RADAR BOGOR – Pemilik Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid perlu memahami cara kerja dan perawatan baterai hybrid agar performa kendaraan tetap optimal.
Baterai hybrid ini menjadi bagian penting dalam sistem penggerak, mulai dari posisi pemasangan, mekanisme pendinginan, hingga prosedur ketika baterai mengalami kerusakan.
Pada Toyota Innova Zenix Hybrid tipe G, baterai hybrid ditempatkan secara melintang di bagian bawah jok baris depan.
Komponen tersebut menggunakan baterai jenis NiMH (Nickel-Metal Hydride) yang dilengkapi sistem pendinginan udara.
Udara untuk menjaga temperatur baterai dialirkan melalui kisi-kisi ventilasi yang berada di bawah jok.
Karena itu, bagian ventilasi tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari pemilik kendaraan.
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 Pecah Telur! Rp600 Ribu Mulai Masuk KKS Bank Ini
Baterai Innova Zenix Hybrid Bergaransi 8 Tahun
Baterai hybrid yang digunakan Toyota Innova Zenix memiliki kapasitas 6,5 Ah atau setara dengan sekitar 1,6 kWh.
Toyota menyebut baterai tersebut dirancang memiliki usia penggunaan yang panjang, bahkan dapat mencapai delapan tahun atau lebih dengan penggunaan dan perawatan yang tepat.
Dari sisi perlindungan konsumen, baterai Innova Zenix Hybrid mendapatkan garansi hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer. Masa garansi berlaku berdasarkan batas yang tercapai lebih dahulu.
Setelah kendaraan digunakan selama delapan tahun, tingkat kesehatan baterai atau battery health diperkirakan masih berada pada kondisi yang baik. Penurunannya disebut hanya sekitar 10 persen.
Ganti Baterai Bisa Habiskan Rp30 Jutaan
Apabila baterai mengalami kerusakan di luar cakupan garansi, pemilik kendaraan perlu menyiapkan biaya yang cukup besar.
Baterai tidak diganti secara terpisah berdasarkan sel, melainkan satu unit baterai secara keseluruhan.
Harga baterai baru di bengkel resmi disebut berada di kisaran Rp30 jutaan. Namun, pemilik tidak perlu mengeluarkan biaya apabila kerusakan yang terjadi masih memenuhi ketentuan garansi.
Proses penggantian baterai juga membutuhkan penanganan khusus. Teknisi harus membongkar bagian jok depan dan karpet lantai kendaraan untuk mengakses komponen tersebut.
Selain itu, terdapat kabel berwarna oranye yang merupakan bagian dari sistem kelistrikan bertegangan tinggi.
Penanganannya tidak boleh dilakukan sembarang orang dan harus dikerjakan teknisi yang memiliki sertifikasi untuk menangani kendaraan hybrid.
Baca Juga: PPPK Guru Bakal Punya Jalan Jadi PNS, Seleksi 2027
Karena prosedurnya cukup kompleks, proses penggantian baterai dapat membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari.
Pastikan Ventilasi Baterai Tidak Tertutup
Berbeda dengan komponen kendaraan konvensional yang memerlukan perawatan secara langsung, baterai hybrid tidak membutuhkan perlakuan khusus dalam proses pengisian maupun pelepasan daya.
Sistem komputer kendaraan secara otomatis mengatur proses charge dan discharge baterai sesuai kebutuhan kendaraan. Kendati demikian, bukan berarti pemilik dapat mengabaikan kondisi di sekitar baterai.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah kisi-kisi ventilasi baterai. Ventilasi harus dijaga agar tetap bersih dan tidak terhalang barang atau benda lain.
Kondisi ventilasi yang tertutup dapat menghambat sirkulasi udara untuk pendinginan.
Jika temperatur baterai terlalu tinggi, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kinerja dan mempercepat penurunan kemampuan baterai.
Pengemudi juga dianjurkan menghindari kebiasaan menekan pedal gas secara agresif dan berulang.
Pengeluaran daya baterai atau discharge yang terlalu besar dapat membuat temperatur baterai meningkat.
Baca Juga: Gunung Sagara Garut Bukan Sekadar View Cantik, Jalurnya Bikin Pendaki Harus Siap Fisik
Selain menjaga ventilasi, pemeriksaan rutin di bengkel resmi Toyota tetap diperlukan.
Servis berkala dapat membantu memantau kondisi baterai sekaligus memastikan seluruh sistem hybrid bekerja sebagaimana mestinya.
Dengan perawatan yang tepat, baterai hybrid Toyota Innova Zenix Hybrid diharapkan dapat mempertahankan kinerja dalam jangka panjang dan mengurangi risiko gangguan pada sistem hybrid kendaraan. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin