Lamborghini Fenomeno Resmi Diperkenalkan, Hypercar V12 Hybrid 1.065 HP Cuma Dibuat 30 Unit

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 15:00 WIB
Lamborghini Fenomeno hadir sebagai hypercar few-off dengan tenaga 1.065 hp, akselerasi 0–100 km/jam dalam 2,4 detik, dan produksi hanya 30 unit di dunia. (Foto: camerakietelaar7/TikTok)
Lamborghini Fenomeno hadir sebagai hypercar few-off dengan tenaga 1.065 hp, akselerasi 0–100 km/jam dalam 2,4 detik, dan produksi hanya 30 unit di dunia. (Foto: camerakietelaar7/TikTok)

RADAR BOGOR – Lamborghini kembali memperkenalkan mobil ekstrem dengan tingkat eksklusivitas yang sangat tinggi.

Lamborghini Fenomeno hadir sebagai hypercar dari lini Few-Off, yang diproduksi dalam jumlah sangat terbatas dan menggabungkan desain elegan, konstruksi berbahan karbon, teknologi aerodinamika, serta mesin V12 hybrid berperforma tinggi.

Lamborghini Fenomeno diperkenalkan dalam gelaran Monterey Car Week. Kehadirannya langsung menempatkan model tersebut sebagai salah satu mobil paling eksklusif dalam jajaran produk Lamborghini.

Bukan sekadar mengandalkan tampilan agresif, Fenomeno justru membawa pendekatan desain yang lebih elegan.

Namun, di balik tampilannya tersebut tersimpan teknologi dan performa yang membuatnya layak menyandang status sebagai hypercar.

Nama Fenomeno Terinspirasi Banteng Petarung

Nama Fenomeno ternyata memiliki cerita tersendiri. Lamborghini mengambil nama tersebut dari seekor banteng petarung asal Meksiko pada 2002.

Baca Juga: Replica Motor Latihan Marc Marquez Meluncur di Indonesia, Harganya Tembus Rp1,2 Miliar

Istilah Fenomeno sendiri memiliki makna “fenomenal”. Penamaan tersebut dianggap sesuai dengan karakter mobil yang mengedepankan perpaduan antara performa ekstrem dan eksklusivitas.

Dari sisi desain, Lamborghini tidak menggunakan pendekatan yang sepenuhnya agresif seperti sejumlah hypercar mereka lainnya.

Fenomeno justru membawa konsep “Hyper Elegan”, dengan tampilan yang dianalogikan seperti atlet mengenakan jas.

Artinya, mobil tersebut terlihat rapi dan elegan dari luar, tetapi menyimpan kemampuan performa tinggi di balik desainnya.

Salah satu ciri paling menonjol adalah penggunaan siluet longtail. Bodinya memiliki panjang lebih dari lima meter dan mendapatkan inspirasi dari mobil balap Essenza SCV12.

Desain bagian samping dibuat relatif sederhana dengan sejumlah detail yang mengingatkan pada karakter Lamborghini Countach.

Bodi Karbon dan Aerodinamika Canggih

Lamborghini Fenomeno juga mendapatkan perhatian melalui konstruksi dan perangkat aerodinamikanya.

Bagian bawah bodi menggunakan material full carbon yang dipadukan dengan eksterior berkelir two-tone.

Untuk meningkatkan kestabilan ketika melaju dalam kecepatan tinggi, Lamborghini membekali Fenomeno dengan berbagai perangkat aerodinamika.

Di bagian depan terdapat S-Duct yang dibuat tersembunyi. Kemudian terdapat NACA duct yang ditempatkan di bagian atap serta fender belakang.

Baca Juga: Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik, Polisi di Kota Bogor Bagi-bagi Masker Gratis ke Pengendara

Sementara itu, area belakang dilengkapi active rear wing yang berperan penting dalam mengatur karakter aerodinamika mobil.

Identitas desain Lamborghini juga tetap dipertahankan melalui penggunaan bentuk heksagonal dan elemen menyerupai huruf Y yang terdapat di sejumlah bagian eksterior.

Mesin V12 Hybrid Hasilkan 1.065 HP

Secara teknis, Lamborghini Fenomeno dibangun menggunakan basis platform Lamborghini Revuelto.

Sumber tenaganya berasal dari mesin V12 berkapasitas 6.500 cc yang dipadukan dengan sistem plug-in hybrid dan tiga motor listrik.

Kombinasi mesin pembakaran internal dan sistem elektrifikasi tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 1.065 hp.

Mesin V12 sendiri menyumbang sekitar 835 hp, sedangkan motor listrik memberikan tambahan tenaga untuk meningkatkan performa secara keseluruhan.

Sistem hybrid tersebut menggunakan baterai berkapasitas 3 kWh dan dikombinasikan dengan transmisi dual-clutch delapan percepatan.

Menariknya, Lamborghini Fenomeno tidak hanya dapat mengandalkan mesin bensin. Hypercar ini juga memiliki kemampuan melaju menggunakan tenaga listrik melalui mode full EV.

Lamborghini Fenomeno Bisa Melaju 0-100 Km/Jam dalam 2,4 Detik

Dengan output tenaga yang menembus angka 1.000 hp, kemampuan akselerasi menjadi salah satu keunggulan utama Lamborghini Fenomeno.

Hypercar tersebut diklaim mampu berakselerasi dari posisi diam hingga 100 km/jam hanya dalam 2,4 detik.

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Puncak Bogor, Masker Gratis Dibagikan ke Wisatawan

Untuk kecepatan puncaknya, Lamborghini Fenomeno diklaim mampu melaju hingga lebih dari 300 km/jam.

Angka tersebut menunjukkan bahwa eksklusivitas Fenomeno tidak hanya terletak pada desain dan jumlah produksinya. Kemampuan performanya juga dirancang untuk memenuhi karakter sebuah hypercar berperforma ekstrem.

Lamborghini Fenomeno Hanya Dibuat 30 Unit

Hal yang semakin membuat Lamborghini Fenomeno istimewa adalah jumlah produksinya yang sangat terbatas.

Lamborghini hanya akan membuat 30 unit Fenomeno di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 unit akan ditawarkan kepada konsumen terpilih.

Sementara satu unit lainnya tidak dijual dan akan disimpan sebagai koleksi di museum atau markas Lamborghini di Italia.

Untuk mendapatkannya, konsumen harus menyiapkan dana sekitar 3,5 juta dolar AS, yang jika dikonversikan setara dengan kurang lebih Rp55 miliar.

Dengan jumlah produksi yang sangat terbatas tersebut, Fenomeno menjadi salah satu model Lamborghini yang memiliki tingkat eksklusivitas sekaligus harga sangat tinggi.

Baca Juga: Damkar Semprot Jalan Raya di 11 Kecamatan di Bogor, Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Menariknya, seluruh unit yang ditawarkan kepada konsumen dilaporkan sudah sold out.

Lamborghini Fenomeno akhirnya menjadi representasi terbaru bagaimana pabrikan asal Italia tersebut menggabungkan mesin V12, teknologi hybrid, sistem aerodinamika canggih, material karbon, serta desain eksklusif dalam satu hypercar.

Dengan hanya 30 unit yang diproduksi di dunia, Fenomeno jelas ditujukan bagi kalangan yang tidak hanya mencari performa ekstrem, tetapi juga menginginkan sebuah koleksi otomotif yang sangat langka. (Dimas/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
mobil ekstrem teknologi lamborghini