Jangan Sampai Salah Alur, Ini Cara Aman Menyilet Ban Gundul Ala Mekanik

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 21:31 WIB
Ilustrasi ban yang disilet (ilustrasi Gemini AI)
Ilustrasi ban yang disilet (ilustrasi Gemini AI)

RADAR BOGOR - Kebiasaan menyilet ban atau mengalur ulang ban motor yang mulai gundul masih banyak dilakukan masyarakat Indonesia demi menghemat pengeluaran, terutama saat kondisi ekonomi sedang ketat. 

Namun di balik kebiasaan tersebut, tersimpan bahaya besar jika proses penyiletan ban dilakukan secara sembarangan, karena berpotensi menyebabkan ban meledak saat digunakan berkendara di jalan raya.

Menyilet ban sebenarnya bukan praktik yang dilarang sepenuhnya, asalkan dilakukan dengan teknik dan pemahaman yang tepat mengenai struktur alur ban itu sendiri. 

Baca Juga: Ban Motor Sudah Gundul? Ini 2 Cara Mudah Mengecek Tanda Ban Wajib Diganti

Fungsi alur atau groove pada ban memiliki peran vital, yaitu membuang genangan air agar tidak licin saat kondisi jalan basah, sekaligus berfungsi sebagai pendingin ketika suhu jalan sedang panas akibat gesekan dan cuaca terik.

Kenali Dua Jenis Alur pada Ban Sebelum Disilet

Mengutip dari kanal YouTube Aris oto man, sebelum melakukan proses penyiletan, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami bahwa alur pada ban terbagi menjadi dua jenis, yaitu alur utama dan alur tambahan. 

Alur utama merupakan bagian yang paling besar dan paling dalam pada permukaan ban, di mana biasanya terdapat empat alur utama pada satu ban.

Baca Juga: Ada Perubahan Desil September 2026! Warga Desil 5-10 Bisa Masuk Sasaran Bansos PKH BPNT

Di dalam alur utama inilah terdapat komponen bernama Tread Wear Indicator (TWI) atau batas keausan ban, yang berfungsi sebagai penanda kapan ban sudah harus diganti. 

Ketika permukaan telapak ban sudah mulai sejajar dengan tanda TWI, itu artinya kondisi ban sudah benar-benar aus dan berada dalam kategori berbahaya untuk terus digunakan.

Titik Krusial: Jangan Sentuh Alur Utama

Poin paling penting yang wajib dipahami sebelum menyilet ban adalah larangan keras untuk mengalur ulang pada bagian groove atau alur utama ban. 

Baca Juga: Kuliner di Eskopi Bogor, Bukan Cuma Kopi, Ada Dimsum Mandi Keju yang Wajib Dicoba

Melakukan penyiletan di area ini sangat berisiko membuat ban mudah meledak, karena proses tersebut akan mengurangi ketebalan dinding utama ban secara signifikan.

Solusi yang tepat dan aman adalah dengan hanya mendalamkan alur tambahan yang berukuran lebih kecil, biasanya terletak di bagian pinggir maupun tengah telapak ban. 

Alur tambahan ini umumnya memiliki kedalaman sekitar 50 hingga 75 persen dari alur utama, sehingga masih tergolong aman untuk didalamkan hingga mencapai kedalaman 75 hingga 100 persen tanpa mengurangi ketebalan dinding utama ban.

Teknik Aman Menyilet Ban agar Performa Tetap Prima

Proses penyiletan pada alur tambahan ini bisa dilakukan secara menyeluruh, baik pada bagian samping kanan, samping kiri, maupun bagian tengah telapak ban. 

Penggunaan alat pengalur atau silet ban juga perlu diperhatikan ukurannya, di mana disarankan menggunakan ketebalan alat sekitar 2 milimeter atau lebih kecil dibandingkan ukuran alur utama ban.

Dengan teknik yang tepat pada bagian telapak ban saja, tanpa menyentuh dinding utama, performa ban tetap dapat terjaga dengan baik, baik saat digunakan di jalan basah maupun jalan kering. 

Aspek keselamatan berkendara pun tetap terjamin selama proses penyiletan dilakukan sesuai kaidah yang benar.

Sebaliknya, penyiletan ban yang dilakukan secara asal-asalan hingga membabat habis tanda TWI justru sangat berisiko dan rawan menyebabkan ban meledak saat digunakan di jalan raya. 

Oleh karena itu, masyarakat yang ingin memperpanjang usia pakai ban melalui teknik penyiletan disarankan untuk benar-benar memahami perbedaan antara alur utama dan alur tambahan, demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.***

Editor : Eka Rahmawati
Sumber : YouTube Aris oto man
ban suntikan Ban silet bahaya Ban Silet menyilet ban motor otomotif