Jangan Asal Isi BBM Mobil! Ini 7 Kesalahan yang Bisa Bikin Boros dan Merusak Komponen

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi pengisian BBM pada mobil. (Foto: Kanal YouTube Tips Otomotif Channel)
Ilustrasi pengisian BBM pada mobil. (Foto: Kanal YouTube Tips Otomotif Channel)

RADAR BOGOR – Mengisi BBM mobil memang menjadi aktivitas rutin yang dilakukan hampir setiap pengendara.

Meski terlihat sederhana, cara pengisian BBM yang keliru ternyata dapat menimbulkan masalah pada kendaraan jika terus dilakukan.

Sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele bahkan berpotensi memengaruhi kinerja pompa bensin, sistem evaporasi, hingga efisiensi konsumsi bahan bakar. Karena itu, pemilik mobil perlu memperhatikan beberapa hal ketika mengisi BBM.

Tips tersebut diulas melalui kanal YouTube Tips Otomotif Channel yang membagikan sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari pengendara ketika mengisi BBM.

1. Jangan Tunggu Tangki Sampai Hampir Kosong

Salah satu kebiasaan yang sebaiknya mulai ditinggalkan adalah membiarkan indikator BBM berada di titik paling rendah sebelum melakukan pengisian.

Ketika volume bahan bakar terlalu sedikit, pompa bensin dapat bekerja lebih berat dan kehilangan pendinginan yang berasal dari bahan bakar di dalam tangki.

Baca Juga: Jangan Beli Mobil Baru Sembarangan! Ini 5 Trik Dapat Diskon Besar dan Unit Lebih Cepat

Selain itu, endapan atau kotoran yang berada di bagian dasar tangki berpotensi ikut tersedot masuk ke sistem bahan bakar ketika volume BBM sangat rendah.

Untuk mengurangi risiko tersebut, pengendara disarankan melakukan pengisian ulang ketika indikator bahan bakar sudah berada di sekitar seperempat tangki.

Pemilihan jenis BBM juga tidak kalah penting. Gunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai rekomendasi produsen dan tercantum dalam buku manual kendaraan untuk membantu mencegah munculnya gejala knocking atau ngelitik pada mesin.

2. Hindari Mengisi BBM Sampai Meluber

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tetap menambahkan BBM setelah nosel SPBU secara otomatis berhenti mengalirkan bahan bakar.

Fitur auto cut-off pada nosel sebenarnya menjadi penanda bahwa pengisian sudah mencapai batas yang aman.

Memaksakan tambahan bahan bakar hingga tangki terlalu penuh justru dapat menimbulkan masalah.

Bahan bakar yang berlebihan dapat mengganggu komponen pengelolaan uap bahan bakar dan berpotensi memengaruhi sistem kontrol emisi pada kendaraan modern.

Karena itu, sebaiknya pengisian dihentikan ketika nosel sudah melakukan pemutusan aliran secara otomatis.

3. Selalu Matikan Mesin Saat Mengisi BBM

Aspek keselamatan juga perlu menjadi perhatian ketika berada di area SPBU. sebelum proses pengisian dimulai, pastikan mesin kendaraan sudah dimatikan.

Kebiasaan tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan selama pengisian bahan bakar.

Baca Juga: SPM Muncul di SIKS-NG! KPM Exclude Berpeluang Terima Bansos PKH Lagi September

Pengendara juga sebaiknya tidak sibuk menggunakan ponsel ketika proses pengisian berlangsung.

Tetap fokus dan memperhatikan kondisi sekitar dapat membantu mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Pastikan Tutup Tangki Terkunci Rapat

Setelah pengisian BBM selesai, jangan langsung meninggalkan SPBU. Periksa kembali tutup tangki dan pastikan sudah terpasang dengan benar serta terkunci sempurna.

Tutup tangki yang tidak rapat dapat menyebabkan sistem kendaraan mendeteksi adanya kebocoran uap bahan bakar.

Pada mobil modern, kondisi tersebut bahkan dapat memicu munculnya indikator check engine di panel instrumen karena sistem evaporasi mendeteksi adanya kebocoran.

5. Waspadai Bau BBM Setelah Pengisian

Apabila setelah mengisi bahan bakar muncul aroma BBM yang sangat kuat dan tidak kunjung hilang, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap normal.

Bau bahan bakar yang menetap dapat menjadi tanda adanya masalah atau kebocoran pada sistem bahan bakar maupun salurannya.

Pengendara sebaiknya segera melakukan pemeriksaan dan tidak menunda pengecekan jika indikasi tersebut terus muncul.

Bila diperlukan, kendaraan dapat dibawa ke bengkel untuk memastikan sumber masalah dan mencegah risiko yang lebih serius.

6. Simpan dan Periksa Struk Pembayaran

Hal sederhana lainnya yang juga disarankan adalah memastikan struk transaksi pengisian BBM tidak tertinggal.

Baca Juga: Lisa BLACKPINK Siap Rilis Single SaWaDiKa, Jadi Pembuka Menuju EP Press Play

Struk dapat menjadi bukti transaksi sekaligus membantu pengendara mencatat jumlah bahan bakar yang dibeli dan biaya yang dikeluarkan.

Kebiasaan tersebut juga dapat membantu ketika pengendara ingin memantau pola konsumsi BBM kendaraan dari waktu ke waktu.

7. Hindari Isi BBM Saat Truk Tangki Sedang Bongkar Muatan

Pengendara juga disarankan mempertimbangkan waktu ketika melakukan pengisian di SPBU.

Sebaiknya hindari mengisi BBM ketika truk tangki sedang melakukan proses penyaluran bahan bakar ke tangki penyimpanan SPBU.

Proses tersebut berpotensi membuat endapan yang berada di dasar tangki penyimpanan teraduk.

Kondisi ini dikhawatirkan meningkatkan kemungkinan kotoran ikut terbawa dalam proses pengisian bahan bakar.

Kebiasaan Isi BBM yang Benar Bantu Jaga Performa Mobil

Cara mengisi BBM yang tepat sebaiknya dibarengi dengan perawatan kendaraan secara rutin.

Pemeriksaan komponen seperti filter bahan bakar, injektor, dan pompa bensin menjadi bagian penting untuk menjaga sistem pembakaran tetap bekerja optimal.

Baca Juga: BLT Dana Desa Rp900 Ribu Cair Hari Ini, Simak Panduan Reaktivasi KPM Exclude

Dengan menghindari kebiasaan buruk saat mengisi bahan bakar dan melakukan perawatan sesuai jadwal, pemilik kendaraan dapat membantu menjaga performa mesin, mempertahankan efisiensi konsumsi BBM, sekaligus memperpanjang usia berbagai komponen mobil.

Jadi, meskipun mengisi BBM terlihat sebagai aktivitas sederhana, kebiasaan yang tepat tetap diperlukan agar kendaraan tetap aman, efisien, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang. (Angga/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
mobil bbm kendaraan