RADAR BOGOR — Tren penggunaan mobil listrik (Electric Vehicle/EV) maupun Plug-in Hybrid (PHEV) di Indonesia semakin meningkat.
Namun, salah satu perhatian utama para pemilik mobil listrik adalah bagaimana cara menjaga kesehatan dan daya tahan baterai dalam jangka panjang agar kapasitasnya tidak cepat mengalami degradasi.
Dilansir dari kanal YouTube Automotive TOBASA, kunci utama agar baterai mobil listrik tetap awet dan tidak mudah cepat drop terletak pada kebiasaan dan pola pengisian daya (charging) harian yang benar.
AC vs DC Fast Charging: Mana yang Lebih Baik?
Secara umum, mobil listrik dibekali dengan dua opsi jenis pengisian daya, yaitu metode Alternating Current (AC) dan Direct Current (DC):
1. Pengisian Daya AC (Normal Charging)
Merupakan metode pengisian daya standar yang membutuhkan waktu relatif lebih lama. Listrik yang masuk dialirkan secara stabil dan tidak menimbulkan lonjakan suhu ekstrem pada sel baterai.
2. Pengisian Daya DC (Fast Charging)
Baca Juga: Pertalite Bakal Dibatasi, Kendaraan dari Kategori Ini Berpotensi Tak Lagi Bisa Beli BBM Subsidi
Merupakan pengisian daya cepat berdaya tinggi yang biasanya ditemukan di SPKLU. Fitur ini mampu mengisi daya dari kondisi minim hingga 80 persen hanya dalam hitungan menit.
Meski fast charging (DC) sangat praktis saat bepergian jauh, ketergantungan pada pengisian daya DC secara terus-menerus justru berpotensi merusak komponen dalam baterai.
Arus listrik bertekanan tinggi yang masuk ke sel baterai dapat memicu peningkatan suhu secara drastis (overheating).
Jika sel baterai terlalu sering terpapar panas berlebih, kapasitas penyimpanan dan umur pakai baterai akan menurun lebih cepat dari perkiraan.
Tips Perawatan Baterai Mobil Listrik
Untuk mengoptimalkan masa pakai baterai kendaraan listrik Anda, berikut adalah beberapa langkah praktis yang disarankan:
Baca Juga: Pagi Ini Sejumlah Tol Jakarta Macet, Dalkot hingga Jagorawi Dipadati Kendaraan
- Prioritaskan Pengisian Daya AC: Gunakan colokan home charger (AC) untuk pengisian daya harian di rumah.
- Gunakan Fast Charging (DC) Hanya Saat Darurat: Batasi penggunaan fast charging di SPKLU umum dan gunakan hanya saat melakukan perjalanan antarkota atau situasi terdesak.
- Manfaatkan Waktu Istirahat Malam: Lakukan pengisian daya AC pada malam hari sewaktu mobil tidak digunakan, sehingga baterai terisi penuh secara aman dan siap dipakai beraktivitas keesokan harinya.
- Hindari Membiarkan Baterai 0%: Segera isi ulang daya sebelum kapasitas baterai menyentuh titik terendah untuk mencegah stres pada sel baterai.
Dengan menerapkan pola pengisian daya yang tepat, performa dan daya tahan baterai mobil listrik Anda akan tetap prima dan bertahan hingga bertahun-tahun. (Renno/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin