7 Kebiasaan Mengemudi yang Bisa Bikin Mobil Cepat Rusak, Nomor 3 Sering Diabaikan

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:40 WIB
Ilustrasi kebiasaan mengemudi yang membuat mobil cepat rusak. (Foto: pexels.com)
Ilustrasi kebiasaan mengemudi yang membuat mobil cepat rusak. (Foto: pexels.com)

RADAR BOGOR – Menjaga mobil tetap prima bukan hanya soal disiplin melakukan servis.  Cara mengemudi mobil juga memiliki pengaruh besar terhadap usia komponen dan potensi biaya perbaikan.

Mobil yang selalu mendapat perawatan rutin tetap bisa mengalami masalah pada bagian penting, seperti transmisi, sistem pengereman, hingga sistem bahan bakar, apabila digunakan dengan kebiasaan mengemudi yang kurang tepat.

Mengacu pada edukasi dalam ulasan Tips Otomotif Channel, sejumlah perilaku mengemudi yang terlihat sederhana justru dapat mempercepat keausan komponen kendaraan. 

Jika terus dilakukan, kerusakan kecil berpotensi berkembang menjadi masalah besar dengan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Berikut 7 kebiasaan mengemudi yang sebaiknya dihindari agar mobil lebih awet dan tetap aman digunakan.

1. Terus Menginjak Rem Saat Melewati Turunan Panjang

Menempatkan kaki terus di pedal rem ketika melewati turunan panjang dapat meningkatkan suhu pada sistem pengereman.

Baca Juga: Cuma Butuh 3 Hari! Single Jepang ILLIT Sabet Sertifikasi Gold dari RIAJ

Gesekan yang terjadi tanpa jeda antara kampas dan cakram membuat komponen rem mengalami panas berlebihan.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan brake fade, yaitu berkurangnya kemampuan pengereman meskipun pedal sudah diinjak lebih dalam. Situasi ini tentu berbahaya, terutama ketika kendaraan melaju di jalan menurun.

Untuk mengurangi beban rem, pengemudi dapat memanfaatkan engine brake dengan memilih posisi gigi yang sesuai.

Rem tetap digunakan, tetapi hanya ketika memang diperlukan untuk mengendalikan kecepatan.

2. Langsung Menggeber Mesin Setelah Dinyalakan

Mobil keluaran terbaru memang tidak membutuhkan pemanasan mesin dalam waktu lama.

Meski demikian, bukan berarti kendaraan bisa langsung dipacu dengan akselerasi tinggi sesaat setelah mesin menyala.

Ketika mesin masih dingin, oli belum sepenuhnya bersirkulasi ke seluruh bagian yang membutuhkan pelumasan.

Memaksa mesin bekerja keras dalam kondisi tersebut dapat meningkatkan gesekan antar-komponen.

Sebaiknya berikan waktu beberapa saat setelah mesin dinyalakan agar sirkulasi pelumas berjalan dengan baik.

Setelah mulai berkendara, gunakan kecepatan dan putaran mesin secara bertahap hingga mencapai suhu kerja normal.

Baca Juga: PKH BPNT Tahap 3 2026 Belum Masuk KKS, Begini Cara Cek Status dan Penyebabnya

3. Mobil Matic Diparkir di Posisi P Tanpa Rem Tangan

Kebiasaan ini cukup sering dilakukan oleh pengguna mobil transmisi otomatis. Pengemudi langsung memindahkan tuas ke posisi P (Park) tanpa terlebih dahulu mengaktifkan rem tangan.

Padahal, posisi P mengandalkan komponen pengunci bernama parking pawl untuk menahan kendaraan.

Ketika mobil berada di permukaan miring, beban kendaraan dapat memberikan tekanan besar pada komponen tersebut.

Untuk mengurangi beban, pengemudi sebaiknya menginjak pedal rem, mengaktifkan rem tangan terlebih dahulu, kemudian memindahkan tuas transmisi ke posisi P.

4. Mengabaikan Bunyi dan Getaran yang Tidak Wajar

Suara mencicit, ketukan, dengungan, maupun getaran yang tiba-tiba muncul jangan dianggap sebagai gangguan biasa.

Gejala tersebut dapat menjadi indikasi awal adanya komponen kendaraan yang mulai mengalami keausan.

Jika dibiarkan, masalah kecil dapat merembet ke bagian lain. Sebagai contoh, kampas rem yang sudah tipis bisa menyebabkan cakram ikut terkikis.

 Begitu pula bearing yang aus berpotensi menimbulkan kerusakan pada bagian hub roda.

Karena itu, segera lakukan pemeriksaan ketika muncul suara atau getaran yang tidak biasa.

Semakin cepat sumber masalah diketahui, semakin besar peluang kerusakan dapat ditangani sebelum menjadi lebih parah.

Baca Juga: Akhirnya Bansos Tahap 3 Cair Merata Hari Ini, KPM Wilayah Ini Buruan Cek KKS

5. Terlalu Sering Mengerem Mendadak

Pola berkendara stop-and-go dengan akselerasi dan pengereman secara agresif dapat mempercepat keausan komponen pengereman.

Pengereman mendadak yang dilakukan berulang kali juga membuat temperatur rem meningkat.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan kualitas minyak rem.

Gaya smooth driving menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban kendaraan. Pengemudi dapat menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan membaca kondisi lalu lintas sehingga tidak perlu terlalu sering melakukan pengereman secara tiba-tiba.

6. Terbiasa Membiarkan Tangki BBM Hampir Kosong

Menunggu sampai indikator bahan bakar berada di level paling rendah sebelum mengisi ulang juga bukan kebiasaan yang baik.

Endapan dan kotoran yang berada di bagian dasar tangki berpotensi ikut tersedot ke sistem bahan bakar.

Selain itu, fuel pump dapat bekerja lebih keras ketika jumlah bahan bakar di dalam tangki sangat sedikit.

Untuk mengurangi risiko tersebut, pengemudi dianjurkan tidak menunggu hingga tangki benar-benar hampir kosong.

Mengisi BBM ketika indikator berada di sekitar seperempat tangki dapat menjadi kebiasaan yang lebih aman.

7. Menjadikan Tuas Persneling sebagai Tempat Beristirahat Tangan

Bagi pemilik mobil manual, meletakkan tangan di atas tuas persneling secara terus-menerus juga sebaiknya dihindari.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2026 Belum Cair, Cek Penyebab dan Solusinya

Tekanan dari tangan yang terus berada di tuas dapat diteruskan ke mekanisme selector dan synchronizer di dalam transmisi.

Dalam penggunaan jangka panjang, kebiasaan tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen gearbox.

Lebih baik kedua tangan tetap berada di lingkar kemudi untuk menjaga kontrol kendaraan.

Tangan baru dipindahkan ke tuas persneling ketika memang diperlukan untuk melakukan perpindahan gigi.

Kebiasaan Berkendara Ikut Menentukan Usia Mobil

Perawatan kendaraan tidak berhenti pada penggantian oli atau servis rutin di bengkel. Cara mengemudi sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi mobil.

Mengurangi kebiasaan buruk di balik kemudi, memperhatikan tanda-tanda kerusakan sejak dini, serta menggunakan kendaraan secara lebih halus dapat membantu memperpanjang usia berbagai komponen.

Dengan memperbaiki kebiasaan kecil mulai sekarang, pemilik mobil juga dapat mengurangi risiko kerusakan berat dan pengeluaran besar untuk perbaikan di kemudian hari. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
mobil mengemudi perawatan