Honda CBR 250R CBU Bekas Kini Rp15 Jutaan, Dulu Rp60 Juta dan Punya Julukan CBR Sempak

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:40 WIB
Tampilan Honda CBR 250R generasi pertama.  (Foto: Kanal Youtube Den Dimas)
Tampilan Honda CBR 250R generasi pertama. (Foto: Kanal Youtube Den Dimas)

RADAR BOGOR – Harga motor sport 250cc bekas ternyata tidak selalu berada di angka puluhan juta rupiah.  Honda CBR 250R generasi pertama versi CBU menjadi salah satu contohnya.

Honda CBR 250R yang dahulu dijual hingga sekitar Rp60 juta ini kini dapat ditemukan di pasar motor bekas dengan banderol hanya Rp14 juta sampai Rp15 jutaan.

Harga tersebut membuat Honda CBR 250R CBU cukup menarik perhatian, terutama bagi penghobi yang mengincar motor sport 250cc dengan anggaran terbatas.

Di tengah harga sejumlah kompetitor seperti Kawasaki Ninja 250 karburator maupun Yamaha R25 yang masih berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp30 jutaan, CBR 250R generasi pertama justru mengalami depresiasi yang cukup dalam.

Mengacu pada ulasan kanal YouTube Den Dimas, Honda CBR 250R yang masuk ke Indonesia pada sekitar 2011 hingga 2013 merupakan salah satu model sport 250cc injeksi satu silinder pertama Honda di Tanah Air.

Dalam video tersebut, Den Dimas mengulas Honda CBR 250R produksi 2013 berkelir Pure Black milik pengguna bernama Adi.

Baca Juga: 10 Wilayah Ini Disarankan Cek KKS! Pastikan Status Bansos PKH BPNT Sudah SI

Menariknya, kondisi motor tersebut masih sangat terjaga. Meski telah berusia sekitar 13 tahun, odometernya baru menunjukkan angka 10.694 kilometer.

Kondisi tersebut membuat unit ini dapat dikategorikan masih seperti New Old Stock (NOS).

Sejumlah komponen bawaan pabrik juga masih dipertahankan, termasuk ban produksi 2012, jok, serta sensor dan kaliper rem ABS tiga piston.

Harga Murah, tetapi Suku Cadang Jadi Tantangan

Di balik harga bekas Honda CBR 250R MC41 yang relatif murah, terdapat sejumlah faktor yang membuat nilai jualnya mengalami penurunan cukup besar.

Salah satu persoalan utama yang perlu diperhatikan calon pemilik adalah ketersediaan serta harga suku cadang.

Komponen orisinal Honda untuk model ini tergolong tidak mudah ditemukan dan harganya juga bisa cukup tinggi.

Sebagai gambaran, kampas rem orisinal dapat mencapai sekitar Rp1,2 juta. Sementara kampas kopling berada di kisaran Rp1,1 juta dan harus menunggu proses inden selama tiga hingga empat bulan.

Tidak hanya komponen mesin, kebutuhan body juga dapat menguras kantong. Body kit bekas untuk CBR 250R MC41 disebut masih berada di kisaran Rp3 jutaan.

Kondisi tersebut membuat pemilik harus lebih teliti sebelum membeli, terutama dalam memastikan komponen apa saja yang masih tersedia di pasaran.

Pemilik Kerap Mengandalkan Suku Cadang Kanibalan

Kelangkaan komponen juga membuat sebagian pemilik CBR 250R MC41 mencari alternatif dari motor lain.

Baca Juga: Viral Tabebuya Putih Mekar Lebat di Bundaran Cibiru, Cantiknya Mirip Sakura Jepang

Stok suku cadang di negara asalnya, Thailand, yang mulai terbatas membuat penggunaan komponen kanibalan menjadi salah satu pilihan.

Beberapa pemilik bahkan memanfaatkan komponen dari merek lain yang juga memiliki populasi terbatas, seperti KTM dan Bajaj Pulsar.

Karena itu, keberadaan komunitas dan bengkel yang memahami karakter Honda CBR 250R MC41 menjadi salah satu hal penting bagi calon pemilik.

Punya Julukan Unik CBR Sempak

Selain persoalan suku cadang, Honda CBR 250R generasi pertama juga memiliki ciri khas desain yang cukup mudah dikenali.

