7 Cara Pakai AC Mobil Agar Tetap Dingin Tanpa Bikin BBM Boros, Nomor 7 Sering Tak Disadari

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 18:58 WIB
Ilustrasi penggunaan AC mobil (ilustrasi Gemini AI)
Ilustrasi penggunaan AC mobil (ilustrasi Gemini AI)

RADAR BOGOR - Kebiasaan menyalakan AC mobil dengan suhu paling dingin dan kecepatan blower maksimal begitu masuk kabin ternyata bisa berdampak pada konsumsi bahan bakar kendaraan. 

Meski kabin memang cepat terasa sejuk, namun cara penggunaan AC yang kurang tepat justru membuat beban kerja mesin dan sistem pendingin menjadi lebih berat dari yang seharusnya, sehingga BBM lebih cepat terkuras tanpa disadari oleh pengendara.

Kabar baiknya, menjaga kabin tetap dingin dan nyaman ternyata bisa dilakukan tanpa harus mematikan AC sepenuhnya demi menghemat bahan bakar. 

Baca Juga: Bansos BLT Dana Desa Rp900 Ribu Cair 3 Bulan, Ini Daerah yang Menyalurkan

Dikutip dari kanal YouTube Tips Otomotif Channel, berikut tujuh cara menggunakan AC mobil yang bisa diterapkan agar kenyamanan berkendara tetap terjaga, namun konsumsi BBM tidak ikut membengkak akibat kebiasaan yang keliru.

1. Keluarkan Udara Panas Sebelum Menyalakan AC Maksimal

Cara pertama yang perlu diperhatikan adalah tidak langsung menyalakan AC dengan suhu paling rendah saat kabin mobil masih dalam kondisi sangat panas, misalnya setelah diparkir berjam-jam di bawah terik matahari. 

Cara yang lebih tepat adalah membuka kaca atau pintu sejenak untuk membuang udara panas yang terperangkap di dalam kabin, baru kemudian menutup kembali kaca dan menyalakan AC.

Baca Juga: Maulid Nabi di Ponpes Al Ihsan Baron Bogor, Cinta Rasul Didorong Jadi Teladan

2. Manfaatkan Mode Recirculation Saat Kabin Sudah Dingin

Setelah kabin mulai mendapatkan udara dingin, pengendara bisa memanfaatkan fitur recirculation yang biasanya ditandai dengan ikon panah berputar. 

Fitur ini membantu AC mensirkulasikan udara yang sudah dingin di dalam kabin, alih-alih terus memasukkan udara panas dari luar yang membuat sistem AC harus bekerja ekstra keras kembali. 

Meski begitu, sesekali lakukan pertukaran udara terutama jika kabin mulai terasa pengap atau kaca mudah berembun.

Baca Juga: Bosan Perkedel Kentang? Cobain Resep Perkedel Kimpul yang Gurihnya Bikin Nambah

3. Jangan Selalu Setel Suhu di Titik Paling Rendah

Kebiasaan langsung memutar suhu AC ke titik paling rendah demi mendapatkan kabin yang cepat dingin sebenarnya kurang tepat dilakukan secara terus-menerus. 

Suhu yang nyaman berkisar antara 23 hingga 25 derajat celcius sudah cukup untuk memberikan kenyamanan optimal, tergantung kondisi kendaraan, cuaca, dan preferensi penumpang di dalamnya.

Baca Juga: Besar Tanpa Kehilangan Jati Diri

4. Jangan Biarkan Filter Kabin Kotor

Kondisi filter kabin memegang peranan penting dalam efisiensi kerja AC mobil. Filter yang kotor dapat menghambat aliran udara sehingga hembusan AC terasa kurang maksimal, membuat pengendara tergoda menaikkan kecepatan blower secara terus-menerus padahal masalah sebenarnya bukan berasal dari kompresor atau refrigeran AC. 

Pemeriksaan filter kabin secara berkala, terutama bagi kendaraan yang sering digunakan di area berdebu atau macet, sangat disarankan untuk menjaga performa AC tetap optimal.

5. Jangan Terlalu Sering Membuka Kaca Saat AC Menyala

Baca Juga: Meski CC Lebih Kecil, Ini Alasan Ilmiah Kenapa Motor 2 Tak Selalu Lebih Boros dari Motor 4 Tak

Terlalu sering membuka kaca saat AC sedang mendinginkan kabin juga menjadi kebiasaan yang perlu dihindari, karena udara dingin yang sudah terbentuk akan keluar dan digantikan udara panas dari luar, sehingga AC harus bekerja lagi dari awal untuk mengembalikan suhu kabin. 

Kebiasaan ini kerap terjadi saat mengambil sesuatu, membayar parkir, atau sekadar mengobrol sebentar dengan orang di luar kendaraan.

6. Parkir dengan Cerdas Agar Kabin Tidak Terlalu Panas

Pemilihan lokasi parkir yang tepat turut berperan besar dalam menjaga efisiensi kerja AC. Memarkirkan mobil di tempat teduh atau menggunakan pelindung kaca depan saat terpaksa parkir di bawah terik matahari dapat mengurangi beban panas yang harus didinginkan AC ketika mobil kembali digunakan, sehingga proses pendinginan kabin menjadi lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: Ikat Muatan, Seorang Warga Langsung Meninggal di Parungpanjang Bogor, Begini Penjelasan Kapolsek

7. Jangan Memaksa AC Bekerja Saat Sistem Tidak Sehat

Poin terakhir yang tidak kalah penting adalah tidak langsung menyimpulkan bahwa AC kurang dingin disebabkan oleh kekurangan freon semata. 

Sistem AC yang bermasalah perlu diperiksa secara menyeluruh, karena penyebabnya bisa berasal dari berbagai komponen seperti kondensor kotor, kipas pendingin evaporator, kebocoran refrigeran, hingga kompresor yang tidak berfungsi optimal. 

Menambahkan refrigeran tanpa mencari akar masalahnya bukanlah solusi jangka panjang yang tepat. 

Baca Juga: PIP 2026-2027 Diperluas ke Jenjang TK, Ini Rincian Nominal dan Aturan Baru Pengusulan

Jika AC mulai menunjukkan gejala tidak wajar, seperti terasa dingin hanya saat mobil berjalan namun kurang dingin ketika berhenti, pemeriksaan di bengkel yang kompeten menjadi langkah paling bijak untuk diambil.

Gaya Berkendara Juga Berperan Besar dalam Efisiensi BBM

Selain ketujuh tips penggunaan AC tersebut, gaya berkendara yang efisien seperti menghindari akselerasi dan pengereman mendadak, menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, serta melakukan servis berkala juga turut berkontribusi besar dalam menekan konsumsi bahan bakar kendaraan secara keseluruhan. 

Dengan menerapkan kombinasi kebiasaan penggunaan AC yang tepat dan perawatan kendaraan yang optimal, kenyamanan berkendara tetap terjaga tanpa harus mengorbankan efisiensi bahan bakar mobil kesayangan.***

Editor : Eka Rahmawati
Sumber : youtube tips otomotif channel
tips otomotif tips AC mobil cara pakai AC mobil AC mobil irit BBM otomotif