MotoGP Mandalika 2026 Tinggal Sebulan, Persiapan Sirkuit di NTB Ternyata Tak Menunggu Balapan

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 20:57 WIB
Sirkuit Mandalika akan kembali jadi salah satu tuan rumah MotoGP 2026. (Foto : themandalikagp.com)
Sirkuit Mandalika di NTB akan kembali jadi salah satu tuan rumah MotoGP 2026. Foto : themandalikagp.com

RADAR BOGOR – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 tinggal menghitung hari. Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali bersiap menyambut para pembalap dan tim yang akan bertarung pada 9-11 Oktober 2026.

Penyelenggara menargetkan sekitar 145.000 penonton hadir ke NTB selama gelaran berlangsung. Dari sisi ekonomi, MotoGP Mandalika 2026 diharapkan mampu memberikan dampak sedikitnya Rp5 triliun.

Dengan besarnya target tersebut, kesiapan sirkuit menjadi salah satu faktor penting. Namun, bagi Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola sirkuit, persiapan menghadapi MotoGP bukan pekerjaan yang baru dimulai beberapa pekan sebelum balapan.

Baca Juga: BAIC Bawa Semua Line Up ke GIIAS Bandung 2026, T1 Jadi Andalan Mobil Listrik Pertama

Direktur Operasional MGPA Donny Mahardjono mengatakan, pemeliharaan sirkuit dilakukan secara berkelanjutan karena aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan balapan.

“Di MotoGP, detail kecil bisa menjadi bagian dari keselamatan. Karena itu, standar yang ditetapkan FIM harus kami jaga secara konsisten, bukan hanya saat balapan,” ujar Donny dalam keterangannya, Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, berbagai aspek harus dipastikan dalam kondisi optimal, mulai dari permukaan lintasan, area run-off, perangkat keselamatan, hingga kesiapan operasional.

Sirkuit Dipakai Hampir Sepanjang Tahun

Baca Juga: Puluhan Warga Geruduk Rumah di Pasir Kuda Bogor, Diduga Terkait Dugaan Penipuan Modus Investasi

Pertamina Mandalika International Circuit memiliki panjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan. Tingginya aktivitas membuat sirkuit tidak hanya digunakan untuk MotoGP.

Sepanjang 2025, fasilitas tersebut tercatat digunakan untuk berbagai kegiatan selama sekitar 270 hari. Selain MotoGP, Mandalika juga menjadi lokasi Asia Road Racing Championship (ARRC), berbagai kompetisi motorsport nasional, serta kegiatan lainnya.

Padatnya agenda membuat pekerjaan pemeliharaan harus dilakukan hampir sepanjang tahun.

Kondisi lintasan, kendaraan operasional, perangkat keselamatan, serta fasilitas pendukung diperiksa secara berkala untuk memastikan semuanya tetap siap digunakan.

Baca Juga: Keunggulan BYD ATTO 1 Facelift, Makin Lengkap dan Kompetitif di Kelas Mobil Listrik Perkotaan

“Sebagai pengelola sirkuit, kesiapan tidak hanya dibutuhkan ketika event berlangsung, tetapi juga dalam proses persiapan dan pemeliharaan sehari-hari,” kata Donny.

Berbagai pekerjaan teknis pun dilakukan di balik layar. Mulai dari pemeriksaan kendaraan dan komponennya, perawatan peralatan, hingga pemeliharaan area kerja.

Sejumlah proses inspeksi bahkan membutuhkan perangkat khusus untuk memeriksa bagian-bagian yang sulit dijangkau maupun tidak dapat terlihat secara langsung.

Artinya, kesiapan Mandalika menghadapi MotoGP 2026 tidak semata-mata ditentukan oleh pekerjaan menjelang balapan. Sebagian besar justru dibangun melalui rutinitas pemeliharaan ketika lintasan sedang tidak digunakan.

Gandeng Bosch untuk Perawatan Teknis

Baca Juga: Warga Sukamulya Minta Perbaikan Masjid, Anggota DPRD Kota Bogor Karina Soerbakti Cari Solusi

Dalam mendukung operasional tersebut, MGPA berkolaborasi dengan Bosch Indonesia untuk penggunaan sejumlah perangkat dalam pekerjaan teknis dan perawatan kendaraan operasional.

Peralatan Bosch Power Tools dan Bosch Mobility Aftermarket digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk perawatan serta perbaikan kendaraan, pemeriksaan komponen, hingga pemeliharaan area kerja.

Menurut Donny, pemilihan peralatan menjadi bagian penting karena pekerjaan di lingkungan sirkuit membutuhkan ketelitian sekaligus memperhatikan aspek keselamatan teknisi.

Baca Juga: Sengit, Smansa Tekuk SMA Dwiwarna di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West

“Dukungan peralatan dengan teknologi terkini yang sesuai membantu tim kami menjalankan berbagai pekerjaan teknis dan pemeliharaan secara lebih aman,” ujarnya.

Country Head of Corporate Communications & Government Relations Bosch Indonesia Fenny Sofyan menambahkan, aktivitas di balik gelaran motorsport menunjukkan bahwa teknologi otomotif tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang berlaga di lintasan.

Di belakangnya terdapat rangkaian proses pemeriksaan, pemeliharaan, hingga penggantian komponen untuk memastikan kendaraan dan fasilitas selalu berada dalam kondisi optimal.

Baca Juga: 5 Merek Aki Kering Terbaik di Tahun Ini, Solusi Mobil Tua yang Susah Distarter

“Kami melihat kebutuhan di lingkungan otomotif sebagai satu ekosistem yang saling terhubung. Bukan hanya bagaimana teknisi melakukan pekerjaan maintenance dengan tools yang tepat, tetapi juga bagaimana kendaraan tetap dalam kondisi optimal melalui komponen yang tepat dan penggantian yang dilakukan sesuai kebutuhan,” kata Fenny.

Seluruh persiapan tersebut akan kembali diuji saat MotoGP Mandalika 2026 berlangsung pada 9-11 Oktober mendatang.

Namun, dengan aktivitas sirkuit yang mencapai sekitar 270 hari dalam setahun, upaya menjaga Mandalika tetap siap sejatinya sudah berlangsung jauh sebelum suara mesin MotoGP kembali menggema di lintasan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
ntb motogp mandalika balapan