RADAR BOGOR - Suzuki resmi menggebrak panggung global lewat pengenalan mobil listrik mungil bergenre kei car bernama e-Sky, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 310 km hanya dengan baterai berkapasitas 26 kWh.
Kehadiran mobil ini menjadi sorotan karena Suzuki mengambil pendekatan berbeda di tengah tren pabrikan lain yang cenderung menjejalkan baterai besar demi mengejar jarak tempuh jauh.
Melansir dari kanal YouTube Ototuned, Suzuki e-Sky lahir sebagai versi produksi massal dari konsep Vision e-Sky yang sebelumnya dipamerkan di Japan Mobility Show 2025.
Baca Juga: Suzuki XL7 Facelift Makin Gagah, Kini Dibekali Kamera 360 dan Dashcam Pioneer
Berbeda dari kompetitor yang kerap mengonversi platform mobil bensin lawas, e-Sky dibangun di atas platform Heartect e.
Sebuah arsitektur murni kendaraan listrik yang memadukan rigiditas torsional superior dengan distribusi bobot seimbang, menghasilkan pusat gravitasi rendah untuk kestabilan optimal di jalanan perkotaan.
Desain Boxy dengan Radius Putar 4,4 Meter
Mengikuti regulasi ketat kei car Jepang, Suzuki e-Sky memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, dan wheelbase 2.460 mm.
Baca Juga: Enam Tahun Tak Terputus, Yayasan CAS Rutin Bagikan Ratusan Makanan Gratis di Bogor
Radius putar minimumnya hanya 4,4 meter, memudahkan manuver di jalan sempit maupun parkir paralel.
Bobot totalnya yang hanya 1.030 kg membuat pengendalian ringan namun tetap kokoh berkat pelek aloi 14 inci.
E-Axle Terpadu dan Baterai LFP 26 kWh
Suzuki menyematkan sistem modular e-Axle yang mengintegrasikan motor listrik bertenaga 47 kW atau 63 hp, inverter, serta gearbox reduksi ke dalam satu kesatuan kompak penggerak roda depan.
Baca Juga: Pasca Kebakaran, Api dan Kepulan Asap Kembali Muncul di TPA Galuga Bogor
Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh yang digunakan terkesan ringkas di atas kertas, namun berkat bobot ringan dan koefisien hambatan udara minim.
Mobil ini diklaim mampu menempuh 310 km dalam standar uji WLTC, mengungguli efisiensi kompetitor sekelasnya.
Interior Futuristis dengan Fitur V2H dan V2L
Interior e-Sky menghadirkan layar sentuh 10,1 inci dan panel instrumen digital LCD 7 segmen, namun tetap mempertahankan tuas transmisi konvensional demi memudahkan pengguna mobil bensin beradaptasi.
Baca Juga: Suzuki Ogah Ikut Tren CVT, Ini Alasan Masih Pertahankan Transmisi Matik Konvensional
Baterai dapat terisi penuh dalam 8 jam via soket rumah tangga, atau 4,5 jam dengan wallbox 6 kW.
DC fast charging 50 kW memungkinkan pengisian 10-80 persen hanya sekitar 25 menit, dilengkapi fitur V2H dan V2L berkapasitas 1.500 Watt untuk kebutuhan darurat kelistrikan rumah.
Tantangan bagi Pabrikan China
Kehadiran e-Sky menebar sinyal kewaspadaan bagi pabrikan China seperti Wuling dan BYD.
Baca Juga: Layanan Pusaka RSUD Bakti Pajajaran di Cibinong Bogor Kini Jadi Poli Baru untuk Perawatan Luka
BYD Racco disiapkan sebagai rival langsung dengan baterai 35,84 kWh berjarak tempuh sekitar 320 km, namun e-Sky justru lebih efisien karena mampu menempuh 310 km hanya bermodal baterai 26 kWh.
Suzuki e-Sky dijadwalkan mulai dipasarkan di Jepang pada musim gugur 2026, sebelum diperluas ke Eropa dan Inggris pada 2027.
Editor : Rani Puspitasari SinagaSumber : YouTube Ototuned