5 Cara Merawat Motor Listrik agar Awet, Baterai Jangan Sampai Habis Total

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi perawatan motor listrik. (Foto: Kanal Youtube @ARJourney)
Ilustrasi perawatan motor listrik. (Foto: Kanal Youtube @ARJourney)

RADAR BOGOR – Motor listrik semakin mudah ditemui di jalanan Indonesia. Selain menawarkan biaya operasional yang relatif efisien, motor listrik juga jadi pilihan masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

Meski sistemnya lebih sederhana dibandingkan sepeda motor bermesin bensin, pengguna motor listrik tetap perlu memahami cara perawatan yang tepat.

Terutama bagi pemilik yang baru beralih dari motor konvensional ke kendaraan listrik.

Berbeda dengan motor berbahan bakar bensin atau internal combustion engine (ICE), motor listrik tidak membutuhkan penggantian oli mesin secara rutin maupun perawatan transmisi seperti CVT.

Namun, bukan berarti motor listrik bebas dari perawatan. Sejumlah komponen utama tetap membutuhkan perhatian agar performa kendaraan tetap optimal dan usia pakainya lebih panjang.

Berikut beberapa tips perawatan motor listrik yang dilansir dari kanal YouTube @ARJourney.

Baca Juga: CFD Kota Bogor Kembali Digelar Besok, Jalan Jenderal Sudirman Ditutup untuk Kendaraan

1. Jangan Biarkan Baterai Motor Listrik Habis Total

Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada motor listrik. Karena itu, pola pengisian daya perlu diperhatikan agar kondisi baterai tetap terjaga.

Pengguna sebaiknya tidak menunggu baterai benar-benar habis atau membiarkannya turun hingga di bawah indikator 20 persen, yang kurang lebih setara dengan dua bar.

Pengisian daya idealnya sudah dilakukan ketika kapasitas baterai berada di kisaran 25 persen hingga 30 persen.

Penggunaan dan pengisian baterai secara rutin dinilai lebih baik untuk menjaga kondisi sel baterai dibandingkan membiarkannya tersimpan dalam kondisi lama tidak digunakan.

Selain pola pengisian, pengguna juga disarankan tidak terlalu sering melewati rute dengan tanjakan yang sangat curam.

Penggunaan motor secara terus-menerus di medan ekstrem dapat turut memengaruhi usia pakai baterai.

2. Hindari Modifikasi Kelistrikan Utama

Keinginan meningkatkan performa terkadang membuat pengguna motor listrik melakukan modifikasi pada komponen bawaan pabrik.

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah mengganti controller atau dinamo standar dengan komponen yang ditujukan untuk menghasilkan kecepatan lebih tinggi.

Modifikasi seperti itu dapat membuat dinamo bekerja melebihi kemampuan yang telah dirancang pabrikan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan temperatur hingga terjadi overheat.

Dalam kondisi lebih parah, panas berlebih bahkan dapat menyebabkan lilitan dinamo mengalami kerusakan atau terbakar.

Baca Juga: Spesifikasi Hyundai IONIQ 9, SUV Listrik 3 Baris Bertenaga 427,7 PS Harga Rp1,49 Miliar

Karena itu, pengguna pemula sebaiknya mempertimbangkan kembali modifikasi pada sistem kelistrikan utama dan tetap menggunakan komponen sesuai spesifikasi kendaraan.

3. Pastikan Tekanan Ban Selalu Ideal

Kondisi ban juga berpengaruh terhadap konsumsi energi motor listrik. Ban yang kekurangan tekanan atau kempis membuat bidang gesekan dengan permukaan jalan menjadi lebih besar.

Akibatnya, dinamo harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat penggunaan energi baterai menjadi lebih besar.

Untuk menjaga efisiensi, tekanan angin ban sebaiknya diperiksa secara berkala dan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.

Tekanan ban yang tepat bukan hanya membantu menjaga performa motor tetap ringan, tetapi juga dapat mendukung jarak tempuh kendaraan agar lebih optimal.

4. Jangan Abaikan Sistem Pengereman

Sistem rem tetap menjadi bagian penting yang harus diperiksa meskipun motor listrik memiliki karakteristik berbeda dari motor bensin.

Pada kendaraan listrik, komponen pengereman disebut cenderung memiliki usia pakai lebih panjang dibandingkan motor bermesin bensin.

Salah satu faktornya adalah bobot kendaraan listrik yang relatif lebih ringan sehingga gaya sentrifugal ketika melakukan pengereman juga lebih kecil.

Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi tingkat keausan pada kampas cakram.

Meski demikian, sistem pengereman tetap perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan fungsinya selalu optimal.

Baca Juga: Bukan Cuma Megawati, Hillstate Punya Duet Baru

5. Hindari Mencuci Motor Listrik dengan Air Bertekanan Tinggi

Cara mencuci motor listrik juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Pengguna sebaiknya menghindari penggunaan high-pressure washer atau semprotan air bertekanan tinggi ketika membersihkan kendaraan.

Tekanan air yang terlalu kuat berpotensi melewati celah seal dan mencapai sejumlah komponen sensitif pada motor listrik.

Beberapa bagian yang perlu diwaspadai antara lain controller, soket pengisian daya, serta modul kelistrikan.

Untuk membersihkan kendaraan, pengguna cukup menggunakan aliran air bertekanan rendah.

Setelah itu, motor dapat dibersihkan menggunakan sabun khusus kendaraan dan dikeringkan secara menyeluruh.

Dengan memahami karakteristik kendaraan listrik serta menerapkan perawatan dasar secara tepat, pemilik motor listrik dapat menjaga performa kendaraan sekaligus membantu memperpanjang usia komponen utamanya.

Perawatan yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu pengguna menikmati efisiensi berkendara tanpa harus menghadapi biaya tambahan akibat kerusakan komponen yang sebenarnya dapat dicegah. (Irsyad/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
ramah lingkungan motor listrik perawatan