Jangan Asal Pakai, Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Mobil Cepat Rusak

Gabriel Anderson Nainggolan • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 22:24 WIB
Ilustrasi mobil keren (Sumber: pexels.com/Marius Gabriel)
Ilustrasi mobil yang terawat dengan baik. (pexels.com/Marius Gabriel)

Radar Bogor – Merawat mobil bukan hanya soal rajin mencuci bodi atau rutin membawa kendaraan ke bengkel. Cara pemilik menggunakan mobil sehari-hari juga ikut menentukan usia pakai berbagai komponen.

Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat mempercepat keausan. Jika terus dilakukan dalam jangka panjang, biaya perbaikannya bisa jauh lebih besar dibandingkan jika masalah tersebut dicegah sejak awal.

Mengacu dari pemaparan yang disampaikan melalui salah satu video YouTube Sejoli Chanel OTOMOTIF, salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah mengemudi secara agresif. Menginjak pedal gas secara mendadak, melakukan pengereman keras, atau memacu kendaraan secara kasar membuat sejumlah komponen bekerja lebih berat. Gaya berkendara yang lebih halus dan terkontrol dapat membantu mengurangi beban pada mesin, transmisi, rem, hingga ban.

Baca Juga: BYD Atto 1 Facelift Kini Dirakit di Subang, Harga Naik tapi Fitur Makin Lengkap

Hal serupa berlaku ketika mobil baru digunakan. Pada masa awal pemakaian, pengemudi sebaiknya tidak langsung memperlakukan kendaraan secara ekstrem. Akselerasi penuh dan pengereman kasar sebaiknya dihindari, terutama ketika komponen kendaraan masih berada pada tahap awal penyesuaian.

Jangan Abaikan Oli dan Cairan Mobil

Kesalahan lain yang sering dilakukan pemilik mobil adalah menunda pemeriksaan cairan kendaraan.

Oli mesin memiliki peran penting dalam melumasi sekaligus membantu mengendalikan panas dan menjaga komponen internal mesin bekerja sebagaimana mestinya. Ketika penggantian oli terlalu lama ditunda, kualitas pelumas dapat menurun dan perlindungan terhadap komponen mesin ikut berkurang.

Baca Juga: Changan Nevo Q06 Resmi Pre-Sale di China, SUV 300 Jutaan Ini Bikin Honda CR-V Wajib Waspada

Tidak hanya oli mesin, cairan pendingin juga perlu diperhatikan. Sistem pendingin memiliki tugas menjaga temperatur mesin tetap berada dalam rentang kerja yang sesuai. Karena itu, pemeriksaan level cairan pendingin, oli, air wiper, hingga kondisi aki sebaiknya menjadi bagian dari pemeriksaan rutin.

Ban Juga Jangan Dilupakan

Ban menjadi satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Namun, tekanan ban sering kali baru diperiksa ketika kendaraan terasa tidak nyaman atau hendak melakukan perjalanan jauh.

Padahal, tekanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan, pengendalian, serta keausan ban. Pemilik sebaiknya mengikuti rekomendasi tekanan yang diberikan pabrikan dan memeriksanya secara berkala.

Baca Juga: Pernah Dengar Mitos Mesin Honda Makin Panas Makin Ngacir, Ternyata Ini Faktanya

Selain tekanan, kondisi fisik ban juga perlu diperhatikan. Ban yang sudah aus atau mengalami kerusakan dapat meningkatkan risiko ketika kendaraan digunakan, terutama saat menghadapi permukaan jalan basah.

Jangan Abaikan Suara dan Gejala Aneh

Mobil biasanya memberikan tanda sebelum mengalami kerusakan yang lebih serius. Suara mesin yang berubah, getaran tidak biasa, rem terasa berbeda, indikator tertentu menyala di dashboard, atau kendaraan terasa lebih berat dari biasanya merupakan gejala yang sebaiknya tidak diabaikan.

Menunda pemeriksaan karena mobil masih bisa berjalan justru dapat membuat masalah kecil berkembang menjadi kerusakan yang lebih mahal.

Baca Juga: Hati-hati Pakai Oli 15W-40 atau 20W-50 di Mobil Modern, Meski Odometer Sudah Tembus 500 Ribu Km

Kebiasaan lain yang juga perlu dihindari adalah membiarkan mobil jarang diservis. Servis berkala memungkinkan kondisi sejumlah komponen diperiksa dan masalah potensial ditemukan lebih awal.

Pada akhirnya, menjaga mobil tetap awet bukan perkara melakukan perawatan yang rumit. Justru kebiasaan sederhana seperti berkendara dengan halus, memeriksa cairan, menjaga tekanan ban, memperhatikan indikator dashboard, dan tidak menunda servis dapat memberikan pengaruh besar terhadap kondisi kendaraan.

Mobil yang dirawat dengan benar bukan hanya lebih nyaman digunakan, tetapi juga membantu pemilik menghindari pengeluaran besar akibat kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube Sejoli Chanel OTOMOTIF
peringatan mobil perawatan mobil tips otomotif