Rem Belakang Motor Kadang Pakem, Kadang Blong? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 22:45 WIB
Tampilan rem belakang tromol pada motor. Foto: Kanal Youtube @rumahkusurgakuchannel
Tampilan rem belakang tromol pada motor. Foto: Kanal Youtube @rumahkusurgakuchannel

RADAR BOGOR – Pernah mengalami rem belakang motor yang tiba-tiba kurang pakem atau blong, padahal setelan kawat tidak berubah dan kampas rem masih cukup tebal?

Jangan buru-buru mengganti komponen rem motor dengan yang baru. Kondisi pengereman yang kadang pakem tetapi di lain waktu terasa keras atau kurang menggigit bisa disebabkan masalah sederhana pada sistem pengungkit rem, khususnya bagian paha rem pada sistem tromol.

Gangguan seperti ini cukup sering membingungkan pengendara. Saat diperiksa, baut penyetel masih berada pada posisi semula dan kampas rem motor pun belum menunjukkan keausan berlebihan. Namun, performa pengereman tetap terasa tidak konsisten.

Baca Juga: 8 Bulan Pascabencana, Relokasi 40 KK Korban Pergerakan Tanah Sukamakmur Bogor Masih Terkendala Lahan

Salah satu penyebabnya adalah kelonggaran pada komponen paha rem atau brake arm. Komponen tersebut berfungsi sebagai pengungkit yang meneruskan tekanan untuk mendorong sepatu rem ke bagian dalam tromol.

Paha Rem Bisa Oblak karena Usia

Seiring bertambahnya usia kendaraan, poros paha rem dan bagian dudukannya pada tutup tromol dapat mengalami keausan akibat gesekan yang terjadi terus-menerus.

Ketika bagian tersebut mulai longgar atau oblak, gerakan pengungkit tidak lagi presisi. Posisi kampas pun dapat berubah sehingga bidang cengkeraman terhadap tromol tidak selalu sama.

Akibatnya, pengereman bisa terasa berbeda-beda. Pada kondisi tertentu rem masih terasa pakem, tetapi pada kesempatan lain daya pengeremannya berkurang.

Baca Juga: Selamatkan Anak yang Tenggelam, Pria di Rancabungur Bogor Meninggal Dunia

Selain faktor usia, keausan juga dapat terjadi lebih cepat apabila pemasangan komponen sebelumnya kurang presisi. Gesekan yang tidak merata pada bagian poros maupun dudukan dapat membuat celah semakin melebar.

Bisa Diperbaiki, Tak Selalu Harus Ganti Komponen Mahal

Jika kelonggaran pada poros atau dudukan paha rem sudah parah, mengganti komponen yang aus merupakan pilihan paling aman. Paha rem umumnya relatif terjangkau, sementara penggantian tutup tromol belakang bisa membutuhkan biaya lebih besar.

Namun, pada kondisi tertentu, terdapat solusi sementara yang dapat digunakan untuk mengurangi kelonggaran. Salah satunya dengan memanfaatkan lembaran seng tipis sebagai ganjal pada bagian poros paha rem.

Baca Juga: Bikin Juri Terkejut! Inovasi Pelajar SMP Bogor di BIA 2026 Dinilai Sudah Berpikir Kritis

Caranya, paha rem terlebih dahulu dilepas dari poros dudukannya. Setelah itu, lembaran seng dipotong tipis dan digunakan untuk mengisi celah antara poros dan dudukan.

Ketebalan ganjal perlu disesuaikan dengan tingkat kelonggaran agar paha rem kembali terpasang dengan pas. Setelah dipasang kembali, pastikan komponen tidak lagi bergoyang atau oblak.

Trik tersebut pada dasarnya bertujuan mengembalikan posisi paha rem agar lebih presisi sehingga gerakan pengungkit sepatu rem menjadi lebih stabil.

Meski begitu, perbaikan menggunakan ganjal hanya layak dipandang sebagai solusi sementara, bukan pengganti perbaikan komponen yang sudah aus parah. Sistem pengereman merupakan bagian vital keselamatan, sehingga pemeriksaan dan perbaikan sebaiknya dilakukan oleh mekanik yang kompeten.

Baca Juga: Kemah Karakter SMA Kosgoro Bogor, Cara Seru Bentuk Siswa Disiplin, Religius, dan Berjiwa Pemimpin

Dengan mengetahui penyebab sederhana seperti paha rem yang oblak, pengendara dapat lebih cepat menemukan sumber masalah ketika performa rem belakang mulai tidak konsisten.

Yang terpenting, jangan mengabaikan rem yang terasa berubah-ubah. Segera lakukan pemeriksaan sebelum motor kembali digunakan untuk perjalanan. (Irsyad/Unpak)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
motor rem rem blong