RADAR BOGOR – Kaca film mobil memiliki fungsi lebih dari sekadar mempercantik tampilan kendaraan.
Lapisan yang menempel pada kaca tersebut, berperan membantu mengurangi paparan panas matahari sekaligus melindungi bagian dalam kabin dari sinar ultraviolet.
Namun, seperti komponen kendaraan lainnya, kaca film juga memiliki masa pakai. Seiring usia dan frekuensi kendaraan terpapar sinar matahari, kemampuan kaca film dalam memberikan perlindungan dapat mengalami penurunan.
Dilansir dari tips otomotif kanal YouTube Nasmoco Ringroad Solo, pemilik mobil perlu memperhatikan usia penggunaan sekaligus kondisi fisik kaca film.
Hal tersebut penting untuk memastikan kenyamanan dan jarak pandang pengemudi tetap optimal.
Kaca Film Mobil Umumnya Perlu Diganti 5 Tahun Sekali
Secara umum, penggantian kaca film mobil direkomendasikan sekitar lima tahun sekali.
Baca Juga: Status Info GTK Masih Belum Valid? Ini Kesalahan Teknis Sebabkan TPG Terhambat Cair
Namun, usia pakai tersebut dapat berbeda bergantung pada kualitas produk serta seberapa sering kendaraan digunakan dan terpapar sinar matahari.
Paparan panas matahari secara terus-menerus dapat membuat performa kaca film berkurang secara perlahan.
Salah satu kemampuan yang dapat mengalami penurunan adalah daya tolak terhadap sinar inframerah atau infrared rejection dan sinar ultraviolet (UV rejection).
Ketika kemampuan tersebut mulai berkurang, efeknya dapat dirasakan langsung di dalam kabin.
Suhu interior mobil bisa terasa lebih panas meskipun sistem pendingin udara atau AC telah bekerja secara maksimal.
Kenali Ciri Kaca Film Mobil yang Sudah Rusak
Selain melihat usia pemakaian, kondisi fisik juga dapat menjadi indikator kapan kaca film perlu diganti.
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya gelembung udara di antara lapisan kaca dan kaca film.
Kondisi tersebut umumnya terjadi ketika daya rekat atau lem pada kaca film mulai mengalami kerusakan.
Perubahan warna juga perlu menjadi perhatian. Kaca film yang awalnya memiliki warna normal dapat terlihat semakin pudar atau bahkan berubah menjadi warna keunguan.
Tanda lainnya adalah bagian kaca film mulai mengelupas, terutama pada sisi atau bagian tepinya.
Baca Juga: Kampung Adat Urug Bogor, Destinasi Wisata Budaya yang Sarat Kearifan Lokal
Kaca Film Rusak Bisa Ganggu Visibilitas
Kerusakan kaca film sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Selain membuat tampilan kaca menjadi kurang menarik, lapisan yang sudah rusak juga berpotensi mengganggu pandangan pengemudi.
Gangguan visibilitas dapat semakin terasa ketika mobil digunakan pada malam hari atau saat hujan.
Gelembung, perubahan warna, maupun lapisan yang mengelupas dapat membuat pandangan melalui kaca menjadi kurang jelas.
Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak hanya menjadikan usia lima tahun sebagai patokan. Pemeriksaan kondisi kaca film secara berkala juga penting dilakukan.
Jika sudah muncul gelembung, warna berubah, atau lapisan mulai terkelupas, mengganti kaca film dapat menjadi pilihan agar kenyamanan kabin dan visibilitas berkendara tetap terjaga. (Renno/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin