RADAR BOGOR – Sistem pengereman menjadi salah satu komponen paling penting yang harus mendapat perhatian dalam perawatan sepeda motor.
Baik motor yang menggunakan ABS maupun CBS, kondisi minyak rem perlu dijaga agar kinerja pengereman tetap optimal dan komponen tidak cepat mengalami kerusakan.
Salah satu bentuk perawatan yang sering terlewat adalah melakukan pengurasan dan penggantian minyak rem secara berkala.
Padahal, langkah tersebut penting untuk mempertahankan respons pengereman sekaligus mengurangi risiko kerusakan komponen yang biaya perbaikannya tidak sedikit.
Secara umum, minyak rem disarankan diganti setidaknya satu tahun sekali dan maksimal dua tahun sekali.
Khusus sepeda motor dengan sistem ABS, penggantian rutin menjadi semakin penting untuk membantu mencegah keausan maupun kebocoran pada seal modul ABS.
Baca Juga: Jangan Asal! Ini Trik Tepat Memanaskan Mesin Mobil di Pagi Hari Menurut Pakar
Pemilik motor juga sebaiknya menggunakan minyak rem berkualitas dengan spesifikasi minimal DOT 4 agar sistem pengereman, termasuk modul ABS, tetap terjaga.
Cara Menguras Minyak Rem Motor ABS dan CBS
Berdasarkan tutorial dari kanal YouTube @BelajarMekanikdariNol, pengurasan minyak rem pada motor dengan sistem ABS maupun CBS dapat dilakukan sendiri di rumah.
Cara ini dapat menjadi alternatif bagi pemilik kendaraan yang ingin melakukan perawatan secara mandiri tanpa harus selalu membawa motor ke bengkel. Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka Tutup Reservoir Minyak Rem
Pertama, buka tutup tabung reservoir minyak rem yang berada di area stang motor.
Gunakan obeng plus dengan kualitas yang baik agar kepala baut tidak mudah slek atau mengalami kerusakan saat dibuka.
2. Buka Nipple Pembuangan pada Kaliper
Setelah reservoir terbuka, langkah berikutnya adalah mengendurkan baut nipple pembuangan yang terdapat pada kaliper rem bagian bawah.
Proses pengurasan dapat memanfaatkan gaya gravitasi sehingga minyak rem lama mengalir keluar dengan sendirinya.
Pada tahap ini, mesin motor tidak perlu dinyalakan dan tuas rem juga tidak perlu dikocok.
3. Pastikan Reservoir Tidak Sampai Kosong
Bagian paling penting dalam proses penggantian minyak rem adalah menjaga agar volume cairan di dalam reservoir master tetap tersedia.
Minyak rem baru perlu ditambahkan secara bertahap selama cairan lama dikeluarkan.
Baca Juga: Desil Diperketat, KPM Cek Kriteria Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026
Jangan sampai tabung reservoir kosong karena kondisi tersebut dapat membuat udara masuk ke saluran pengereman.
Jika udara sudah masuk atau sistem mengalami masuk angin, tuas rem dapat terasa bagel, tidak padat, bahkan seperti blong sehingga kinerja pengereman terganggu.
4. Pengurasan pada Motor dengan Sistem CBS
Untuk sepeda motor yang menggunakan CBS, proses pengurasan perlu dilakukan pada jalur pengereman secara terpisah.
Pengurasan dilakukan pada jalur utama dan jalur kombinasi depan-belakang dengan membuka nipple pembuangan sesuai jalur masing-masing.
Bagaimana Jika Rem Motor Sudah Masuk Angin?
Kesalahan saat proses pengurasan bisa saja terjadi, terutama jika reservoir minyak rem sampai kosong. Jika hal tersebut terjadi, pemilik kendaraan tidak perlu langsung panik.
Udara yang masuk ke saluran pengereman dapat dikeluarkan dengan cara mengisi kembali reservoir hingga penuh.
Setelah itu, biarkan minyak rem mengalir melalui nipple pembuangan sampai gelembung udara tidak lagi terlihat.
Apabila masih terdapat gelembung udara, proses pembuangan dapat dibantu dengan menggerakkan tuas rem secara perlahan.
Tuas kemudian dikombinasikan dengan membuka dan menutup nipple pembuangan sampai tekanan pada tuas rem kembali terasa padat dan responsif.
Periksa Kondisi Minyak Rem Setelah Pengurasan
Setelah seluruh proses pengurasan selesai, pastikan baut nipple pembuangan sudah dikencangkan kembali.
Baca Juga: KPM Exclude karena Game Online Terlarang Sudah Sanggah, Apakah Pasti Cair Lagi? Ini Penjelasannya
Volume minyak rem di dalam reservoir juga perlu disesuaikan. Jangan mengisinya secara berlebihan, terutama apabila kampas rem sudah mulai menipis.
Kondisi kampas rem yang semakin tipis dapat membuat posisi piston kaliper berubah sehingga kebutuhan volume minyak rem di reservoir juga ikut berubah.
Bersihkan Ceceran Minyak Rem
Satu hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah membersihkan area sekitar kaliper dan bodi motor setelah proses penggantian minyak rem selesai.
Gunakan air bersih untuk membilas bagian yang terkena tumpahan minyak rem. Cairan tersebut berpotensi merusak lapisan cat apabila dibiarkan terlalu lama.
Dengan melakukan penggantian minyak rem secara berkala dan mengikuti prosedur yang tepat, pemilik motor dapat membantu menjaga performa sistem pengereman sekaligus mengurangi risiko kerusakan komponen, baik pada motor ABS maupun CBS. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin