Kaki-kaki Mobil Bunyi 'Glodak-glodak'? Ini Rangkaian Perbaikan yang Wajib Dilakukan

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 10:36 WIB

 

Ilustrasi Perbaikan Kaki-Kaki Mobil yang berisik (ilustrasi Gemini AI)
Ilustrasi Perbaikan Kaki-Kaki Mobil yang berisik (ilustrasi Gemini AI)

RADAR BOGOR - Bunyi glodak-glodak pada sektor kaki-kaki mobil menjadi salah satu keluhan umum yang dialami banyak pemilik kendaraan, terutama pada mobil yang sudah digunakan dalam jangka waktu lama. 

Mengatasi masalah ini memerlukan rangkaian perbaikan menyeluruh, bukan sekadar mengganti satu komponen saja, agar sumber bunyi benar-benar teratasi secara tuntas.

Kasus bunyi pada kaki-kaki mobil umumnya berasal dari beberapa titik komponen sekaligus, sehingga penanganan yang tepat harus dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. 

Baca Juga: Tes Konsumsi BBM Mobil Mitsubishi XForce HEV, Rute Kombinasi Tembus 33,1 Km/Liter

Dikutip dari kanal YouTube AHA pedia, berikut rangkaian perbaikan yang wajib dilakukan untuk mengatasi bunyi glodak-glodak pada kaki-kaki mobil hingga tuntas.

1. Penggantian Shockbreaker Depan dan Belakang

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa dan mengganti shockbreaker depan kanan dan kiri menggunakan part original, guna memastikan kualitas dan keawetan komponen pengganti. 

Selain bagian depan, shockbreaker belakang juga perlu diperiksa dan diganti apabila diperlukan, untuk memastikan seluruh sektor suspensi bekerja optimal secara menyeluruh dan tidak menyisakan bunyi pada satu sisi saja.

Baca Juga: Lights Wonderland Wiladatika Cibubur, Wisata Malam Penuh Lampu Warna-Warni

2. Penggantian Support Shock dan Bearing Shock

Selain shockbreaker, penggantian support shock dan bearing shock dalam satu paket juga menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. 

Kedua komponen ini berfungsi menghilangkan bunyi sekaligus meringankan putaran kemudi atau handling saat berkendara, sehingga sering menjadi sumber bunyi yang terlewat jika hanya berfokus pada penggantian shockbreaker semata.

3. Overhaul Rack Steer

Sumber bunyi lain yang kerap luput dari perhatian adalah bagian rack steer, komponen yang berperan penting dalam sistem kemudi mobil. 

Baca Juga: Cara Cek Status SI Penyaluran Bansos September 2026, Cukup Pakai HP

Proses overhaul pada rack steer perlu dilakukan apabila ditemukan indikasi bunyi yang berasal dari sektor ini, mengingat komponen tersebut turut memengaruhi kenyamanan dan presisi kemudi secara keseluruhan.

4. Pengecekan Bushing dan Link Stabilizer

Meski fokus utama perbaikan berada pada shockbreaker dan rack steer, pengecekan pada bushing dan link stabilizer tetap wajib dilakukan sebagai bagian dari rangkaian perbaikan. 

Jika kondisi kedua komponen tersebut masih bagus, penggantian tidak perlu dilakukan sehingga dapat menghemat biaya perbaikan, namun pemeriksaan tetap penting untuk memastikan tidak ada sumber bunyi yang tertinggal.

Baca Juga: M-ONE Institute Desak Polda Metro Jaya Usut Dugaan Korupsi dalam Program PTSL

5. Test Drive Setelah Perbaikan

Setelah seluruh rangkaian perbaikan selesai dilakukan, tahapan test drive menjadi langkah wajib untuk memastikan bunyi benar-benar hilang dan rasa kemudi kembali normal. 

Penyesuaian ulang rasa kemudi pada rack steer juga perlu dilakukan apabila pemilik kendaraan masih merasa kurang pas dengan hasil perbaikan yang telah dikerjakan.

Rangkaian perbaikan kaki-kaki dan sistem kemudi ini memang memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit, namun langkah menyeluruh tersebut menjadi kunci utama agar bunyi berisik pada mobil benar-benar teratasi secara tuntas.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube AHA pedia
kaki-kaki Mobil bunyi perbaikan shockbreaker support shock bearing mobil otomotif