RADAR BOGOR - Servis CVT secara berkala menjadi salah satu perawatan penting yang sering diabaikan para pengguna motor matic, padahal dampaknya bisa berujung fatal hingga membuat motor mogok total di tengah perjalanan.
Salah satu risiko paling umum akibat CVT yang jarang diperiksa adalah fanbelt putus, komponen vital yang berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang.
Motor matic yang tiba-tiba tidak mau berjalan meski mesin dalam kondisi menyala menjadi salah satu tanda paling umum dari fanbelt yang putus akibat CVT tidak pernah diservis.
Baca Juga: KRL Bogor Bertambah 13 Perjalanan Mulai Hari Ini, Rangkaian Tanjung Priok Ikut Dikerahkan
Kondisi ini bisa terjadi kapan saja tanpa ada tanda peringatan yang jelas sebelumnya, sehingga sering mengejutkan pengendara di tengah perjalanan.
Kenapa Servis CVT Penting Dilakukan Secara Rutin?
Komponen CVT pada motor matic bekerja secara terus-menerus setiap kali motor digunakan, sehingga rentan mengalami keausan seiring bertambahnya jarak tempuh.
Melansir dari kanal YouTube Yunus motor, fanbelt sebagai salah satu komponen utama di dalam CVT akan terus mengalami gesekan yang lambat laun membuat materialnya menipis, retak, hingga akhirnya putus jika tidak pernah diperiksa dalam jangka waktu lama.
Baca Juga: Perbandingan Lengkap Varian All New Honda Vario 160 Evo: CBS, CBS Nitro, dan ABS
Selain fanbelt, komponen roller di dalam CVT juga berisiko mengalami kerusakan berupa bentuk yang tidak lagi bulat sempurna akibat pemakaian dalam jangka panjang tanpa perawatan.
Kerusakan pada roller ini turut memengaruhi kinerja fanbelt, sehingga mempercepat proses ausnya komponen tersebut hingga berujung putus.
Akibat Fatal Jika CVT Tidak Pernah Diservis
Dampak paling nyata dari CVT yang tidak pernah diservis adalah putusnya fanbelt secara tiba-tiba, yang membuat roda belakang motor sama sekali tidak bisa berputar meski mesin masih menyala normal.
Baca Juga: Jadwal Pencairan PIP September 2026: Cek Tanggal Penarikan Dana dan Status SK SiPintar
Kondisi ini otomatis membuat motor tidak bisa dikendarai dan harus didorong hingga menemukan bengkel terdekat.
Jadwal Ideal Servis CVT untuk Mencegah Kerusakan
Guna mencegah risiko fanbelt putus mendadak, para pengguna motor matic disarankan untuk melakukan pengecekan dan servis CVT secara berkala setiap 10.000 hingga 15.000 kilometer.
Pada interval tersebut, mekanik biasanya akan memeriksa kondisi fanbelt, roller, rumah roller, mangkok, puli, hingga kampas ganda secara menyeluruh.
Baca Juga: Pecinta Horor Siap-Siap! Resident Evil Survival Experience Hadir di Jakarta September Ini
Jika ditemukan komponen seperti roller yang sudah peang atau fanbelt yang mulai menipis, penggantian sebaiknya segera dilakukan sebelum kerusakan merembet dan menyebabkan komponen tersebut putus di jalan.
Pembersihan menyeluruh pada bagian dalam CVT juga penting dilakukan untuk menjaga performa dan keawetan sistem transmisi otomatis tersebut.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Yunus motor