5 Cairan Mobil yang Wajib Diganti Berkala, Jangan Tunggu Rusak!

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 10:40 WIB
Cairan mesin mobil yang harus diperhatikan. (Foto: Kanal YouTube STP Indonesia)
Cairan mesin mobil yang harus diperhatikan. (Foto: Kanal YouTube STP Indonesia)

RADAR BOGOR – Perawatan mobil tidak cukup hanya dengan mencuci bodi, mengecek aki, atau melakukan servis ketika muncul masalah.

Kondisi berbagai komponen di dalam kendaraan juga sangat dipengaruhi oleh cairan vital yang berfungsi sebagai pelumas, pendingin, maupun pendukung sistem keselamatan.

Karena itu, pemilik mobil perlu memperhatikan jadwal pengurasan dan penggantian cairan secara berkala.

Mengabaikan perawatan tersebut dapat membuat kinerja komponen menurun hingga berujung pada kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan lebih besar.

Berdasarkan ulasan dari kanal YouTube STP Indonesia, terdapat lima jenis cairan penting pada mobil yang perlu diganti sesuai interval tertentu.

Masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam menjaga performa dan usia pakai komponen kendaraan.

Baca Juga: Mobil Terkena Abu Vulkanik? Jangan Langsung Dilap, Ini Cara Membersihkannya agar Cat Tak Baret

1. Oli Mesin

Cairan yang menjadi perhatian utama adalah oli mesin. Berdasarkan panduan STP Indonesia, penggantian oli mesin dianjurkan setiap kendaraan menempuh jarak 10.000 kilometer.

Oli berperan penting dalam menjaga proses pelumasan komponen di dalam mesin.

Selain mengurangi gesekan, oli juga membantu mengendalikan temperatur komponen yang bekerja dan mencegah terbentuknya endapan lumpur atau oil sludge.

Jika penggantian oli dilakukan terlambat, kualitas pelumas dapat menurun sehingga berpotensi memengaruhi kinerja dan kondisi mesin dalam jangka panjang.

2. Oli Transmisi

Selain mesin, bagian transmisi juga membutuhkan pelumas yang kondisinya tetap baik. Oli transmisi berfungsi membantu komponen di dalam sistem penyaluran tenaga bekerja dengan optimal.

Pemilik kendaraan disarankan melakukan penggantian oli transmisi setiap 20.000 kilometer.

Oli transmisi yang masih dalam kondisi baik dapat membantu menjaga perpindahan gigi agar tetap halus dan responsif.

Pelumas tersebut juga berfungsi mengurangi dampak gesekan pada roda gigi sehingga risiko keausan lebih cepat dapat diminimalkan.

3. Oli Power Steering

Cairan berikutnya adalah oli power steering, terutama pada kendaraan yang masih menggunakan sistem power steering hidraulis.

STP Indonesia merekomendasikan penggantian oli power steering setiap 40.000 kilometer.

Baca Juga: Chevrolet Aveo Bekas Tahun 2012, Masih Menarik? Harga Pasaran Rp77 Jutaan Aja

Kondisi cairan yang terjaga membantu sistem kemudi tetap bekerja dengan baik sehingga setir terasa ringan dan mudah dikendalikan saat diputar.

Perawatan secara rutin juga penting untuk mempertahankan kinerja sistem power steering sekaligus mengurangi potensi gangguan pada komponen pendukungnya.

4. Coolant Radiator

Masih pada interval 40.000 kilometer, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan kondisi cairan pendingin atau coolant radiator.

Cairan radiator memiliki peran penting dalam menjaga temperatur kerja mesin. Pengurasan dan penggantian coolant secara berkala diperlukan agar sistem pendinginan tetap mampu bekerja secara optimal.

Jika sistem pendinginan tidak dirawat dengan baik, temperatur mesin berisiko meningkat dan dapat menyebabkan overheating.

5. Minyak Rem

Cairan terakhir yang tidak kalah penting adalah minyak rem. Berbeda dengan beberapa cairan sebelumnya, penggantian minyak rem dianjurkan setiap 30.000 kilometer.

Minyak rem yang sudah lama digunakan berpotensi mengalami penurunan kualitas dan dapat tercampur kandungan air. Kondisi tersebut dapat memengaruhi performa sistem pengereman.

Penggantian secara berkala diperlukan untuk membantu menjaga sistem rem tetap optimal serta mengurangi risiko munculnya masalah pengereman, termasuk kondisi yang dapat berujung pada rem blong.

Jangan Abaikan Jadwal Penggantian Cairan Mobil

Kelima cairan tersebut memiliki fungsi yang berbeda, tetapi sama-sama berperan dalam menjaga mobil tetap aman dan siap digunakan.

Baca Juga: Jaecoo J7 SIVP Bawa Fitur Parkir Otonom, Bisa Cari Parkiran Tanpa Pengemudi

Dengan mengikuti interval penggantian oli mesin, oli transmisi, oli power steering, coolant radiator, dan minyak rem sesuai rekomendasi, pemilik kendaraan dapat membantu mempertahankan performa sekaligus memperpanjang usia pakai berbagai komponen.

Perawatan rutin juga menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan teknis yang berpotensi menimbulkan biaya perbaikan lebih besar di kemudian hari. (Angga/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
perawatan mobil pendingin cairan