Bentuk lampu depan atau headlamp-nya yang unik membuat motor ini mendapat julukan jenaka di kalangan pencinta otomotif Indonesia.

Motor tersebut kerap disebut “CBR Sempak” karena desain bagian lampu depannya dianggap menyerupai bentuk celana dalam.

Julukan tersebut justru menjadi salah satu identitas tersendiri bagi Honda CBR 250R MC41 di kalangan penghobi motor.

Posisi Berkendara Lebih Santai

Dari sisi ergonomi, Honda CBR 250R CBU tidak sepenuhnya mengusung karakter motor balap yang agresif.

Motor ini lebih mengarah pada konsep sport tourer. Posisi setangnya berada di atas segitiga atau above yoke, sehingga posisi badan pengendara cenderung lebih rileks dibandingkan motor yang mengutamakan posisi racing.

Karakter tersebut membuatnya cukup menarik untuk digunakan melakukan perjalanan, terutama bagi pengendara yang tidak terlalu menyukai posisi duduk terlalu menunduk.

Baca Juga: Pelatihan Unpak, Maggot hingga Pupuk Kandang Jadi Pilihan Warga Mekarjaya Bogor Ubah Limbah Organik

Mesin Satu Silinder 250cc

Sektor dapur pacu menjadi salah satu karakter yang membedakan CBR 250R MC41 dengan sejumlah motor sport 250cc lainnya.

Motor ini menggunakan mesin satu silinder berkapasitas 250cc dengan sistem injeksi.

Konfigurasi tersebut membuat konstruksi mesinnya relatif lebih sederhana. Torsi pada putaran bawah juga dinilai cukup responsif.

Namun, karakter mesin satu silinder memiliki konsekuensi tersendiri. Getaran mesin masih cukup terasa ketika digunakan, sementara suara knalpotnya disebut memiliki karakter yang tidak jauh dari motor 150cc.

Bagi sebagian penghobi, karakter tersebut justru menjadi keunikan tersendiri dari CBR 250R generasi awal.

Dibekali ABS dan Pajak Relatif Murah

Meski usianya sudah cukup tua, Honda CBR 250R CBU memiliki sejumlah fitur yang menarik.

Salah satunya adalah sistem pengereman ABS pada roda depan dan belakang yang menggunakan kaliper tiga piston.

Motor ini juga memiliki desain spakbor belakang yang menyatu dengan bodi kasar, sesuai karakter desain generasi tersebut.

Dari sisi biaya tahunan, pajak kendaraan juga tergolong relatif terjangkau, yakni berada di kisaran Rp500 ribuan per tahun.

Menariknya, ketika pertama kali dipasarkan pada 2013, harga baru Honda CBR 250R tersebut pernah mencapai sekitar Rp60 juta. Saat itu, konsumen juga mendapatkan bonus knalpot full system R9 Stainless.

Baca Juga: Mitsubishi Colt L300 Ini Bernama Elsa, dari Mobil Operasional hingga Saksi Perjalanan Tim Balap

Menarik untuk Kolektor, tetapi Wajib Cek Spare Part

Dengan harga bekas yang kini berada di kisaran Rp14 juta hingga Rp15 jutaan, Honda CBR 250R MC41 menawarkan alternatif menarik bagi penghobi yang ingin memiliki motor sport 250cc dengan dana relatif terbatas.

Motor ini juga berpotensi menarik bagi kolektor yang ingin melakukan restorasi karena memiliki nilai sejarah sebagai salah satu sport bike 250cc injeksi satu silinder Honda generasi awal di Indonesia.

Namun, harga beli yang murah tidak berarti biaya kepemilikannya otomatis rendah.

Calon pembeli sebaiknya terlebih dahulu melakukan survei terhadap bengkel spesialis, komunitas, serta jaringan penyedia suku cadang CBR 250R MC41.

Langkah tersebut penting untuk memastikan ketersediaan komponen apabila nantinya motor membutuhkan perbaikan atau restorasi.

Dengan mempertimbangkan kondisi unit, kelengkapan komponen, riwayat perawatan, serta akses terhadap suku cadang, Honda CBR 250R MC41 bisa menjadi salah satu pilihan menarik di pasar motor sport 250cc bekas. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
Honda CBR 250R motor bekas motor sport