RADAR BOGOR – Menjaga temperatur mesin kendaraan tetap berada pada kondisi ideal tidak cukup hanya dengan memperhatikan oli.
Sistem pendingin, termasuk cairan radiator atau coolant, juga memiliki peran penting untuk mencegah mesin mengalami panas berlebih.
Karena itu, pemilik mobil perlu mengetahui kapan radiator coolant harus dikuras dan diganti.
Perawatan yang tepat juga dapat membantu melindungi komponen sistem pendingin dari karat dan korosi.
Perwakilan produsen PT Wealthy Indah Perkasa menyarankan pengurasan coolant secara menyeluruh dilakukan secara berkala, yakni setiap 20.000 hingga 30.000 kilometer.
Jangan Terlalu Lama Mengandalkan Air Biasa
Radiator coolant memiliki fungsi yang lebih kompleks dibandingkan sekadar membantu menurunkan temperatur mesin.
Baca Juga: Sejak Dini Hari Tadi Saldo KKS Bertambah Rp600 Ribu! Bansos BPNT Tahap 3 Akhirnya Bergerak
Cairan ini umumnya dilengkapi kandungan yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap karat dan korosi pada komponen sistem pendingin, termasuk bagian berbahan besi maupun aluminium.
Sebaliknya, penggunaan air biasa dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko korosi.
Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan keseimbangan pH di dalam sistem pendingin menjadi tidak ideal.
Salah satu indikasi yang bisa diperhatikan pemilik kendaraan adalah munculnya kerak atau serbuk berwarna putih di bagian tutup radiator.
Kondisi tersebut dapat menjadi pertanda bahwa kemampuan zat kimia dalam coolant mulai menurun.
Kemunculan lumut atau jamur di sistem pendingin juga perlu diwaspadai. Hal itu bisa menunjukkan bahwa kandungan yang berfungsi menghambat pertumbuhan jamur pada coolant sudah tidak bekerja secara maksimal.
Beralih dari Air Biasa ke Coolant? Lakukan Flushing
Pemilik kendaraan yang selama ini menggunakan air biasa juga tidak disarankan langsung menggantinya dengan coolant tanpa memperhatikan kondisi sistem pendingin.
Coolant memiliki kemampuan untuk membantu meluruhkan kerak dan karat yang menempel di bagian dalam sistem pendingin.
Persoalannya, kerak tersebut terkadang justru telah menutup area yang sebelumnya mengalami korosi.
Ketika kerak dibersihkan oleh coolant, bagian yang sudah rapuh atau mengalami korosi dapat kembali terbuka.
Baca Juga: Guru PPPK Daerah Bakal Beralih Jadi Pegawai Pusat, Wamendagri Bima Arya Bilang Begini
Kondisi tersebut berpotensi memunculkan kebocoran pada radiator maupun komponen sistem pendingin lainnya.
Karena itu, sebelum beralih dari air biasa ke coolant, pemilik kendaraan disarankan melakukan radiator flush atau flushing terlebih dahulu.
Proses ini bertujuan membersihkan sistem pendingin dari sisa kerak dan kotoran sebelum cairan coolant baru digunakan.
Warna Coolant Tidak Menentukan Kualitas
Banyak pemilik kendaraan menganggap warna coolant sebagai indikator kualitas atau kemampuan cairan dalam mendinginkan mesin.
Padahal, warna seperti merah, hijau, maupun biru tidak dapat dijadikan patokan utama.
Warna pada coolant lebih banyak digunakan sebagai identitas produk yang mengikuti standar atau kebijakan masing-masing produsen.
Dalam situasi tertentu, coolant dari merek berbeda masih memungkinkan untuk dicampurkan.
Namun, langkah tersebut memiliki risiko membuat karakteristik dan performa coolant tidak bekerja secara optimal.
Karena itu, penggunaan coolant yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan tetap menjadi pilihan yang lebih disarankan.
Wealthy Nano Coolant Gunakan Teknologi Nano
Salah satu produk coolant yang diperkenalkan di pasaran adalah Wealthy Nano Coolant.
Baca Juga: Prediksi Kairat vs Anderlecht di Playoff Liga Europa, Cvetkovic Ancaman Lawan
Produk tersebut menggunakan teknologi nano yang diklaim dapat membantu pelepasan panas secara lebih efektif sekaligus mengurangi potensi terbentuknya endapan mineral maupun kerak di dalam sistem pendingin.
Produk ini juga hadir dalam bentuk ready to use, sehingga pengguna tidak perlu melakukan pencampuran dengan air sebelum digunakan.
Wealthy Nano Coolant dapat digunakan pada kendaraan roda empat maupun sepeda motor.
Dari sisi harga, kemasan 1 liter berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000. Sementara itu, kemasan 5 liter dibanderol sekitar Rp175.000 sampai Rp275.000.
Dengan melakukan penggantian coolant secara berkala, menjaga kebersihan sistem pendingin, serta menggunakan cairan sesuai spesifikasi kendaraan, pemilik mobil dapat membantu menjaga sistem pendingin tetap bekerja optimal.(Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin