RADAR BOGOR — Isu mengenai rangka enhanced Smart Architecture Frame (eSAF) pada sejumlah sepeda motor matik Honda sempat menjadi perhatian di kalangan pengguna kendaraan roda dua.
Kekhawatiran muncul karena adanya kasus rangka eSAF yang mengalami korosi hingga keropos. Kondisi tersebut membuat sebagian pemilik motor mempertanyakan daya tahan serta keamanan rangka yang digunakan untuk kendaraan sehari-hari.
Rangka eSAF sendiri menggunakan konstruksi pelat besi yang dibentuk dan disatukan melalui proses pengelasan.
Baca Juga: Bantuan Beras Diperpanjang, Cek Kejelasan BLT Kesra Rp900 Ribu dan PKH Validasi
Pada beberapa bagian, terutama area sambungan las, lapisan pelindung yang tidak menutup permukaan secara sempurna disebut dapat membuat material lebih mudah terpapar kelembapan dan mengalami korosi.
Meski demikian, pemilik motor dapat melakukan sejumlah langkah untuk membantu mencegah munculnya karat. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.
1. Berikan Perlindungan Antikarat
Area sambungan las yang lapisan catnya kurang sempurna dapat diberikan cairan antikarat atau anti-rust.
Baca Juga: Review Lengkap Honda Vario 125 Street, Varian Tertinggi dengan Posisi Berkendara Mirip Motor Sport
Pemilik juga dapat mempertimbangkan pengecatan ulang pada bagian rangka untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan dari kelembapan dan air.
2. Pastikan Air Tidak Mengendap
Rangka berbahan pelat berongga berpotensi menjadi tempat berkumpulnya air, terutama setelah terkena hujan atau dicuci.
Salah satu langkah yang kerap disarankan adalah membuat lubang drainase pada bagian bawah konstruksi agar air yang masuk dapat keluar dan tidak mengendap.
Namun, tindakan pada struktur rangka sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Pemilik perlu mempertimbangkan pemeriksaan oleh teknisi profesional agar tidak memengaruhi kekuatan maupun konstruksi rangka.
Baca Juga: Siswa SMKN 4 Bogor Bikin Parkify, Cari hingga Pesan Slot Parkir Kini Bisa dari Parkify
Bisa Manfaatkan Garansi Pabrikan
Apabila ditemukan kerusakan rangka yang berkaitan dengan cacat produksi, pemilik kendaraan dapat menempuh jalur garansi resmi pabrikan, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Garansi umumnya memiliki batas waktu maupun ketentuan jarak tempuh tertentu. Karena itu, pemilik motor disarankan rutin memeriksa kondisi rangka dan segera berkonsultasi dengan bengkel resmi jika menemukan tanda-tanda korosi atau kerusakan.
Bagaimana Jika Rangka Sudah Keropos?
Baca Juga: MBG di Cinangka Bogor Dinilai Belum Merata, Sekolah Dekat SPPG Tak Kebagian
Jika korosi sudah cukup parah hingga menyebabkan bagian rangka kehilangan kekuatan, terdapat beberapa pilihan penanganan.
Salah satunya adalah melakukan perbaikan di bengkel yang memiliki kompetensi dalam pengerjaan rangka. Bagian yang rusak dapat ditangani atau diganti dengan material baru.
Namun, pekerjaan tersebut harus dilakukan dengan tingkat presisi tinggi. Pengelasan atau perbaikan rangka secara sembarangan berpotensi memengaruhi geometri, keseimbangan, serta kekuatan struktur kendaraan.
Pilihan lain yang lebih aman adalah mengganti rangka secara keseluruhan melalui bengkel resmi.
Baca Juga: SaBo Bikin Sejarah hingga Kulineran Bogor Jadi Petualangan Digital
Karena rangka memiliki nomor identitas yang berkaitan dengan legalitas kendaraan, proses penggantian perlu mengikuti prosedur yang berlaku. Pemilik biasanya perlu menyiapkan dokumen kendaraan seperti STNK, BPKB, dan KTP serta membawa rangka lama sesuai ketentuan bengkel resmi.
Pada akhirnya, pemeriksaan rangka bukan hanya berkaitan dengan tampilan kendaraan. Komponen tersebut merupakan bagian penting dari struktur motor sehingga kondisinya perlu diperhatikan demi menunjang keamanan dan kenyamanan saat berkendara.
Jika ditemukan karat, perubahan bentuk, atau kerusakan pada bagian rangka, pemeriksaan oleh teknisi yang kompeten menjadi langkah yang lebih tepat sebelum kendaraan kembali digunakan. (Irsyad/Unpak)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga