4 Cara Merawat Baterai Sepeda dan Motor Listrik agar Awet, Jangan Tunggu Baterai Habis

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 11:40 WIB
Tips merawat aki pada motor listrik agar terhindar dari masalah. (Foto: Kanal Youtube @U-Winfly)
Tips merawat aki pada motor listrik agar terhindar dari masalah. (Foto: Kanal Youtube @U-Winfly)

RADAR BOGOR – Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada sepeda dan motor listrik.

Kondisi baterai sangat menentukan performa sekaligus usia pakai kendaraan listrik yang kini semakin banyak digunakan sebagai transportasi harian.

Selain memberikan kemudahan dan efisiensi dalam mobilitas, kendaraan listrik juga membutuhkan perlakuan yang tepat, terutama dalam hal pengisian dan penyimpanan baterai.

Kesalahan sederhana seperti menggunakan adaptor yang tidak sesuai, terlalu sering menguras daya hingga hampir habis, maupun membiarkan baterai terus terhubung dengan sistem kendaraan saat ditinggal lama dapat mempercepat penurunan performanya.

Karena itu, pemilik sepeda dan motor listrik perlu mengetahui beberapa kebiasaan yang sebaiknya dilakukan agar baterai tetap terjaga dan tidak cepat mengalami kerusakan.

1. Perhatikan Cara Mengisi Daya Baterai

Proses pengecasan menjadi salah satu hal utama yang harus diperhatikan pemilik kendaraan listrik.

Baca Juga: Megawati Punya Panggilan Unik untuk Bae Yoo-na di Hillstate

Pengguna dapat memantau proses pengisian melalui lampu indikator pada adaptor charger.

Ketika adaptor baru terhubung ke sumber listrik tetapi belum tersambung dengan kendaraan, indikator pada umumnya menunjukkan warna hijau.

Setelah konektor charger dipasang ke port pengisian kendaraan, indikator biasanya berubah menjadi merah.

Pada kondisi tersebut, kipas pendingin yang terdapat pada adaptor juga dapat terdengar berputar.

Jika kapasitas baterai sudah penuh, sistem pada adaptor akan bekerja secara otomatis dengan menghentikan aliran listrik melalui fitur auto cut off. Indikator pun kembali berubah menjadi hijau.

Meski sudah dilengkapi fitur tersebut, pemilik kendaraan tetap dianjurkan tidak membiarkan baterai terus tersambung ke listrik dalam waktu yang tidak diperlukan. Kebiasaan melakukan pengisian secara berlebihan atau overcharging sebaiknya dihindari.

2. Jangan Sembarangan Memakai Adaptor Charger

Pemilihan adaptor pengisi daya juga berpengaruh terhadap kesehatan baterai. Pastikan charger yang digunakan memiliki spesifikasi voltase dan arus yang memang sesuai dengan kapasitas baterai kendaraan.

Sebagai contoh, baterai dengan kapasitas 48 Volt 12 Ampere (48V 12Ah) harus menggunakan adaptor standar yang diperuntukkan bagi spesifikasi tersebut.

Penggunaan adaptor dengan spesifikasi yang tidak tepat berpotensi mengganggu kestabilan aliran listrik.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bahkan dapat berdampak pada sel-sel baterai.

Baca Juga: Highland Camp, Tempat Camping di Puncak Bogor dengan Suasana Hutan dan Dekat Air Terjun

Karena itu, jangan hanya memilih charger berdasarkan bentuk konektornya. Spesifikasi output adaptor harus menjadi pertimbangan utama sebelum digunakan.

3. Hindari Membiarkan Baterai Sampai Benar-Benar Habis

Kebiasaan menunggu baterai benar-benar kosong sebelum melakukan pengisian ulang juga sebaiknya ditinggalkan.

Pada kendaraan yang menggunakan indikator baterai dengan lima hingga enam bar, pengguna dianjurkan tidak menunggu kapasitas turun hingga hanya tersisa satu atau dua bar.

Membiarkan daya baterai berada pada kondisi sangat rendah secara berulang dapat memperpendek masa pakainya.

Selain itu, proses pengisian ulang dari kondisi hampir kosong juga membutuhkan waktu lebih lama.

Agar lebih optimal, pengisian daya dapat dilakukan ketika kapasitas baterai sudah berkurang sekitar dua bar.

Dengan kata lain, ketika indikator masih menunjukkan sekitar tiga bar, pengguna sudah dapat mempertimbangkan untuk melakukan pengecasan.

Kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kondisi baterai sekaligus membuat proses pengisian lebih efisien.

4. Putuskan Koneksi Baterai Jika Kendaraan Lama Tidak Digunakan

Kendaraan listrik yang akan ditinggalkan dalam waktu lama juga membutuhkan perhatian khusus.

Jika sepeda atau motor listrik tidak akan digunakan selama sekitar dua minggu hingga satu bulan, pengguna disarankan memutus salah satu kabel konektor baterai, baik pada terminal positif maupun negatif.

Baca Juga: Bansos Susulan Masuk KKS! September 2026 Ada Saldo hingga Rp975 Ribu

Langkah tersebut bertujuan mengurangi konsumsi daya yang tetap terjadi meskipun kendaraan sedang dalam kondisi mati atau standby.

Beberapa perangkat elektrikal, termasuk sistem alarm, masih dapat menggunakan daya baterai secara perlahan ketika kendaraan tidak digunakan.

Jika kendaraan dibiarkan dalam kondisi tersebut tanpa pengisian ulang, baterai berisiko mengalami drop.

Ketika kendaraan akan kembali digunakan setelah disimpan dalam waktu lama, sebaiknya jangan langsung dipakai.

Lakukan pengisian ulang terlebih dahulu setidaknya selama satu jam agar kondisi arus listrik kembali stabil.

Perawatan Baterai Menentukan Usia Pakai Kendaraan Listrik

Perawatan baterai sepeda dan motor listrik sebenarnya dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana.

Mulai dari menggunakan charger sesuai spesifikasi, mengisi daya pada waktu yang tepat, tidak membiarkan baterai terlalu kosong, hingga memutus koneksi ketika kendaraan disimpan dalam waktu lama.

Baca Juga: Catat, Ini 3 Rekomendasi Wisata Anak di Bogor dengan Harga Terjangkau

Dengan menerapkan pola perawatan tersebut secara konsisten, kondisi baterai diharapkan dapat tetap terjaga sehingga usia pakainya lebih panjang.

Pada akhirnya, baterai yang terawat tidak hanya membantu mempertahankan performa kendaraan listrik, tetapi juga mendukung efisiensi biaya operasional dalam penggunaan sehari-hari. (Irsyad/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
motor listrik kendaraan listrik baterai