RADAR BOGOR – Kebakaran pada mobil listrik membutuhkan penanganan berbeda dibandingkan kendaraan bermesin konvensional. Terlebih jika sumber api berasal dari baterai lithium-ion yang memiliki risiko mengalami thermal runaway. Bukan hanya alat pemadam api ringan (APAR) biasa.
Thermal runaway merupakan kondisi ketika salah satu sel baterai mengalami kerusakan dan suhunya meningkat secara tidak terkendali. Panas tersebut dapat membuat kebakaran. Karena karakteristik itu, pemadaman baterai mobil listrik tidak cukup hanya mengandalkan APAR biasa.
Jenis APAR yang digunakan untuk mobil listrik perlu disesuaikan dengan karakteristik kebakaran baterai lithium.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Tinggal Sebulan, Persiapan Sirkuit di NTB Ternyata Tak Menunggu Balapan
CEO PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi, Willy Hadiwijaya, mengatakan salah satu produk yang dapat digunakan untuk menangani kebakaran baterai lithium adalah Hartindo AF31 Lithium Fire Killer (LFK).
“APAR yang paling tepat untuk memadamkan baterai adalah menggunakan HARTINDO AF31 Lithium Fire Killer dengan media waterbased chemical yang memiliki kemampuan cooling agent untuk terus menurunkan suhu secara ekstrem supaya tidak terjadi re-ignition atau penyalaan ulang,” kata Willy, Jumat, 11 September 2026.
Menurutnya, kebakaran pada baterai mobil listrik memiliki karakteristik khusus karena melibatkan reaksi kimia yang dapat menghasilkan sejumlah gas mudah terbakar.
Baca Juga: BAIC Bawa Semua Line Up ke GIIAS Bandung 2026, T1 Jadi Andalan Mobil Listrik Pertama
“Karena sifat api dari baterai mobil listrik itu adalah hasil dari reaksi kimia organic acid yang menimbulkan flammable gasses seperti hydrogen, propane, methane,” ujarnya.
Willy menjelaskan, Hartindo AF31 Lithium Fire Killer mengandalkan media berbasis air untuk membantu menurunkan temperatur baterai. Selain itu, terdapat bahan kimia tertentu yang ditujukan untuk menangani reaksi kimia yang terjadi selama kebakaran.
“Maka dari itu Hartindo AF31 Lithium Fire Killer menggunakan waterbased untuk cooling dan organic acid untuk menetralisir reaksi kimia tersebut dan juga membuat gas-gas beracun menjadi netral,” katanya.
Baca Juga: Puluhan Warga Geruduk Rumah di Pasir Kuda Bogor, Diduga Terkait Dugaan Penipuan Modus Investasi
Dengan risiko thermal runaway dan kemungkinan terjadinya penyalaan ulang, penanganan kebakaran pada baterai mobil listrik perlu dilakukan dengan metode dan peralatan yang sesuai.
Penggunaan APAR yang dirancang untuk karakteristik kebakaran baterai lithium atau mobil listrik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan saat api masih berada pada tahap awal.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga