Jangan Tunggu Bermasalah, Begini Cara Cek Minyak Rem Mobil dari Warna dan Levelnya

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 08:20 WIB
Ilustrasi panduan memeriksa minyak rem mobil. (Foto: auto2000.co.id, lifestyle.batampos.co.id , fastnlow.net)
Ilustrasi panduan memeriksa minyak rem mobil. (Foto: auto2000.co.id, lifestyle.batampos.co.id , fastnlow.net)

RADAR BOGOR – Kondisi minyak rem menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan pemilik mobil.

Meski kerap luput dari pemeriksaan, cairan ini memiliki peran penting dalam meneruskan tekanan dari pedal rem menuju kaliper hingga kampas dapat menjepit piringan cakram dan memperlambat laju kendaraan.

Pemeriksaan minyak rem sebenarnya dapat dilakukan sendiri dengan cara sederhana.

Dilansir dari kanal YouTube Alexander Clements, terdapat dua hal utama yang perlu diperhatikan pengendara, yakni ketinggian cairan di reservoir serta warna dan kondisi minyak rem.

Cek Level Minyak Rem di Reservoir

Hal pertama yang perlu diperiksa adalah jumlah minyak rem yang berada di dalam tabung reservoir.

Biasanya, pada bagian dinding reservoir terdapat tanda batas MAX dan MIN sebagai acuan volume cairan.

Baca Juga: Pendaftaran Bansos Makin Mudah, Digitalisasi PKH Pangkas Proses hingga Ratusan Hari

Pastikan posisi minyak rem masih berada dalam rentang yang aman dan tidak turun melewati garis MIN.

Level yang terlalu rendah perlu mendapat perhatian karena dapat mengindikasikan adanya masalah pada sistem pengereman dan berpotensi membuat udara masuk ke dalam jalur rem.

Perhatikan Perubahan Warna Minyak Rem

Selain ketinggian cairan, kondisi minyak rem juga dapat diketahui dengan mengamati perubahan warnanya melalui reservoir. Berikut gambaran umum kondisi minyak rem berdasarkan warna:

Mengapa Minyak Rem Bisa Rusak?

Kualitas minyak rem dapat menurun seiring pemakaian. Salah satu penyebabnya adalah paparan temperatur tinggi yang muncul ketika sistem rem bekerja secara terus-menerus.

Selain itu, minyak rem memiliki sifat higroskopis, yakni mampu menyerap uap air dari lingkungan.

Semakin banyak kandungan air yang terserap, semakin menurun pula kualitas cairan tersebut.

Membiarkan minyak rem dalam kondisi kotor dan terkontaminasi dapat menimbulkan sejumlah risiko terhadap sistem pengereman.

Rem Bisa Kurang Pakem

Salah satu dampak yang dapat dirasakan adalah performa pengereman yang menurun.

Pengemudi mungkin perlu memberikan tekanan pedal lebih dalam atau lebih kuat agar kendaraan dapat berhenti.

Kondisi tersebut tentu tidak boleh disepelekan karena respons rem yang menurun dapat meningkatkan risiko ketika kendaraan harus melakukan pengereman mendadak.

Baca Juga: Digitalisasi Pendaftaran Bansos PKH Diperluas, Presiden Prabowo: Warga Tak Mampu Tak Boleh Bayar

Memicu Korosi pada Komponen Rem

Kandungan air yang terlalu tinggi di dalam minyak rem juga dapat mempercepat proses korosi pada komponen berbahan logam.

Salah satu bagian yang berpotensi terdampak adalah piston kaliper. Jika korosi dibiarkan, kinerja komponen sistem pengereman dapat ikut terganggu.

Risiko Rem Blong

Bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah menurunnya titik didih minyak rem akibat tercampur air.

Saat sistem rem bekerja dan menghasilkan panas tinggi, kandungan air tersebut dapat mendidih dan membentuk gelembung uap di dalam saluran pengereman.

Kondisi yang dikenal sebagai vapor lock ini dapat mengurangi tekanan hidrolik dan berpotensi menyebabkan rem kehilangan daya pengereman atau rem blong.

Karena itu, pemeriksaan minyak rem sebaiknya dilakukan secara rutin sebagai bagian dari perawatan kendaraan.

Penggantian minyak rem dapat dilakukan secara berkala, salah satunya pada kisaran 30.000 hingga 40.000 kilometer, atau lebih cepat apabila kondisi cairan sudah berubah menjadi cokelat pekat.

Baca Juga: Cara Sanggah Penangguhan Bansos PKH BPNT Tahap 3 karena Terindikasi Game Online Terlarang

Pemilik mobil juga perlu memastikan minyak rem yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pabrikan kendaraan, misalnya DOT 3 atau DOT 4.

Dengan rutin memeriksa level dan kondisi minyak rem, pengendara dapat mengetahui lebih awal apabila terdapat tanda-tanda penurunan kualitas pada sistem pengereman sehingga keselamatan berkendara tetap terjaga. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
kampas mobil rem