RADAR BOGOR - Sebuah channel review otomotif berbasis YouTube, HND garage, membongkar tuntas komponen CVT Honda Vario terbaru untuk mengetahui apakah motor ini masih layak dipinang konsumen di tahun ini.
Hasil pembongkaran mengungkap sejumlah temuan menarik, mulai dari desain mangkok CVT yang berubah hingga konstruksi arm yang ternyata kopong di bagian dalamnya.
Pembongkaran dilakukan langsung pada bagian CVT Honda Vario terbaru yang disebut memiliki desain mangkok mirip dengan seri Vario 160.
Baca Juga: Cek Kategori Penerima Bantuan Pangan Beras 3 Bulan untuk 33,2 Juta KPM, Simak di Sini
Desain ini diklaim Astra Honda Motor (AHM) anti gedeg dan lebih bersih karena lubang pembuangan pada mangkok CVT dibuat lebih kecil dibanding tipe sebelumnya.
Lubang Mangkok CVT Diperkecil, Berpotensi Lebih Panas
Meski diklaim lebih bersih dari debu luar, desain mangkok CVT dengan lubang pembuangan kecil ini secara logika justru berisiko membuat suhu di dalam CVT menjadi lebih panas.
Kotoran pada CVT sebenarnya tidak hanya berasal dari debu luar, melainkan juga dari sisa karbon rontokan kampas ganda yang tetap menumpuk meski lubang pembuangan diperkecil.
Baca Juga: Sungai Cileungsi Bogor Kembali Menghitam, KP2C Temukan Pipa Siluman Diduga Buang Limbah
Perbandingan dengan mangkok CVT generasi lama menunjukkan perbedaan signifikan, di mana model lama memiliki lebih banyak lubang ventilasi dibanding model terbaru saat ini.
Konstruksi Kampas Ganda Semakin Diperkecil
Temuan mengejutkan lainnya terlihat pada konstruksi kampas ganda yang mengalami pengurangan bahan dibanding generasi sebelumnya.
Pada model lama, kampas ganda menggunakan plat berukuran lebih besar sehingga membuat komponen tersebut lebih rigid dan stabil saat kampas membuka dan menekan ke berbagai arah.
Baca Juga: Aturan Baru PPPK 2026 Paruh Waktu , Begini Ketentuan Supaya Tetap Diperpanjang
Sebaliknya, pada model terbaru, plat yang menutupi kampas dibuat lebih kecil sehingga berpotensi membuat kampas menjadi kurang presisi, mudah bergoyang, dan tidak center saat berputar.
Kondisi ini berbeda dengan konstruksi lama yang jarak antar kampasnya lebih seimbang dan merata di seluruh sisi.
Roller Masih Sama, Tapi Disarankan Ganti ke 18 Gram
Untuk bagian roller, Honda Vario terbaru masih menggunakan bobot 15 gram dengan kode yang sama seperti Vario 125 versi lama, bukan kode KZR yang biasa menggunakan roller 18 gram.
Baca Juga: iCar V27 EREV Resmi Dipamerkan, SUV Listrik 455 PS dengan Mode Off-Road Lengkap
Banyak pengguna disarankan untuk beralih ke roller berbobot 18 gram karena dinilai lebih irit bahan bakar, memberikan top speed lebih baik, dan tenaga yang lebih optimal menyerupai karakter Vario seri KZR.
Pelumas CVT Sudah Menghitam di Kilometer Rendah
Salah satu temuan penting dalam pembongkaran ini adalah kondisi pelumas CVT yang sudah berubah warna menjadi hitam meski motor baru menempuh jarak sekitar 600 hingga 700 kilometer.
Temuan ini membuktikan bahwa proses inreyen pada bagian CVT tetap krusial dilakukan sejak dini, meski komponen di dalamnya terlihat masih baru secara fisik.
Baca Juga: Kasus ISPA Melonjak di Kota Bogor, Dinkes Belum Bisa Pastikan Akibat Abu Vulkanik
Servis standar pada kilometer 1.000 dinilai belum cukup untuk menjaga performa CVT, karena umumnya hanya dilakukan pembersihan dan penyemprotan tanpa penggantian pelumas.
Padahal, penggantian pelumas CVT sejak dini pada motor baru diyakini dapat memperpanjang usia komponen di dalamnya.
Arm CVT Kopong, Rawan Patah Jika Dipasang Double Shock
Temuan lain yang cukup mengkhawatirkan terletak pada konstruksi arm CVT yang terlihat kokoh dari luar, namun ternyata kopong di bagian dalamnya.
Baca Juga: Terbukti Disersi dan Penyalahgunaan Narkoba, 3 Anggota Polres Bogor Dipecat
Kondisi ini membuat arm rentan patah jika mengalami benturan, terutama bagi pengguna yang berencana memodifikasi motor dengan pemasangan double shock tanpa penguatan tambahan seperti pengisian aluminium pada bagian yang kopong tersebut.
Hasil pembongkaran CVT Honda Vario terbaru ini menunjukkan adanya tren pengurangan material pada sejumlah komponen dibanding generasi sebelumnya, yang kemungkinan besar bertujuan untuk efisiensi produksi.
Meski demikian, motor ini dinilai masih layak dan aman digunakan asalkan pemilik memperhatikan servis berkala, khususnya penggantian pelumas CVT sejak kilometer rendah, guna menjaga performa dan keawetan komponen dalam jangka panjang.***
Editor : Asep SuhendarSumber : youtube HND garage