Bukan Baterai Utama, Ini Biang Kerok Mobil Listrik Sering Mogok Mendadak di Indonesia

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 05:44 WIB

 

ilustrasi mobil listrik mogok (youtube mobilkita)
Ilustrasi mobil listrik mogok. (Youtube Mobilkita)

RADAR BOGOR - Fenomena mobil listrik atau EV mendadak mogok, sistem error, hingga tidak bisa dicas kembali belakangan ini banyak dikeluhkan konsumen di Indonesia.

Penyebab utama dari sebagian besar kasus tersebut bukanlah kerusakan pada baterai utama berkapasitas besar, melainkan komponen kecil yang jarang dibahas produsen, yaitu aki 12 volt.

Mengutip dari kanal Youtube Mobilkita, minimnya edukasi dari produsen EV kepada konsumen baru disebut menjadi akar masalah yang membuat banyak pemilik mobil listrik terjebak dalam situasi tak terduga di jalan.

Baca Juga: Berawal dari Ajakan Ayah, Siswi SMAN 8 Kota Bogor Kini Jadi Juara Nasional Menembak

Popularitas mobil listrik di Indonesia memang tengah berada di puncaknya. Ajang GIIAS 2026 lalu menjadi bukti nyata, yang mana Toyota masih memimpin dengan perolehan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) tembus lebih dari 6.000 unit, tetapi disusul ketat oleh brand-brand EV seperti BYD, Chery, dan Wuling di posisi berikutnya.

Faktor value for money menjadi alasan utama masyarakat kepincut membeli EV, karena dengan budget ratusan juta rupiah, konsumen sudah bisa mendapatkan mobil dengan fitur canggih, head unit besar, dan interior yang terasa premium, bahkan tanpa bantuan subsidi pemerintah sekalipun.

Kasus Parkir Paralel Jadi Sorotan

Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap EV, muncul persoalan serius terkait minimnya edukasi dari pihak produsen kepada konsumen.

Baca Juga: Alhamdulillah, KPM Ini Cair Lagi Bansos Saldo Masuk KKS, Cek Nominalnya Bervariasi

Lebih dari 80 persen pembeli EV pada periode 2025-2026 merupakan konsumen baru yang pertama kali memiliki mobil listrik, sehingga banyak yang beranggapan perbedaan EV dengan mobil bensin hanya terletak pada jenis mesinnya saja.

Kasus yang sempat viral melibatkan seorang pemilik mobil listrik Hyundai Ioniq 5 menjadi contoh. Masalah muncul ketika mobil ditinggalkan dalam posisi netral (N) untuk keperluan parkir paralel selama sekitar satu minggu, hingga akhirnya sistem kendaraan mengalami error.

Pihak dealer pun sempat memberikan tanggapan yang menegaskan bahwa tidak ada satu pun merek yang berani menjamin keamanan sistem parkir paralel dalam jangka waktu lama.

Baca Juga: Jangan Asal Isi BBM Mobil! Ini 7 Kesalahan yang Bisa Bikin Boros dan Merusak Komponen

Aki 12 Volt, Komponen Kecil dengan Peran Sangat Vital

Berbeda dengan mobil berbahan bakar konvensional, sebagian besar EV saat ini menggunakan sistem transmisi single speed tanpa tuas gigi fisik, di mana seluruh perpindahan mode dikendalikan secara digital.

Ketika mobil berada di posisi Park (P), aliran listrik ke motor penggerak akan terputus total. Namun saat berada di posisi Netral (N), mobil tetap dalam kondisi standby dan aliran listrik tetap berjalan, bukan disuplai dari baterai utama berkapasitas besar, melainkan dari aki 12 volt.

Jika mobil dibiarkan dalam posisi netral terlalu lama, aki 12 volt inilah yang akan mengalami tekor terlebih dahulu.

Baca Juga: Karunia Baru Vegetarian Restaurant, Nikmati Sensasi 'Daging' Tanpa Bahan Hewani di Bogor, Cocok untu

Gejala yang muncul pun beragam, mulai dari fitur fast charging yang tidak berfungsi, head unit mati total, pintu tidak bisa dibuka menggunakan remote, rem tangan terkunci, hingga yang paling parah adalah matinya sistem pendingin baterai utama yang berisiko menyebabkan baterai mengalami overheat. 

Banyak pemilik EV yang menganggap keberadaan aki 12 volt tidak lagi penting karena mobil sudah dilengkapi baterai berkapasitas besar. Padahal, aki 12 volt berperan layaknya saklar utama kendaraan.

Tanpa kondisi aki yang sehat, mobil tidak akan bisa dinyalakan sama sekali meski indikator baterai utama menunjukkan angka 100 persen, karena seluruh sistem penting seperti pintu, rem, lampu, hingga fitur keselamatan masih disuplai langsung dari aki tersebut.

Baca Juga: Mengapa Nominal TPG Guru Sertifikasi Berbeda? Ini Perbandingan ASN vs Non ASN 2026

Salah satu penyebab aki 12 volt cepat tekor justru berasal dari fitur canggih yang ditawarkan EV itu sendiri. Setiap kali pemilik membuka aplikasi untuk mengecek sisa daya baterai atau menyalakan AC dari jarak jauh, sistem komputer mobil akan otomatis aktif dan menyedot daya dari aki 12 volt.

Kebiasaan ini, jika sering dilakukan saat mobil sedang diparkir dalam waktu lama, dapat mempercepat habisnya daya aki. Oleh karena itu, mobil listrik disarankan tetap dinyalakan secara berkala setiap beberapa hari sekali, bukan untuk memanaskan mesin seperti mobil konvensional, melainkan untuk mengisi ulang daya aki 12 volt tersebut.

Produsen Didorong Lebih Transparan Soal Perawatan EV

Menariknya, sekitar 90 persen mobil listrik merek Cina yang beredar di Indonesia menggunakan sistem dasar yang serupa, yaitu motor listrik dengan transmisi single speed, dengan perbedaan hanya terletak pada jenis baterai, sistem pendingin, dan tingkat efisiensinya.

Baca Juga: Honda Vario Evo 160 vs Yamaha Aerox Alpha Turbo, Adu Kencang, Irit BBM dan Fitur Canggih

Namun satu kesamaan yang dimiliki seluruh EV tersebut adalah ketergantungan pada aki 12 volt sebagai komponen vital penunjang sistem kelistrikan kendaraan.

Dari berbagai kasus mobil listrik mogok mendadak di Indonesia, pola yang muncul cenderung serupa, mulai dari kendaraan tiba-tiba mati di jalan, sistem mengalami error, hingga risiko baterai overheat yang berujung pada proses derek ke bengkel resmi.

Padahal sekitar 80 persen dari keseluruhan kasus tersebut disebabkan oleh satu masalah sederhana, yaitu aki 12 volt yang tekor, dan bisa kembali normal setelah dilakukan penggantian aki.

Baca Juga: Mobil Listrik Bisa Update Seperti HP? Ini Fakta Sebenarnya OTA di 4 EV Populer Indonesia

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi para produsen EV di Indonesia untuk lebih terbuka dan jujur dalam memberikan edukasi kepada konsumen terkait cara perawatan yang benar, khususnya terkait pentingnya menjaga kondisi aki 12 volt.

Sikap transparan sejak awal dinilai jauh lebih baik ketimbang membiarkan konsumen kecewa di kemudian hari akibat minimnya pemahaman soal karakteristik unik kendaraan listrik dibandingkan mobil bensin konvensional.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : youtube mobilkita
mobil listrik mogok otomotif baterai