RADAR BOGOR - Legenda Dunia Balap Indonesia Rifat Sungkar mengungkapkan pendapatnya terkait jenis mesin mobil yang paling pas digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Rifat menjelaskan, tidak ada teknlogi yang tujuan perkembangannya menjadi lebih buruk dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Pasti akan lebih baik," tegasnya.
Rifat mengungkapkan, saat ini perkembangan teknologi electric vehicle (EV) terus ditingkatkan.
"Orang bilang EV akan menggantikan bensin. Kalau gue bilang, gue engga setuju," tambahnya.
Baca Juga: Saldo KKS Naik Lagi! Ada Pencairan Bansos PKH BPNT Susulan hingga Rp975 Ribu September
Menurut Rifat hal sama seperti bensin yang kemudian ditemukan diesel.
"Tidak bisa menggantikan bensin, tapi melengkapi karena beda konsepnya. EV juga melengkapi pilihan baru, ada juga hybrid dan lain-lain," tambahnya.
Karakteristik mesin diesel memiliki rotasi per minute (RPM) yang rendah, namun mempunyai tenaga yang besar sekali.
"Orang yang suka tenaga pasti sukanya diesel. Peruntukannya untuk alat-alat berat seperti truk, kapal, genset," jelasnya.
Perkembangan mesin diesel juga semakin canggih, yang dulu hanya digunakan untuk kebutuhan industr, sekarang bisa dipakai mobil harian.
"Jadilah ada pilihan mobil diesel. Sementara itu, mobil bensin dulu mesinnya gede-gede cc-nya, sekarang kecil-kecil cc-nya," ungkap Rifat Sungkar.
Suami dari aktris Sissi Priscilla ini menerangkan, hal tersebut terjadi karena teknologi yang semakin efisien.
"Lalu sekarang juga ada EV atau hybrid. Jadi, masing-masih teknologi ini sebetulnya adalah solusi," tandasnya.
Baca Juga: Sopir Angkot Geruduk Balai Kota Bogor, Dedie Rachim: Penataan Transportasi Tetap Mengacu Perda
Apakah Mobil EV akan Menggantikan Mobil Bensin?
Rifat Sungkar berpendapat, EV tidak akan menggantikan mobil jenis bensin.
"Kalau menurut gue, enggak," tegasnya.
Rifat menambahkan, EV hadir bukan untuk menghapus teknologi lain, tetapi untuk melengkapi pilihan yang sesuai dengan kebutuhan manusia.
"Karena kebutuhan dan kondisi setiap orang berbeda-beda. Bahkan masih banyak orang yang merasa penggunaan EV agak merepotkan atau belum cocok dengan aktivitas mereka sehari-hari," lanjutnya.
Rifat menceritakan, selama bertahun-tahun menggunakan jenis mobil dengan mesin diesel untuk kebutuhan sehari-hari.
"Dulu orang menganggap mesin diesel itu berisik, kasar, lambat, dan tidak bertenaga. Tapi teknologi terus berkembang.
Sekarang diesel bisa menjadi sangat smooth, nyaman, sekaligus punya tenaga dan torsi yang besar," terangnya.
Rifat menuturkan, semua teknologi terus berkembang mengikuti perubahan zaman, termasuk menghadapi harga dan ketersediaan energi yang terus berfluktuasi.
"Kita semua pasti punya pilihan masing-masing. Ada yang paling cocok dengan mobil bensin, diesel, hybrid, PHEV, atau full EV.
Semuanya punya kelebihan dan kekurangan," pungkasnya.
Baca Juga: Alumni PPOPM Bogor Tembus Timnas, 2 Atlet Taekwondo Siap Berlaga di Korea Selatan
Komentar Warganet
Sejumlah warganet mengungkapkan jenis mesin kendaraan yang digunakan dan alasannya.
"Saya sedang mencoba jadi kaum PHEV udah hampir setahunan," tutur pemilik akun @bakso_sapi_sriwijaya.
"Mesin 4g63 non T generasi pertama yang masih rwd, nempel di galant sigma aku, 2000cc tapi irit ngisi pertalite 300rb kenyang, ga pusing mikir cicilan, ga mogokan, mau kemana juga ayo, pajak murah, walaupun tahun 82 dipake2 masih keliatan keren," ungkap pemilik akun @surragi.
"Klo buat harian jarak dekat ev paling enak, tapi klo sering kluar kota ya PHEV lebih enak... Tapi klo banyak duit, tetep ICE turbo paling enak buat harian dan kluar kota," kata pemilik akun @mardhahusnie
Editor : Siti Dewi YantiSumber : instagram Rifat Sungkar