Jangan Takut Bodi Mobil Nyenggol, Ini Trik Belok di Gang Sempit untuk Pengemudi Pemula

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 11:20 WIB
Tutorial belok yang baik dan benar di gang sempit agar tidak menyenggol tembok dan mobil orang lain. (Foto: YouTube Ss march family)
Tutorial belok yang baik dan benar di gang sempit agar tidak menyenggol tembok dan mobil orang lain. (Foto: YouTube Ss march family)

RADAR BOGOR – Melewati gang sempit menggunakan mobil membutuhkan ketenangan sekaligus kemampuan memperkirakan ruang gerak kendaraan.

Bagi pengemudi yang masih pemula, kondisi jalan yang hanya menyisakan sedikit ruang di sisi kanan dan kiri sering kali membuat manuver terasa menegangkan.

Risiko bodi mobil menyentuh tembok, pagar rumah, maupun kendaraan lain menjadi kekhawatiran yang cukup umum ketika harus berbelok di jalan dengan ruang terbatas.

Namun, terdapat patokan visual sederhana yang dapat membantu pengemudi memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk mulai membelokkan kendaraan.

Panduan tersebut dibagikan melalui kanal YouTube Ss march family, yang menjelaskan teknik praktis saat mobil harus masuk ataupun keluar dari gang dengan tikungan sempit.

Jadikan Spion sebagai Patokan Saat Belok

Salah satu kunci mengemudi mobil di gang sempit adalah menggunakan posisi kaca spion sebagai acuan ketika melakukan manuver.

Baca Juga: Megawati Punya Panggilan Unik untuk Bae Yoo-na di Hillstate

Sebelum memutar setir, pengemudi perlu memperhatikan spion pada sisi bagian dalam tikungan.

Posisi spion tersebut diupayakan sejajar dengan sudut atau ujung siku-siku pada mulut gang.

Patokan ini membantu pengemudi memperkirakan titik putar kendaraan. Dengan posisi yang tepat, bagian tengah hingga belakang mobil diharapkan masih memiliki ruang yang cukup untuk melewati tikungan tanpa menyentuh sudut tembok atau bangunan.

Cara tersebut juga dapat mengurangi risiko bagian belakang kendaraan terlalu dekat dengan sisi dalam tikungan ketika mobil mulai berbelok.

Gunakan Teknik Swing Sebelum Membelok

Selain menjadikan spion sebagai patokan, pengemudi juga perlu memahami teknik mengambil haluan atau swing sebelum berbelok.

Teknik ini terutama berguna ketika gang yang dilalui sangat sempit sehingga radius putar kendaraan menjadi terbatas.

Jika akan berbelok ke kiri, pengemudi dapat mengarahkan kendaraan sedikit ke kanan terlebih dahulu.

Tujuannya adalah memberikan ruang yang lebih besar bagi mobil ketika melakukan putaran ke kiri.

Sebaliknya, ketika hendak berbelok ke kanan, kendaraan dapat diarahkan sedikit ke kiri sebelum setir diputar.

Dengan mengambil haluan tersebut, sisi kendaraan diharapkan tidak terlalu dekat dengan sudut tikungan sehingga potensi bodi menyenggol tembok atau bangunan dapat diminimalkan.

Baca Juga: Highland Camp, Tempat Camping di Puncak Bogor dengan Suasana Hutan dan Dekat Air Terjun

Putar Setir Setelah Spion Sejajar Sudut Gang

Setelah posisi spion sudah sejajar dengan sudut belokan, pengemudi dapat mulai memutar lingkar kemudi.

Pada kondisi tertentu, setir dapat diputar penuh sekitar satu setengah putaran, kemudian dipertahankan hingga bodi kendaraan mulai masuk dan mengikuti arah gang.

Ketika posisi mobil sudah kembali lurus mengikuti jalur gang, kemudi kemudian diputar perlahan ke arah berlawanan untuk mengembalikan posisi setir sekaligus merapikan arah kendaraan.

Pengemudi perlu melakukan setiap tahapan dengan tenang agar pergerakan kendaraan tetap terkendali.

Teknik Berlaku Saat Masuk dan Keluar Gang

Patokan spion sejajar dengan sudut siku-siku gang tidak hanya dapat digunakan ketika mobil hendak masuk ke jalan sempit.

Teknik tersebut juga dapat diterapkan saat kendaraan akan keluar dari gang menuju jalan yang lebih besar.

Dengan menggunakan titik acuan yang sama, pengemudi dapat lebih mudah memperkirakan kapan harus mulai membelokkan kendaraan agar bagian bodi tidak mengenai sisi bangunan atau objek di sekitar tikungan.

Gunakan Kecepatan Rendah dan Patokan Dashboard

Ketika melewati jalan atau gang sempit, pengemudi sebaiknya menjaga laju kendaraan tetap rendah.

Kecepatan yang pelan memberikan waktu lebih banyak untuk melakukan koreksi apabila posisi mobil belum sesuai.

Selain spion, pengemudi juga dapat memanfaatkan garis imajiner pada dashboard sebagai perkiraan ruang gerak kendaraan di sisi kiri.

Baca Juga: Bansos Susulan Masuk KKS! September 2026 Ada Saldo hingga Rp975 Ribu

Sementara untuk memperkirakan ruang gerak di sisi kanan, pilar kanan kendaraan dapat digunakan sebagai salah satu patokan visual.

Kombinasi antara patokan spion, teknik mengambil haluan, kecepatan rendah, dan pemanfaatan titik referensi pada bagian kabin dapat membantu pengemudi memahami dimensi kendaraan dengan lebih baik.

Dengan terus melatih teknik tersebut, pengemudi pemula dapat meningkatkan kemampuan bermanuver ketika menghadapi gang maupun jalan dengan ruang terbatas.

Kebiasaan menggunakan patokan fisik kendaraan secara konsisten juga dapat membuat proses belok menjadi lebih presisi dan membantu meningkatkan kepercayaan diri saat berkendara di medan sempit. (Angga/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
gang sempit mobil pengemudi