Macet-macetan Ternyata Bikin Oli Mesin Cepat Rusak, Meski Kilometer Masih Rendah

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:24 WIB
Ilustrasi oli mesin saat di kemacetan (ilustrasi Gemini AI)
Ilustrasi oli mesin saat di kemacetan (ilustrasi Gemini AI)

RADAR BOGOR - Kemacetan lalu lintas ternyata tidak hanya menguras waktu dan bahan bakar, tetapi juga mempercepat penurunan kualitas oli mesin mobil. 

Dilansir dari kanal YouTube AHA pedia, mobil yang sering terjebak macet bisa mengalami penurunan kualitas oli mesin setara mobil yang menempuh jarak jauh, meski angka kilometernya jauh lebih rendah.

Saat mobil macet dengan mesin menyala, oli tetap bekerja melumasi, mendinginkan, dan membersihkan komponen mesin, meski waktu kerja mesin tidak tercatat akurat oleh odometer. 

Baca Juga: Resep Pizza Mentai, Perpaduan Pizza Homemade dengan Saus Dynamite Mayo ala Jepang

Akibatnya, mobil yang baru menempuh sekitar 100 km dalam kondisi macet bisa mengalami penurunan kualitas oli setara mobil yang telah menempuh 1.000 km di jalan lancar.

Panas Berlebih Jadi Penyebab Utama

Kondisi ini diperparah oleh panas berlebih yang dihasilkan mesin saat berhenti lama di tengah kemacetan. 

Kipas radiator sebenarnya hanya melepas panas dari radiator, bukan langsung mendinginkan mesin, sehingga proses pendinginan saat macet menjadi kurang optimal dibanding saat mobil melaju normal.

Baca Juga: Begini Cara Ganti Minyak Rem Motor ABS dan CBS di Rumah, Jangan Sampai Masuk Angin

Selain melumasi, oli juga mendinginkan bagian internal mesin yang tak terjangkau air radiator, seperti gesekan antara crankshaft dengan stang piston. 

Semakin panas suhu mesin akibat gesekan dan macet berkepanjangan, semakin cepat pula oksidasi yang mempercepat penurunan kualitas oli.

Patokan Waktu Lebih Penting di Perkotaan

Bagi pengguna mobil di kota, penggantian oli sebaiknya tidak hanya mengacu pada jarak kilometer, tapi juga durasi pemakaian. 

Baca Juga: BRI Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp842,1 Triliun hingga Semester I 2026

Mobil yang sering ke luar kota bisa mencapai 5.000 km dalam empat bulan, sementara mobil dalam kota mungkin baru menempuh 1.500 km di periode yang sama.

Meski jarak tempuhnya jauh lebih rendah, oli pada mobil yang sering macet tetap disarankan diganti setelah memasuki rentang waktu tiga hingga enam bulan, karena oksidasi oli tetap berjalan seiring waktu meski kendaraan jarang menempuh jarak jauh.

Memahami bahwa kemacetan turut memengaruhi kualitas oli mesin menjadi pengetahuan penting bagi pemilik kendaraan di kota besar. 

Baca Juga: Resep Dutch Croquette, Kroket Belanda dengan Kulit Renyah dan Isian Meleleh

Selain jarak tempuh, penggantian oli berdasarkan patokan waktu pemakaian dinilai lebih relevan untuk menjaga performa mesin tetap optimal, terutama bagi mobil yang lebih sering terjebak macet dibandingkan melaju di jalan bebas hambatan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Sumber : YouTube AHA pedia
mobil ganti oli otomotif oli mesin kemacetan