4 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Motor Injeksi, Jangan Dilakukan Sembarangan!

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Part yang sensitif untuk motor injeksi (Foto: kanal Youtube HND Garage)
Part yang sensitif untuk motor injeksi (Foto: kanal Youtube HND Garage)

RADAR BOGOR — Teknologi injeksi membuat sepeda motor injeksi semakin efisien dalam penggunaan bahan bakar sekaligus memberikan respons mesin yang lebih baik. 

Namun, kecanggihan sistem tersebut juga membuat pemilik motor injeksi perlu lebih memperhatikan cara penggunaan dan perawatannya.

Kerusakan pada sensor maupun sistem kelistrikan motor injeksi terkadang bukan disebabkan oleh masalah besar.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali justru dapat mempercepat kerusakan sejumlah komponen penting.

Sejumlah kesalahan yang kerap dilakukan pemilik motor injeksi dibahas melalui kanal YouTube HND Garage.

Ada empat kebiasaan yang terlihat sepele, tetapi berpotensi menimbulkan masalah pada kendaraan jika terus dilakukan.

Baca Juga: 4 Resep Sambal Pedas yang Bikin Nagih, Cocok Jadi Pelengkap Makan Nasi

1. Memainkan Gas Ketika Mesin Belum Menyala

Kebiasaan memutar tuas gas ketika mesin dalam kondisi mati masih cukup sering dilakukan.

Hal ini biasanya terjadi ketika pemilik sekadar memainkan motor atau ketika kendaraan digunakan anak-anak untuk bermain.

Padahal, sistem sensor gas atau Throttle Position Sensor (TPS) memiliki komponen internal yang bekerja melalui mekanisme gesekan.

Ketika tuas gas terus diputar dalam kondisi mesin mati, bagian dalam sensor dapat mengalami keausan lebih cepat. Padahal, pada kondisi tersebut tidak ada manfaat pembacaan sistem yang diperoleh.

Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, respons gas pada motor berpotensi menjadi kurang optimal.

Dalam kondisi tertentu, sensor bahkan bisa mengalami kerusakan dan memengaruhi kinerja kendaraan saat digunakan.

2. Memasang Aksesori Kelistrikan Tanpa Perhitungan

Menambahkan aksesori kelistrikan memang dapat membuat tampilan maupun fungsi motor menjadi lebih menarik.

Lampu tembak, lampu variasi, hingga klakson dengan daya besar menjadi beberapa aksesori yang banyak digunakan pemilik kendaraan. Namun, pemasangannya tidak boleh dilakukan sembarangan.

Kesalahan menentukan jalur arus listrik atau menyambungkan kabel tanpa memperhatikan sistem kelistrikan kendaraan dapat menimbulkan korsleting atau short circuit.

Risikonya bukan hanya membuat aksesori tidak berfungsi. Arus pendek juga dapat merusak komponen elektronik penting pada motor.

Baca Juga: Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia, Jorge Messi Sosok Penting di Balik Karier Sang Megabintang

Dalam kondisi paling buruk, korsleting dapat memicu kebakaran yang berpotensi membuat sepeda motor mengalami kerusakan parah hingga terbakar.

Karena itu, pemasangan aksesori tambahan sebaiknya memperhatikan kapasitas dan jalur kelistrikan kendaraan serta dilakukan dengan instalasi yang tepat.

3. Menyemprot Bagian Kelistrikan dengan Air Bertekanan Tinggi

Mencuci motor secara rutin memang penting untuk menjaga kebersihan kendaraan.

Namun, penggunaan jet washer atau semprotan air bertekanan tinggi perlu dilakukan dengan hati-hati.

Air bertekanan tinggi sebaiknya tidak diarahkan secara langsung ke sejumlah bagian vital yang memiliki komponen kelistrikan.

Beberapa area yang perlu dihindari antara lain:

Tekanan air yang terlalu kuat berpotensi masuk ke bagian yang seharusnya terlindungi.

Jika terjadi masalah pada konektor atau komponen elektronik, sistem kelistrikan kendaraan dapat terganggu.

Karena itu, ketika mencuci motor, terutama menggunakan jet washer, pemilik perlu mengetahui bagian mana saja yang harus mendapatkan perlakuan lebih hati-hati.

4. Langsung Starter Setelah Kunci Kontak Diputar ke ON

Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan adalah langsung menekan tombol starter sesaat setelah kunci kontak diputar ke posisi ON.

Baca Juga: Bikin Gagal Diet, Resep Hong Kong French Toast, Roti Panggang Isi Peanut Butter yang Creamy

Pada motor injeksi, ketika kontak berada di posisi ON, biasanya terdengar suara dengungan singkat dari sistem fuel pump.

Suara tersebut menandakan pompa bahan bakar sedang bekerja membangun tekanan bensin yang dibutuhkan sistem injeksi.

Karena itu, pemilik motor dianjurkan memberikan waktu beberapa detik setelah kontak dinyalakan.

Tunggu hingga suara dengungan dari fuel pump selesai sebelum menekan tombol starter.

Dengan memberi jeda tersebut, tekanan bahan bakar yang menuju injektor memiliki kesempatan untuk terbentuk dan menjadi lebih stabil sesuai kebutuhan sistem pembakaran mesin.

Kebiasaan sederhana ini juga dapat menjadi bagian dari cara penggunaan motor injeksi yang lebih baik.

Hindari Kebiasaan Sepele agar Motor Tetap Awet

Menjaga motor injeksi agar tetap dalam kondisi baik sebenarnya tidak selalu membutuhkan pengeluaran besar.

Hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kebiasaan sehari-hari ketika menggunakan dan merawat kendaraan.

Baca Juga: Bansos KKS Cair Akhir Pekan, BRI Disebut Banyak Muncul dalam Bukti Transaksi PKH dan BPNT

Menghindari empat kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kondisi sensor, sistem injeksi, dan komponen kelistrikan agar tetap bekerja dengan baik.

Selain memperpanjang usia komponen, cara tersebut juga dapat membantu pemilik kendaraan menghindari risiko kerusakan serius serta biaya perbaikan di bengkel yang jauh lebih besar.

Jadi, jangan anggap sepele kebiasaan kecil saat menggunakan motor injeksi. Perawatan dan penggunaan yang tepat dapat menjadi investasi sederhana agar kendaraan tetap nyaman, aman, dan awet digunakan. (Irsyad/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
motor injeksi sistem teknologi