda depan maupun belakang terkunci secara tiba-tiba.
Selain membahayakan pengendara, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan pada baut maupun dudukan sistem pengereman.
Pilih Piringan Cakram Pengganti yang Berkualitas
Ketika cakram sudah dinyatakan tidak layak digunakan, pemilihan komponen pengganti juga tidak boleh dilakukan sembarangan.
Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Jadi Copet di Film Operasi Pesta Copet, Sasar Ratusan HP di Pestapora
Piringan cakram standar pabrikan atau original lebih disarankan karena dibuat berdasarkan spesifikasi dan tingkat presisi yang telah ditetapkan produsen sepeda motor.
Selain membeli komponen baru, piringan original bekas atau copotan dengan kondisi yang masih baik juga dapat menjadi pilihan selama kondisinya benar-benar layak dan sesuai spesifikasi kendaraan.
Sebaliknya, penggunaan piringan variasi dengan kualitas dan standar produksi yang tidak jelas sebaiknya dihindari.
Komponen pengereman memiliki kaitan langsung dengan keselamatan sehingga kualitas dan kecocokan produk perlu menjadi pertimbangan utama.
Dengan mengenali tanda-tanda piringan cakram mulai aus dan segera melakukan pemeriksaan, pengendara dapat mengantisipasi kerusakan yang lebih parah sekaligus mengurangi risiko masalah pengereman di jalan. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin