Toyota C+pod, Mobil Listrik Langka di Indonesia yang Cuma Ada 11 Unit, Sekecil Motor!

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:40 WIB
Tampilan mobil listrik Toyota C+pod. (Foto: kanal YouTube den dimas)
Tampilan mobil listrik Toyota C+pod. (Foto: kanal YouTube den dimas)

RADAR BOGOR – Mobil listrik tidak selalu hadir dalam bentuk SUV atau sedan berukuran besar.

Toyota C+pod menjadi salah satu contoh mobil listrik dengan konsep berbeda, mengutamakan dimensi kompak dan mobilitas jarak pendek di kawasan perkotaan.

Kendaraan ultra-compact tersebut turut diulas melalui kanal YouTube Den Dimas. Toyota C+pod merupakan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) dengan status Japanese Domestic Market (JDM).

Menariknya, kendaraan mungil ini bukan model yang dipasarkan secara bebas kepada konsumen.

Di Jepang sekalipun, Toyota C+pod pada awalnya dikembangkan untuk kebutuhan tertentu, terutama skema penyewaan dan operasional dengan jarak tempuh pendek di kawasan perkotaan.

Toyota C+pod Bukan untuk Highway

Toyota merancang C+pod sebagai kendaraan mobilitas perkotaan. Karena karakter dan spesifikasinya, mobil listrik mungil tersebut tidak diperuntukkan melintas di jalan bebas hambatan atau highway.

Baca Juga: Jennie BLACKPINK Rilis Mini Album Fallen Angel, Hadirkan Tiga Lagu

Toyota C+pod kemudian masuk ke Indonesia sekitar 2020–2021. Kehadirannya di Tanah Air bukan sebagai mobil listrik yang dipasarkan secara massal, melainkan bagian dari kegiatan riset dan pengembangan atau Research and Development (R&D) Toyota.

Pengujian tersebut dilakukan untuk mempelajari pola dan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik sebelum Toyota mengembangkan serta memperkenalkan jajaran EV untuk pasar yang lebih luas.

Jumlah Toyota C+pod di Indonesia pun sangat terbatas. Populasinya disebut hanya sekitar 11 unit.

Sebagian unit tersebut pernah ditempatkan di kawasan wisata Nusa Dua, Bali, untuk mendukung layanan kendaraan sewa dengan rute lokal.

Ukuran Toyota C+pod Hanya 2,4 Meter

Salah satu daya tarik terbesar Toyota C+pod adalah ukurannya yang sangat mungil.

Panjang kendaraan ini hanya sekitar 2,4 meter, atau kurang lebih sebanding dengan panjang sepeda motor berukuran besar.

Bobotnya juga tergolong ringan, yakni sekitar 670 kilogram. Karakter tersebut membuat C+pod memiliki konsep yang berbeda dibandingkan kebanyakan mobil listrik yang beredar di pasar.

Pada bagian eksterior, Toyota menggunakan panel bodi yang sebagian besar berbahan plastik.

Mobil ini kemudian menggunakan pelek kaleng berukuran Ring 13 yang dilengkapi dop.

Bagian depan juga memiliki wiper tunggal berukuran besar. Sementara itu, akses menuju aki dapat dibuka langsung dari bagian luar kendaraan.

Baca Juga: Torehkan Prestasi 18 Tahun Berturut-turut, Semen Tiga Roda Raih Top Brand Award 2026

Spesifikasi Toyota C+pod

Toyota C+pod merupakan kendaraan listrik yang dirancang untuk membawa dua orang. Sistem penggeraknya menggunakan konfigurasi roda belakang atau Rear-Wheel Drive (RWD).

Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga maksimal sekitar 13 HP dengan torsi mencapai 50 Nm. Kecepatan kendaraan secara resmi dibatasi hingga 60 km/jam.

Untuk sumber energinya, C+pod dibekali baterai berkapasitas 9 kWh. Sistem pengisian dayanya menggunakan standar Jepang, termasuk konektor J1772 atau Type 1 untuk AC charging serta CHAdeMO.

Pengisian menggunakan perangkat portabel memiliki daya sekitar 3,6 kW. Dalam kondisi berdasarkan klaim pabrikan, Toyota C+pod mampu menempuh jarak hingga 150 kilometer. 

Namun, angka tersebut dapat berubah cukup signifikan dalam penggunaan sehari-hari.

Salah satu faktor yang berpengaruh adalah penggunaan Air Conditioner (AC). Ketika AC digunakan, jarak tempuh riil kendaraan disebut dapat turun hingga sekitar 70 kilometer.

Bahkan, setiap peningkatan tingkat hembusan AC diperkirakan dapat mengurangi jarak tempuh sekitar 10 kilometer.

Interior Sederhana, Fitur Tetap Lengkap

Dimensi Toyota C+pod memang sangat kecil, tetapi bukan berarti aspek keselamatan dan ergonominya diabaikan.

Kabin kendaraan dua penumpang ini sudah dilengkapi sejumlah fitur, antara lain dual airbags, heated seats untuk pengemudi dan penumpang, power window, serta spion elektrik.

Konsep interiornya dibuat sederhana dan fungsional. Parking brake menggunakan mekanisme injak yang ditempatkan di area kaki, sementara bagian headliner hadir dengan warna gelap.

Baca Juga: Cek Hp Sekarang, Ini Ciri-ciri KPM yang Berhak Terima Bansos Susulan Rp1,5 Juta

Pengaturan ruang juga dibuat fleksibel. Kursi dapat dilipat sehingga akses menuju area bagasi belakang menjadi lebih mudah ketika pengguna membutuhkan ruang tambahan.

Namun, sisi hiburan pada C+pod terbilang minimalis. Kendaraan ini belum dilengkapi head unit maupun speaker bawaan.

Lincah di Jalan Sempit

Dengan dimensi pendek dan wheelbase yang juga sangat ringkas, Toyota C+pod menawarkan kemampuan manuver yang menjadi salah satu keunggulannya.

Kendaraan ini dapat berputar dengan sangat lincah sehingga cocok digunakan di jalan perkotaan yang sempit maupun area parkir dengan ruang terbatas. Apalagi, C+pod tidak menggunakan Electric Power Steering (EPS).

Meski demikian, tenaga 13 HP membuat karakter kendaraan ini memang lebih cocok untuk mobilitas jarak dekat.

Toyota C+pod bukan dirancang sebagai kendaraan untuk perjalanan antarkota, melainkan sebagai micro-mobility yang mengutamakan efisiensi dan kepraktisan.

Keberadaan hanya 11 unit di Indonesia juga membuat Toyota C+pod menjadi salah satu mobil listrik yang sangat langka di Tanah Air.

Konsepnya yang unik, dimensi superkompak, serta jumlah unit yang terbatas menjadikan kendaraan ini berbeda dari mayoritas mobil listrik yang saat ini beredar di Indonesia. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
mobil listrik suv toyota