BAIC BJ40 Ridwan Hanif Pulang dari Aceh Usai 9 Bulan Misi Kemanusiaan, Siap Jadi Mobil Rally Raid

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:20 WIB
BAIC BJ40 The Champion Pulang ke Klaten usai jalani misi kemanusiaan di Aceh. (Ffoto: Kanal YouTube Ridwan Hanif)
BAIC BJ40 The Champion Pulang ke Klaten usai jalani misi kemanusiaan di Aceh. (Ffoto: Kanal YouTube Ridwan Hanif)

RADAR BOGOR — BAIC BJ40 “The Champion” yang digunakan kreator konten otomotif Ridwan Hanif untuk mendukung misi kemanusiaan di Aceh akhirnya kembali ke Pulau Jawa.

Setelah sekitar sembilan bulan berada di Aceh, SUV off-road tersebut kini tiba di Markas Klaten, Jawa Tengah, setelah menuntaskan berbagai tugas operasional untuk yayasan yang bergerak dalam penanganan bencana.

Kendaraan yang sebelumnya sempat digunakan dalam berbagai kegiatan pendukung dan perjalanan road trip itu dikirim ke Aceh sejak akhir tahun lalu.

Setelah menyelesaikan tugasnya, BAIC BJ40 kembali menempuh perjalanan darat dari Sumatra menuju Jawa.

Perjalanan tersebut dipercayakan kepada Bima atau yang dikenal sebagai Backpacker Tinggi, seorang pengemudi sekaligus kreator konten.

Tempuh Lintas Sumatra Selama 14 Hari

Perjalanan membawa BAIC BJ40 dari Medan menuju Pulau Jawa berlangsung selama kurang lebih 14 hari.

Baca Juga: Sedjuk Bakmi dan Kopi, Pilihan Baru untuk Lunch dan Quality Time di CCM

Dalam perjalanan tersebut, kendaraan melintasi delapan kota besar di Sumatra sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jawa.

SUV dengan mesin bensin itu menghabiskan biaya bahan bakar sekitar Rp7,2 juta selama perjalanan lintas pulau tersebut.

Rute yang dilewati tidak seluruhnya mudah. BAIC BJ40 harus melewati berbagai kondisi jalan, termasuk medan berbatu dan jalur ekstrem.

Meski digunakan secara intensif, kondisi bodi kendaraan secara umum masih tergolong baik.

Lapisan Paint Protection Film (PPF) disebut membantu melindungi permukaan bodi dari berbagai gesekan selama perjalanan.

Namun, penggunaan kendaraan di wilayah bencana tetap meninggalkan sejumlah tanda.

Beberapa komponen pendukung aktivitas off-road, termasuk seling winch, mengalami goresan dan sedikit korosi akibat pemakaian berat di lapangan.

Mesin Bensin Jadi Keuntungan Saat Solar Langka

Penggunaan mesin bensin menjadi salah satu hal yang cukup menonjol selama perjalanan panjang dari Sumatra menuju Jawa.

Dalam perjalanan tersebut, tim Ridwan Hanif menemukan kondisi antrean kendaraan untuk mendapatkan Solar yang cukup panjang di sejumlah SPBU di Sumatra.

Situasi tersebut menjadi salah satu keuntungan bagi BAIC BJ40 karena menggunakan bahan bakar bensin.

Baca Juga: Yesaya Saudale Kembali ke Pelita Jaya, Bawa Pengalaman dan Gelar Most Improved Player

Tim tidak perlu menghadapi antrean panjang kendaraan diesel yang bahkan membuat sebagian pengemudi harus menunggu hingga menginap di area SPBU.

Dengan begitu, penggunaan mesin bensin membantu tim menghemat waktu ketika menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Medan menuju Jawa.

BAIC BJ40 Akan Diubah untuk Rally Raid

Kembalinya BAIC BJ40 ke Jawa bukan berarti kendaraan tersebut akan langsung berhenti dari aktivitasnya. Ridwan Hanif telah menyiapkan rencana modifikasi untuk kendaraan tersebut.

BAIC BJ40 akan dibawa ke Lamban Garage untuk mendapatkan sejumlah perangkat pendukung keselamatan.

Salah satu ubahan yang direncanakan adalah pemasangan roll bar serta perlengkapan keselamatan balap.

Modifikasi tersebut disiapkan untuk mengikuti kejuaraan Indonesia Rally Raid Adventure (IRA) yang rencananya berlangsung pada akhir tahun.

Untuk sektor mesin, tim tidak berencana melakukan perubahan besar. Mesin standar bawaan pabrik akan tetap dipertahankan karena dinilai telah memiliki kemampuan yang cukup untuk digunakan dalam kompetisi.

Perubahan yang direncanakan hanya bersifat minor, salah satunya pada sistem pembuangan atau knalpot.

Menariknya, setelah mengikuti ajang rally raid, BAIC BJ40 tetap akan mempertahankan fungsi utamanya sebagai kendaraan rescue.

Dengan sejumlah peningkatan keselamatan, kendaraan tersebut diharapkan dapat kembali digunakan untuk membantu penanganan bencana.

Baca Juga: Ariel Tatum Resmi Ganti Nama Jadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini, Ini Alasan di Baliknya

Dari Kendaraan Rescue hingga Penakluk Medan Ekstrem

Perjalanan BAIC BJ40 “The Champion” selama menjalankan misi kemanusiaan di Aceh memperlihatkan bahwa SUV off-road tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan rekreasi maupun gaya hidup.

Kendaraan tersebut juga mampu mendukung aktivitas kemanusiaan di wilayah dengan kondisi medan yang berat.

Perjalanan panjang melintasi Sumatra sekaligus menjadi pengalaman yang menunjukkan daya tahan dan kemampuan BAIC BJ40 menghadapi berbagai kondisi jalan.

Rencana mengubah kendaraan tersebut menuju spesifikasi rally raid juga menjadi langkah lanjutan untuk meningkatkan kemampuan serta perlindungan kendaraan ketika menghadapi medan ekstrem dalam kompetisi.

Dengan tambahan perangkat keselamatan, BAIC BJ40 diharapkan tetap memiliki kemampuan untuk digunakan dalam ajang balap sekaligus siap kembali menjalankan tugas kemanusiaan sebagai kendaraan rescue ketika dibutuhkan di wilayah terdampak bencana. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
BAIC BJ40 Ridwan Hanif aceh