RADAR BOGOR - Ketakutan konsumen soal biaya penggantian baterai mobil listrik yang bisa mencapai ratusan juta rupiah ternyata bukan sekadar isapan jempol, namun juga bukan sesuatu yang pasti terjadi.
Masalah sebenarnya bukan hanya soal mahalnya harga baterai mobil listrik, melainkan sulitnya menghitung estimasi biaya secara pasti akibat berbagai faktor yang saling memengaruhi.
Melansir dari kanal YouTube Seruput Tech, arga baterai mobil listrik per sel masih fluktuatif mengikuti pergerakan harga lithium sebagai bahan baku utama, ditambah pengaruh nilai tukar mata uang.
Baca Juga: Motor Matic Injeksi Tiba-tiba Mati? Ternyata 3 Hal Ini Penyebabnya
Kondisi ini mirip fluktuasi harga BBM non-subsidi yang bergantung pada harga minyak dunia, sehingga sulit memastikan angka pasti harga baterai di masa mendatang.
Kenapa Bengkel Resmi Pilih Ganti Baterai Secara Utuh?
Banyak kasus mobil listrik divonis harus mengganti baterai secara full pack, bukan karena tidak bisa dibongkar per modul, melainkan kebijakan standar operasional bengkel resmi.
Alasannya, penggantian utuh membuat estimasi jam kerja lebih terprediksi sekaligus standar mutu dan garansi lebih terukur.
Baca Juga: Rummah Go'A Tangsel, Kafe Bernuansa Seni dan Hijau Dekat Stasiun Jurang Mangu
Faktor lain adalah kewajiban sertifikasi khusus bagi teknisi yang menangani pack baterai, sementara belum semua bengkel resmi memilikinya.
Kondisi makin rumit pada baterai yang sudah terdegradasi, misalnya setelah sembilan tahun pemakaian, karena bengkel resmi enggan mengambil risiko menggabungkan modul baru dengan modul lama.
Harga yang Simpang Siur di Lapangan
Sebagai gambaran, kasus mobil listrik Air EV menunjukkan variasi harga yang cukup jauh, meski bukan angka resmi pabrikan.
Baca Juga: Honda CB1000GT Diuji 2.500 Km dalam 3 Hari, Ini Fitur dan Kenyamanannya
Ada yang menyebut kisaran Rp60 juta hingga Rp75 juta, ada pula yang menyebut hingga Rp100 juta, bahkan ada pemilik yang mengaku mengeluarkan biaya sampai Rp145 juta untuk baterai yang mati total.
Perbedaan signifikan ini membuat penyebutan kisaran harga jadi kurang efektif, karena orang cenderung mengambil angka terendah sebagai patokan.
Alternatif Bengkel Spesialis dan Peluang Bisnis
Bagi yang menginginkan opsi penggantian per modul atau per sel, bengkel spesialis seperti Semesta EV dan Domo Hybrid EV bisa jadi alternatif karena standar operasionalnya lebih fleksibel dibanding bengkel resmi.
Baca Juga: Produksi Padi Terkendala Air dan Hama, IPB University Dorong Penguatan Ekosistem Beras Merauke
Fenomena ini bahkan membuka peluang bisnis baru, mulai dari jasa diagnostik State of Health (SOH) baterai yang transparan, jual beli modul atau sel bekas yang jelas asal-usulnya, jasa balancing dan perbaikan Battery Management System (BMS), hingga menjadi supplier baterai bekas untuk bengkel-bengkel daerah.
Memahami perbedaan antara penggantian baterai secara full pack, per modul, dan proses repair menjadi kunci penting bagi pemilik mobil listrik dalam menyusun rencana keuangan jangka panjang.
Dengan pemahaman yang tepat, keputusan terkait dana cadangan, investasi, atau waktu penjualan kendaraan sebelum garansi habis bisa diambil berdasarkan perhitungan yang lebih terukur, bukan semata rasa khawatir berlebihan.***
Editor : Rani Puspitasari SinagaSumber : YouTube Seruput Tech