RADAR BOGOR - Mitsubishi Galant V6 tahun keluaran tahun 2000, kembali menarik perhatian di pasar mobil bekas.
Sedan lawas asal Jepang ini, ditawarkan dengan sejumlah ubahan dan kondisi mesin yang diklaim telah mendapat penyegaran.
Bagi pencinta sedan era 1990-an hingga awal 2000-an, Mitsubishi Galant masih memiliki daya tarik tersendiri.
Baca Juga: Review Villa Rasamala Alesta Puncak, Villa 8 Kamar dengan View Dua Gunung Sekaligus
Desainnya yang khas dan karakter mesin V6 membuat mobil ini tetap punya penggemar, meski usianya kini sudah lebih dari dua dekade.
Salah satu unit yang tengah banyak dicari adalah Mitsubishi Galant V6 transmisi otomatis (AT) tahun 2000.
Nah, sobat Radar Bogor mobil bekas tersebut kini dipasarkan dengan harga sekitar Rp85 jutaan.
Mesin V6 Mendapat Penyegaran
Salah satu bagian yang menjadi perhatian dari mobil ini adalah sektor mesin.
Berdasarkan informasi di berbagai platform digital, banyak mesin Galant sudah melalui proses full refreshed.
Dengan mesin V6 dan kapasitas yang berada di rentang 1.500-2.000 cc, mobil ini menyasar konsumen yang mencari sedan lawas dengan karakter berkendara yang berbeda dari mobil modern.
Transmisi otomatis juga menjadi salah satu nilai tambah bagi calon pemilik yang menginginkan pengalaman berkendara lebih praktis.
Tampil Lebih Sporty dengan Velg 17 Inci
Tidak hanya mengandalkan tampilan standar, Mitsubishi Galant ini juga bisa ditambahkan sejumlah sentuhan pada bagian eksterior.
Mobil bisa memakai velg Carlson Evo berukuran 17 inci yang dipadukan dengan ban Champiro SX2 berukuran 225/45 R17.
Kombinasi tersebut membuat tampilan sedan ini terlihat lebih berisi sekaligus memberikan kesan sporty.
Baca Juga: Kemensos Buka Kesempatan Klarifikasi bagi Penerima PKH BPNT yang Terindikasi Game Online Terlarang
Pada sektor sistem pembuangan, bisa juga memasangkan exhaust Remus.
Ubahan tersebut menjadi bagian dari karakter mobil.
Namun, seperti halnya membeli mobil bekas lainnya, sebaiknya tidak hanya terpaku pada tampilan dan harga.
Kondisi kendaraan secara keseluruhan dan riwayat perawatannya tetap menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti