RADAR BOGOR - Banyak pemilik motor baru mengira teknologi manufaktur modern membuat proses inreyen alias break-in tidak lagi diperlukan.
Mengutip penjelasan dari channel edukasi otomotif HND Garage, proses produksi massal tetap membuat komponen mesin baru memerlukan penyesuaian agar performa dan umur pakainya lebih panjang.
Inreyen menjadi tahap penting yang sering diabaikan pemilik motor baru karena dianggap tidak relevan lagi di era mesin modern.
Baca Juga: Cari Wisata Kreatif di Jakarta? JIPFest 2026 Hadirkan Pameran Foto hingga Workshop
Padahal proses ini justru menentukan seberapa halus dan presisi gesekan antar komponen mesin dalam jangka panjang.
Kenapa Motor Baru Masih Perlu Inreyen?
Meski teknologi manufaktur pabrikan sudah semakin canggih, proses produksi massal tetap membuat komponen mesin baru belum benar-benar presisi satu sama lain.
Inreyen bertujuan agar gesekan antar komponen seperti piston, blok silinder, dan ring menjadi lebih halus dan pas, sehingga umur pakai mesin menjadi lebih panjang ke depannya.
Baca Juga: Tak Perlu Besar untuk Jadi Istimewa, Ini Pesona Mobil Fiat 127 Hatchback 1974
Tanpa proses inreyen yang tepat, komponen-komponen tersebut berisiko mengalami keausan yang tidak merata, yang pada akhirnya dapat memengaruhi performa dan usia mesin dalam jangka panjang.
Jadwal Ganti Oli Selama Masa Inreyen
Anjuran resmi dari pabrikan umumnya hanya mewajibkan penggantian oli pertama pada jarak tempuh 1.000 km.
Namun, kanal HND Garage menyarankan jadwal yang lebih ketat demi hasil inreyen yang lebih maksimal:
- 500 km pertama, ganti oli mesin untuk membersihkan sisa gram akibat gesekan awal komponen baru.
- 1.000 km (500 km kedua) lakukan penggantian oli mesin kembali.
- 2.000 km (1.000 km ketiga) ganti oli mesin untuk ketiga kalinya.
Baca Juga: Koyo Coffee and Pastry, Tempat Nongkrong Cozy dengan Mie Ayam Jumbo di Mutiara Gading Timur
Setelah melewati tahap 2.000 km tersebut, mesin motor dianggap sudah siap digunakan dengan pilihan oli yang lebih fleksibel, termasuk oli full synthetic maupun berbahan ester.
Dampak Jika Inreyen Diabaikan
Melewatkan proses inreyen atau mengabaikan jadwal ganti oli di awal pemakaian berisiko membuat gesekan antar komponen mesin tidak optimal.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi performa mesin serta mempercepat keausan komponen dibandingkan motor yang menjalani inreyen sesuai anjuran.
Baca Juga: BYD Atto 3 Advanced Plus Rp415 Juta, Fitur Mirip Superior tapi Lebih Murah
Proses inreyen yang dilakukan dengan benar sejak awal pembelian motor baru terbukti dapat memperpanjang umur mesin sekaligus menjaga performanya tetap optimal.
Bagi pemilik motor baru, mengikuti jadwal ganti oli selama masa inreyen bukan sekadar anjuran, melainkan investasi jangka panjang untuk menghindari biaya perbaikan mesin yang jauh lebih mahal di kemudian hari.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : youtube HND garage