Suzuki Ogah Ikut Tren CVT, Ini Alasan Masih Pertahankan Transmisi Matik Konvensional

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:58 WIB
Ilustrasi. Suzuki Ertiga. Foto: Laman Suzuki.
Ilustrasi. Suzuki Ertiga. Foto: Laman Suzuki.

RADAR BOGOR – Di tengah semakin banyaknya produsen mobil yang beralih menggunakan transmisi Continuously Variable Transmission (CVT), Suzuki justru masih mempertahankan transmisi otomatis konvensional pada sejumlah produknya.

Transmisi matik konvensional tersebut masih digunakan pada model seperti Suzuki Ertiga dan XL7.

Keputusan Suzuki ini bukan semata-mata karena ingin mempertahankan teknologi lama, tetapi berdasarkan pertimbangan mengenai kebutuhan konsumen dan biaya kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Macet-macetan Ternyata Bikin Oli Mesin Cepat Rusak, Meski Kilometer Masih Rendah

Deputy to 4W Sales and Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Dony Ismi Saputra mengatakan, setiap pabrikan memiliki strategi berbeda dalam menentukan teknologi yang digunakan pada produknya.

Menurutnya, Suzuki tidak ingin hanya mengejar teknologi terbaru, tetapi lebih mengutamakan manfaat yang bisa dirasakan konsumen selama menggunakan kendaraan.

“Sebagai contoh, kenapa sampai sekarang kami masih setia pada automatic transmission? Dibilangnya matic jadul,” ujar Dony.

Baca Juga: Suzuki Alto Resmi Meluncur di Brunei, City Car Mungil Ini Berpeluang Masuk Indonesia?

Dony menjelaskan, Suzuki sebenarnya telah mengamati perkembangan transmisi CVT sejak teknologi tersebut mulai populer di Indonesia sekitar lima tahun lalu.

Saat itu, CVT banyak mendapat perhatian karena menawarkan karakter perpindahan yang lebih halus. Namun, Suzuki juga melihat bahwa teknologi tersebut memiliki kelebihan sekaligus kekurangan.

“Pada saat transmisi CVT ini diperkenalkan di Indonesia, mulai booming, kan bicara, ‘Wah, lebih enak CVT, lebih smooth’. Pada saat itu, kami sudah memprediksi time will tell bahwa CVT memang ada kelebihan, tapi ada kekurangan,” kata dia.

Bukan Sekadar Teknologi Terbaru

Baca Juga: Perkembangan Alih Status PPPK Guru Jadi PNS: Menyusun Alokasi Anggaran Gaji dan Rekrutmen

Suzuki memilih tetap menggunakan transmisi otomatis konvensional dengan mempertimbangkan aspek ketahanan serta biaya operasional kendaraan.

Dony menyebut, dua hal tersebut menjadi bagian penting dari value yang ingin diberikan Suzuki kepada konsumen.

“Nah, untuk produk yang kami tawarkan, yang kami tawarkan itu adalah durability dan operational cost,” ucapnya.

Menurut Dony, transmisi otomatis konvensional dinilai memiliki keunggulan dalam hal durabilitas sekaligus biaya pemeliharaan. Dengan begitu, konsumen diharapkan dapat menggunakan kendaraan dalam waktu lebih lama tanpa terbebani biaya perawatan yang tinggi.

Baca Juga: Pelatihan Business Plan di Gebang Cirebon Bantu UMKM Siapkan Usaha Lebih Terarah

“Dengan transmisi yang kami tawarkan, biaya pemeliharaan lebih murah, itu yang pertama, secara kekuatan durability lebih baik. Sehingga waktu konsumsi terhadap produk dan fitur tersebut bisa lebih lama, lebih durable,” jelas Dony.

Bagi Suzuki, nilai sebuah kendaraan tidak hanya ditentukan ketika konsumen membeli mobil. Manfaat dan biaya yang dirasakan selama masa kepemilikan juga menjadi pertimbangan penting.

“Value itu tidak hanya terasa pada saat konsumen melakukan pembelian atau mengakuisisi, atau mengonsumsi produk. Tapi pada saat konsumen dalam proses mengonsumsi, itu juga kami pikirkan secara matang,” ujarnya.

Suzuki Tak Asal Tambah Fitur

Baca Juga: Gaya Fashion 90-an Kembali Digandrungi, Mulai dari Rambut Mullet hingga Celana Gombrong

Pendekatan serupa juga diterapkan Suzuki dalam menentukan fitur kendaraan. Dony mengatakan, pihaknya tidak sekadar menambahkan teknologi sebanyak mungkin, tetapi memastikan fitur tersebut benar-benar berguna bagi konsumen.

“Bagaimana setiap fitur dan value yang kami tawarkan terhadap produk, di produk tersebut, itu memang benar-benar dipakai,” kata Dony.

Menurutnya, prinsip tersebut juga menjadi dasar dalam menentukan teknologi transmisi. Suzuki ingin teknologi yang digunakan pada kendaraan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, khususnya dalam hal ketahanan dan biaya kepemilikan.

Dengan pertimbangan tersebut, Suzuki menilai transmisi otomatis konvensional masih memiliki tempat di pasar mobil Indonesia, meski teknologi CVT semakin banyak digunakan oleh pabrikan lain.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Matik CVT suzuki